Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
part 78


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Assalamu'alaikum.. ada revisian di bab 77. kalian bisa baca part itu dulu baru lanjut kesini ya.. yang udah like gak apa apa, tapi kalau bisa silahkan komen lagi di bab yang baru ya. Terimakasih.


********


"RaXel Rahardian Wijaya," ucap pria beranak dua tersebut.


Nama yang cukup singkat tapi penuh makna sebab pergabungan dari kedua nama orangtuanya, XyRa dan Axel yang tetap akan di panggil El sesuai pemberian Sean.


"Lucu, aku suka," jawab XyRa dengan senyum manisnya.


Pengumuman nama pun di lakukan oleh pasangan berbahagia tersebut, semua nampak senang dan menerima keputusan XyRa dan Axel sebagai orang tua yang memang punya hak akan hal tersebut.


"Syukurlah, sekarang nih bayi udah jelas namanya," kekeh Amih yang sejak kemarin penasaran.


"Amih mau nyumbang nama?" tanya ArXy, pria lajang itu malah sedang memikirkan untuk nama anaknya kelak.


"Duh, jangan deh! nanti hasilnya absurd," timpal Apih.


Semua acara di lakukan secara serempak dengan perwakilan di masing-masing di panti asuhan dan beberapa tempat lainnya. Doa dan harapan melimpahi El yang baru beberapa hari menyapa dunia namun sudah banyak mendapatkan kasih sayang dari keluarga dan orang sekitarnya.


XyRa tak banyak mempunyai mimpi tentang El, cukup anak itu menjadi anak yang baik, jujur dan berbakti sudah lebih dari cukup. Sebab nama besar keluarga yang tersemat di namanya adalah tanggung jawab besar yang harus di jaga, sebab satu yang buat ulah akan berimbas pada semuanya dan itulah yang sangat di hindari.


Hingga saatnya semua selesai kini mereka bersiap untuk istirahat di kamar masing-masing.


"Lusa aku pulang ya, Mih."


"Lusa?" tanya XyRa bingung yang baru saja masuk kedalam pelukan suaminya.


"Iya, Sayang. Ada rapat para petinggi perusahaan yang harus aku hadiri," jawab Axel yang bingung di antara dua pilihan.


"Hem, baiklah."


"Tak apa, ini sudah resiko ku, aku yang ingin melahirkan disini padahal aku tahu kamu bekerja disana."


"Hanya dua hari, aku berjanji akan kembali jika semua urusanku di kantor selesai," rayu Axel yang belum pergi malah justru sudah merindu.


XyRa hanya mengangguk, meski dalam hati ia ingin sekali mengatakan apa yang selama ini ia dan orangtuanya harapkan.


.


.


.


Lusa yang di hindari pun tiba, Axel berpamitan pada anak dan istrinya untuk pulang ke kota tempat mereka tinggal untuk beberapa hari kedepan. Jangan tanyakan betapa beratnya nanti menahan rindu karena ini untuk yang pertama bagi mereka berpisah meski bukan dalam jangka waktu yang lama.


"Aku titip anak-anak ya, Sayang. Kamu jaga dirimu juga, jangan terlalu lelah," pesan Axel sambil mengusap pipi wanita kesayangannya.


"Tentu, kabari jika sudah sampai, dan--," ucap XyRa memotong ucapannya namun mata dan lirikannya tak bisa di bohongi jika ia sedang mengancam.


"Dan apa, Sayang?" tanya Axel yang paham tapi tetap menggoda.


"Jangan macam macam selama disana, awas saja kalau sampai kamu melakukan hal di luar batas," ancam XyRa tak main-main, tak pernah ada kata maaf untuk hal yang berbau pengkhianatan bagi wanita yang kini resmi menjadi ibu dari dua anak laki-laki tersebut.


.


.


.


Tentu Sayang, aku tak akan sanggup jika harus memperpanjang masa puasa Si ulat bulu jumboku.