
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Pih, aku mau ke rumah XyRa ya siang nanti," izin Amih pada suami tampannya sambil memakaikan pria itu dasi di lehernya.
"Hem, jangan pulang malam."
"Kan pulangnya nunggu Apih yang jemput," sahut Amih dengan dahi mengernyit, biasanya tak perlu di ingatkan suami posesif nya itu akan menawarkan diri tapi ini....
"Cih, perginya sendiri kenapa pulangnya minta di jemput?" ledek Apih sambil tertawa.
"Kak Alaaaaaaaaaaaaaa!"
Percayalah, jika wanita itu sudah memanggil nama berarti emosinya sudah di ubun ubun siap mencubit bahkan menggigit bagian mana pun dari tubuh suaminya.
Apih yang tahu istrinya akan mengamuk sudah pasti akan menjauh dengan cepat, drama kejar kejaran hingga tumpang tindih pun terjadi, tak perduli setua apa umur keduanya yang jelas mereka masih sering bercanda bersama demi mengurangi rasa bosan yang hanya tinggal berdua di dalam rumah mewah kediaman Rahardian.
.
.
.
Saat izin sudah di dapatkan, kini saatnya Amih Ara merapihkan diri lagi setelah mengantar suaminya sampai ke teras depan. Ia periksa lagi beberapa yang akan di bawanya ke rumah Sang putri termasuk aneka macam cemilan untuk kedua cucu laki-lakinya Sean dan El. Tak ada yang di bedakan diantara keduanya kecuali porsi kemasan kecil dan besar, apapun yang di makan El akan sama juga yang di makan Sean, begitu pun sebaliknya.
"Pak, tolong antar saya sekarang ya," pinta Amih pada supir pribadinya.
"Baik, Nyonya."
Mobil mewah milik Amih pun perlahan meninggalkan rumahnya yang hanya ia tinggali bersama suami serta anak sulungnya yang belum ada tanda-tanda ingin menikah padahal semua sepupunya sudah kian sibuk mengurus anak dan istri masing-masing.
Tak sampai 60 menit, kendaraan mewah itu kini sudah memasuki halaman depan rumah milik Si bungsu dan berhenti di garasinya. Amih langsung turun dan masuk lewat pintu samping dimana langkahnya akan tembus ke ruang makan dapur bersih.
Kedatangannya yang di sambut beberapa ART dan Pelayanan membuat salah satu dari mereka memanggil Sang Nona muda Rahardian.
"Sengaja, Mamih bawa banyak cemilan untuk kalian, semalem Mamih abis rampok Apihmu," kata Amih sambil terkekeh.
Kegabutan seorang Asmara Kasih memang hanya seputar jalan jalan tak jelas atau berbelanja untuk anak dan cucu cucunya kini.
"Banyak banget, Mih."
"Iya, El sama Abang kan suka, suamimu juga kan?"
XyRa pun hanya menganggukkan kepala, keduanya mengobrol panjang lebar sambil duduk di kursi meja makan sampai rasanya lupa pada El yang ada juga bersama mereka. Anak yang begitu aktif dan bawel itu mendadak anteng tak bersuara, XyRa yang baru sadar dan ingat pada putranya pun langsung bangun dari duduk dan mengedarkan pandangannya ke seisi dapur bersih dimana ia dan Amih sejak tadi disana.
"Ya ampun Eeeeeeeel!" teriak ibu dua anak itu saat melihat kelakuan RaXel Rahardian Wijaya yang duduk di lantai dengan mulut asik mengunyah makanan.
"Ini kerupuknya kenapa di berantakin?" tanya XyRa yang gemas sambil mendekat kearah Sang putra yang ada di depan lemari pendingin.
El nda bantak bantak, Mih..
"Gak berantakin gimana? ini buktinya berserakan di lantai? hayo!" omel XyRa lagi.
.
.
.
Tupuk na Lali lali ndili, Miiiiih... ucat auh auh noh
Yang lari sama loncat itu Pocong El, bukan kepuruk 🙄🙄🙄.. kan.. kan.. kan.. jadi pengen gigit ekor buaya PapAy 😂😂😂😂