Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2# 12


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


7"Anak kecil tahu telur Asin," kekeh Amih yang tak habis pikir dengan permintaan cucu keduanya barusan.


"Masih bagus gak minta telur puyuh," jawab XyRa yang kembali bangun kemudian berjalan kearah lemari pendingin untuk mengambil apa yang di inginkan putranya.


Andai saja El bilang sedari tadi tentu Mamihnya tak perlu merebus telur yang lainnya karna memang telur Asin bebek sudah ada di dalam kulkas. Berbagai jenis makanan bulat itu memang selalu ada di rumah untuk persediaan jika kapan saja di inginkan.


Acin..


"Itu maunya El ya, habiskan!"


Abang mauuuuuu??


"Enggak, ini juga belum habis," tolak Sean yang menang tak terlalu suka karna memang rasanya yang asin, Sean hanya suka telur ayam yang di goreng biasa lalu atasnya di beri abon sapi.


Enak, mauuuu???


Jangan harap bocah itu akan behenti menawarkan Si telur pada Sean sebelum Abangnya itu membuka mulut.


Dan XyRa tak pernah meminta Sean untuk menuruti semua keinginan putra kandungnya. Anak itu punya hak untuk menolak, memanjakan boleh asal tak berlebihan hingga nanti justru malah timbul rasa kurang empati Sang adik pada kakaknya jika selalu saja mengalah


.


.


.


Drama telur berakhir dengan di ajaknya Sean dan El kerumah utama oleh Amih. Mereka yang hanya pergi bertiga memang sengaja tak mengajak XyRa. Amih biarkan Putrinya rehat sejenak dari rutinitas yang setiap hari hanya itu dan itu yang XyRa lakukan. Wanita itu memang butuh waktu untuk dirinya sendiri bahkan mungkin berdua saja dengan suaminya.


El yang masih di tuntun melepaskan tangannya dari Amih dan ikut berlari bersama Abangnya yang sudah minta izin menemui Si kembar di ruang tengah.


Itut... itut.. Abang...


"Ayooo," sahut Sean yang berhenti dan mengulurkan tangan. Sean sepertinya kali ini lupa jika ia punya bunTUt yang tak bisa di tinggal begitu saja.


"Seaaaaan---," panggil Angkasa senang bahkan bertepuk tangan tapi tidak dengan Fajar yang tentunya hanya tersenyum simpul.


Nih, El...


Ia yang tak di sapa tentu langsung melayangkan protes, padahal Angkasa sengaja melakukan itu sebab bukan Buaya cilik namanya jika tak iseng, adiknya saja habis di jahili apalagi cuma sekedar sepupu.


Nih, El... nih El Abang Acha...


El terus saja menarik tangan Angkasa yang ingin di sapa tapi ia tetap di abaikan.


Fajar yang tahu itu langsung menarik tangan El untuk bersamanya menyusun Lego, akan panjang urusannya jika meladeni Si sulung.


"Lilin mana?" tanya Sean.


"Lagi di ketek Phiu belum bangun," jawab Angkasa yang kembali asik dengan mainannya.


Kelakuan Lintang memang Random bahkan tidur pun suka suka anak itu maunya kapan tak perduli jam atau memang sudah lewat waktunya.


Nih, Melah ya...


"Iya, ini merahnya susun disini," sahut Fajar yang selalu sabar, karna ia sudah terbiasa menahan kesal luar biasa pada adiknya.


"Itu hijauuuuuuuuu, bukan merah!" teriakan Angkasa tentu membuat El menoleh.


Fajar dan Sean hanya bisa membuang napas kasar, padahal sengaja tadi saat datang bocah itu di tinggalkan agar jauh dari Si kembar yang jahil tapi El tetap memaksa dan jadilah ia santapan nikmat Angkasa yang kini sedang tertawa senang sebab berhasil membuat El bingung dengan ucapannya barusan.


.


.


.


Nih, Nuniiiiiiing...