
🍂🍂🍂🍂🍂🍂.
"Potong Bebek Angsa, Angsa di kuali tapi bukan joged, ada juga minta dansa, El." saking gemasnya Sean hampir menggigit pipi adiknya itu.
Jodet jodet aja..
"Susah nanti nyanyinya," kekeh Axel.
Dibanding XyRa dan Sean, ia yang paling jarang mendengar celoteh putranya. Jadi saat yang lain paham ia malah masih sibuk berpikir keras untuk tau artinya, sebab dulu Sean tak banyak tingkah seperti El sekarang ini.
"Kita mau jajan apa?" tanya XyRa saat suaminya sudah mematikan mesin mobil.
Jajan ncim nuning nuning..
"Apa lagi tuh, Mih?" tanya Axel setelah ia membuat Seatbelt nya.
Ia yang kini mengambil alih perusahaan cabang Rahardian Group memang sangat sibuk, jarang sekali pulang sore karna hampir tiap hari selalu pulang di jam yang sudah mepet makan malam. Kadang, inilah yang dari dulu menjadi pertimbangan Axel.
"Jajan es krim mangga," jawab XyRa.
"Kok Nuning nuning?" tanya Axel lagi.
"Kan Mangga warnanya kuning, Mas!" Cetus XyRa kesal.
"Oh iya iya," kekeh pria beranak dia tersebut yang dua duanya adalah jagoan.
Lalu bagaimana dengan rencananya yang ingin punya keturunan banyak?
Tentu sedang sangat di perjuangkan oleh mereka yang sepakat tak akan menundanya lagi.
Keluarga bahagia itupun kini sudah turun dari mobil, seperti biasa El sulit sekali di gendong ia ingin seperti abangnya yang bebas berjalan. Sean adalah panutan bagi El dan itu sangat di sadari oleh kedua orang tuanya Maka tak salah ia XyRa maupun Axel meminta untuk si sulung menjaga sikapnya.
Satu persatu semua kedai jajanan di tunjuk El tapi entah yang mana yang sebenarnya ia mau. Sudah sering terjadi seperti ini dan orangtuanya hanya bisa menuruti, sebenarnya anak itu hanya ingin sekedar jalan-jalan tanpa ingin apa-apa, hanya saja kadang Papihnya yang justru gatal saat melihat jejeran pedagang.
"Ini mau?"
Nda... El mau Tupuk Tupuk
"Apa lagi tuh? El tunjuk aja, jangan ngomong, pusing Papih," mohon nya pada Si bungsu.
Jalan sana sini, pilihan El jatuh pada Crepes rasa coklat dan bocah itu selalu bilang Tupuk karna lebih mudah mengucapkannya.
"Udah kaya jarak Bumi sama Matahari ya, jauh banget," jawab Axel sambil mengelus dada.
"Eh, Abi aku kenapa di bawa bawa?" protes XyRa yang langsung mendapat ciuman di pipi sambil pria itu meminta maaf.
Kini tinggal Sean yang tak tahu ingin apa, ia masih mengedarkan pandangan memilih apa yang ingin di makannya saat ini.
Tupuk El, mau???
Sean menggelengkan kepalanya, ia memang tak terlalu suka dengan Crepes tak seperti adiknya yang apa saja di makan asalkan manis.
"Abang mau apa? mau jajanan atau makan?" tawar XyRa yang ia sendiri sebenarnya sama sedang berpikir. Dan mungkin akan satu selera dengan Sean jika anak itu mengutarakan inginnya.
"Hem, apa ya? makan aja, Mih. Abang mau sate ayam," jawab Sean.
Axel yang mendengar hal tersebut langsung memesan dua porsi untuk anak dan istrinya, sedangkan ia memilih es buah.
Ketiga menu makanan sudah tersaji di atas meja dan malah El yang bertepuk tangan senang.
Nih apa, Mih?
"Ini sate ayam, El mau?" tawar XyRa.
Nda, HAM
"Gak pedes nih punya Abang," dengan cepat Sean menawarkan punyanya seperti biasa.
Nih ate ate Nih otong otong..
"Punya Abang gak ada lontongnya, El mau Lontong? papih peseninnya," timpal Axel.
.
.
.
Nda, El mau puwang. Yuk puwang yuk ntal didit Ulel...