Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Part 58


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Sekoteng di sore hari seperti ini memang terasa mustahil di temukan, tapi demi si ibu hamil yang katanya sedang Ngidam, mereka pun terus mencari dan berkeliling.


"Sekotengnya belum dapet tapi kresek bekas jajanan udah numpuk," gumam XyRa yang baru sadar.


"Kan gak enak kalau nanya dong tapi jualannya gak di beli, Sayang," jawab Axel mencari alasan dengan terus memutar setir mobilnya.


"Tapi kan, Mas Axel sebenarnya bisa nanya ke orang yang lewat aja gak harus ke tukang Es kelapa, gorengan, bubur ayam sama kue pukis sampe akhirnya di beli semua, eh habis semua lagi," ujar XyRa yang aneh dengan kelakuan suaminya, ia juga seolah terhipnotis dan nurut saja saat menyuapi Axel bubur ayam sambil menyetir.


"Gak sekalian nanya sama kamu Sol Sepatu?" tanya XyRa saat melihat pedagang jasa itu lewat.


"Kamu mau nyuruh aku makan Benang?"


Mendengar hal tersebut XyRa sontak tertawa, benar dugaannya jika sang suami tak asal bertanya jika bukan tergoda dengan makanannya.


Tujuan kali pun akhirnya ke Alun alun kota, berharap apa yang mereka cari ada di sana.


"Wedang Jahe ya, kan sama rasanya, Sayang," tawar Axel.


"Buat aku, atau kamu?" tanya XyRa.


"Ya kalau kamu mau, aku pesen dua porsi," jawab Axel sambil mengusap tengkuknya.


"Papih makan mulu, ih," sahut Sean dari kursi belakang sambil terkekeh sama seperti Mamihnya.


Meski kecewa karna kedai Sekoteng belum buka, pilihan pun jatuh pada Es doger yang menggugah selera Axel saat ini.


"Kok jadi ini?" tanya XyRa aneh saat melihat pesanan yang di antar untuk mereka.


"Jahenya belum di gali. Baru kelapa yang di petik," sahut Axel sedikit berbisik.


Meski hampir sama topingnya, tapi tentu jauh berbeda bahan dasarnya. Jika sekoteng air jahe panas sedangkan Es podeng dari kelapa.


"Aku mau yang panas, malah di kasih yang dingin," kata XyRa.


"Aku pesen Mie rebus ya, pakai telor, bakso sama sosis, gimana?" tawar Axel


"Abang mau, Abang mau." kali ini justru putra mereka yang berjingkrak senang.


"Aku mau nasi goreng aja, Mas," pinta wanita itu yang di iyakan oleh Sang suami.


Axel pun kembali memesan apa yang di inginkan anak dan istrinya. Jika sedang begini, dua orang itu hanya tau pesan dan kenyang saja karna semua akan di lakukan oleh Axel, hal yang sama seperti para pria Rahardian untuk para pawangnya.


Mungkin, ini yang di namakan Karma Baik. Sebab mereka yang selalu me Ratukan pasangan kini seakan bertimpal balik pada keturunan perempuan mereka yang akan di Ratukan juga oleh pasangannya kelak.


"Abang mau ke toilet dulu ya," ucap Sean sambil bangun dari duduknya begitupun dengan XyRa.


"Mamih mau kemana?"


"Anter Abang ke toilet, katanya mau ke toilet," jawab XyRa.


"Abang sendiri aja, kan udah gede," timpal Si anak sambung.


Kadang, XyRa rindu manjanya Sean karna semenjak hamil anak itu kini seolah tak ingin banyak merepotkan padahal XyRa tak pernah masalah akan hal tersebut. Ia akan menyama ratakan kasih sayangnya tanpa ada perbedaan meski Sean bukan terlahir dari rahimnya.


"Mau pada kemana?" tanya Axel yang aneh melihat anak istrinya sama-sama berdiri.


"Enggak, aku mau anter Abang ke toilet, tapi Abang gak mau. Kamu aja, Mas, yang anter Abang ya," pinta XyRa yang khawatir jika Sean sendiri meski itu sangat dekat dari jangkauan matanya.


Axel pun mengiyakannya karna ia juga punya rasa khawatir yang sama seperti istrinya.


Sepeninggal Axel dan Sean, kini hanya XyRa yang menunggu pesanan mereka datang di antar oleh pelayan. Dan tak sampai 20 menit ada dua orang menghampiri ke meja dengan 4 nampan di tangan mereka.


"Mas, banyak banget? saya cuma pesen nasi goreng sama mie instan," ujar XyRa bingung dan takut salah.


"Iya, ini nasi goreng komplit dan ini mie instanya juga tanpa bubuk cabai," jawab Si pelayan sambil menunjuk dua menu yang memang benar itu pesanan XyRa.


"Lalu ini? ketupat sayur, ayam bakar, cuma tepung sama martabak telur punya siapa?" tanya XyRa lagi yang belum berani menyentuh.


.


.


.


Punya Si bapaknya yang pesen...