Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Part 68


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Axel yang merasakan sakit luar biasa di bagian perut terus saja meringis karna seperti tertusuk ke ulu ati yang paling dalam, sampai sampai ia sulit bernapas jika tak menenangkan dirinya lebih dulu beberapa detik. Tak hanya XyRa yang panik karena Sean pun mulai ketakutan tapi kesalnya pria itu tak mau saat di ajak ke dokter dan rumah sakit lebih dulu. Jadilah kini XyRa lah yang membawa mobil, untung saja jarak tempat mereka kini ke ibu kota kurang lebih tinggal satu jam lagi hingga sampai rumah utama.


"Nanti kalau udah disana, aku minta Mhiu Biru untuk bikinin Asinan ya, mau yang buah atau sayur?" sindir XyRa sambil fokus pada jalan di depannya.


"Sakit, Mih. Perih ini," jawab Axel yang terus meringis.


"Iya, itu obatnya. Pedes sama asem, enak kan? cabe mentah aja kamu gigit," tambah XyRa lagi.


Jika sudah begini wanita itu pun jadi kesal, saking napsunya makan apa saja yang ada di depan mata atau terlintas di otaknya, Axel jadi tak bisa mengontrol semua yang bisa dan tak bisa di terima oleh perutnya itu.


"Enggak, aku gak akan makan si rawit itu lagi. Janji, Mih. Ini yang terakhir," ujarnya dengan menggigit bibir bawah.


Tentu XyRa tak akan percaya betul saja karna pria itu sudah dewasa, bukan lagi bocah sebesar Sean yang takut mengulang dan merasakan sakit yang sama.


Sisa perjalanan pun hanya di isi keheningan, Sean yang duduk di belakang pun ikut diam seribu bahasa, ia tentu takut dan tak berani mengangkat kepala satu centi pun jika sudah menengar Mamih nya mengomel.


.


.


Sampai di rumah utama, Axel mau tak mau dipapah oleh dua orang penjaga yang membantu hingga ke kemar mereka. Untung saja tak ada siapa siapa kecuali Phiu dan Mhiu sebab yang lain belum datang ke bangunan mewah tersebut.


"Suamimu kenapa?" tanya Tuan besar Rahardian kebingungan.


"Sakit perut, Phiu. Mabok Cabe!" jawab XyRa sedikit penekanan dan lirikan kearah suaminya yang sudah berbaring diatas ranjang.


"Sudah, Phiu. Dokter sedang di jalan, mungkin 10 sampai 15 menit lagi sampai," sahut Si cantik dengan rambut lurusnya sepinggang.


Ia mendekat dan duduk di tepi ranjang saat sudah tinggal berdua dengan Axel di kamar karna Sean di bawa Mhiu Biru ke rumah kucing milik Rainerly Rahardian Wijaya.


"Tunggu ya, sebentar lagi dokter datang dan akan memeriksamu," ucap XyRa, sejengkel jengkelnya ia pada Axel, jika sudah begini tetap saja rasanya tak tega.


"Periksa dan minum obat saja, kan?" tanya Axel memastikan dengan raut wajah tegang dan khawatir.


"Kenapa? jangan bilang kamu takut jarum suntik," selidik XyRa, tak ada jawaban apapun dari pria itu hanya senyum kecil namun XyRa paham artinya.


Lain Papihnya tentu lain juga dengan putranya.


Sean yang berada di lantai bawah bermain dengan salah satu keturunan Si Madu menoleh saat galak tawa dan jerit para sepupunya yang akhirnya datang.


Ya, Si kembar tiga memang tadi pagi di jemput oleh Abah Rendra untuk di bawa makan siang bersama, dan saat mereka tahu Sean sudah sampai tiga krucil Lee Rahardian pun ribut ingin pulang.


.


.


.


Hallo OCEAN....