Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Part 41


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Selamat malam, Mbak," sapa XyRa saat ia dan Sean sudah sampai lebih dulu di ruang makan. Sebab, Axel justru sengaja tak menyusul karna ia ingin menikmati pemandangan indah di depan matanya, dimana anak dan istrinya berjalan beringan sambil menggenggam tangan.


"Malam juga, XyRa. Hallo anak Mamih," jawab Maya sambil menyapa putranya juga.


Sean hanya tersenyum, ia melakukan itu tentu atas permintaan XyRa barusan saat mereka belum sampai di meja makan.


Ketiganya duduk di kursi masing-masing seperti biasa, meski sedikit canggung tapi XyRa maupun Axel masih bisa menjaga sikap mereka di depan Maya. Tapi, disini yang kasihan tentu Sean karena ia terlihat kebingungan dan tak nyaman, Maya yang sepertinya tak sabaran terkesan begitu buru-buru ingin dekat dengan putranya.


"Mih, Sean sakit perut, aduh." tak ada hujan tak ada angin anak itu meringis sambil memegangi perutnya.


Saat yang lain panik, tapi tidak dengan XyRa tentunya. Ia tersenyum lalu bangun dari duduk, XyRa yang kembali mengulurkan tangan di sambut oleh Sean dengan wajah merah merona.


Keduanya berlalu ke kamar meninggalkan Axel dan Maya di ruang makan.


"Lihat, Sean selalu menghindarimu kan?" sindir Axel yang langsung tanpa basa basi lagi.


Maya yang menunduk sedih hanya bisa meneteskan air matanya. Semenjak ia disini, baru tadi ia bertemu dengan Sean lagi yang ternyata tidur lalu asik bermain di kamar orang-tuanya.


"Aku paham posisimu, tapi jika kamu terlalu tergesa gesa, Aku dan XyRa yang repot, May. Mari kita kerja sama untuk mengurus Sean sama-sama. Kamu dan XyRa sedang tak bersaing," ujar Axel yang kesal, diam-diam tentu ia pun memperhatikan sebab ini perihal putranya yang 4 tahun ia besarkan seorang diri.


"Maaf," jawab lirih Maya yang isakannya terdengar begitu sedih.


"Kamu bisa, percaya padaku. Tak ada yang akan merebut Sean darimu, jadi kamu tak perlu khawatir."


"Tidak!" jawab Axel singkat padat dan jelas.


Dahi Maya langsung mengernyit, ia memang belum mendengar untuk cerita yang satu ini jadi wajar jika wanita dengan status janda dua kali itu penasaran dengan awal mula Sang putra bisa sebegitu ketergantungannya dengan ibu sambungnya.


"XyRa tak pernah mendekat, tapi Sean sendiri yang datang dan memeluk XyRa. Aku bahkan saat itu belum memperkenalkannya sebagai Mamihnya," jelas Axel.


Raut wajah bingung kembali terlihat, awalnya Axel tak ingin menceritakan apapun, tapi melihat sikap Maya yang takut gegabah dalam bersikap tentu ia ingin antisipasi lebih dulu. Kasihan XyRa jika harus terus menerus menenangkan Sean.


"Maksudmu bagaimana?" tanya Maya.


"Aku menikahi XyRa lebih dulu sebelum Sean tahu, mereka bertemu setelah resmi menjadi ibu dan anak sambung. XyRa ingin kamu tinggal disini agar Sean menjadi penyemangatmu untuk cepat sembuh, jangan kacaukan semuanya," mohon Axel.


"Aku selalu buat ulah bagimu, kenapa aku tak mati saja saat XyRa menabrakku?" teriak Maya dengan memukul dadanya sendiri.


"Diam kamu!" balas Axel menyentak sambil reflek menggebrak meja makan, ia kesal karna ada dua orang berdiri di belakang Maya yang sempat histeris.


.


.


.


Jadi Mamih yang bikin Mamih Maya gak bisa jalan?