Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Part 48


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Eh, kok gitu? gak usah, Bang!" selak Axel langsung padahal Sean sudah menenggelamkan tubuhnya lebih erat dalam pelukan sang ibu sambung.


Anak itu tentu tak acuh, ia malah memejamkan matanya sambil mengeratkan dekapan pada wanita yang selama ini sosoknya di cari dan di butuhkan. Sedangkan XyRa merasa tak kuat lagi menahan tawanya ketika melihat ekpresi kesal Sang suami sebab sebelum putra mereka datang tangan pria itu sudah jalan-jalan kearea perbukitan kode ingin memanjakan Si ulat bulu jumbo.


"Ssst, Abang udah tidur," ucap XyRa saat Sean sudah memejamkan kedua matanya.


Tak ada yang mengajari, nyatanya anak itu sudah memanggil dirinya sendiri dengan sebutan yang ia mau, sungguh sangat membuat orang tuanya benar-benar bangga pada sosok Sean yang nampak semakin pintar dan penyayang.


Axel yang berdecak kesal turun lagi dari ranjang. Tapi, sekesal apapun ia, sebagai Ayah ia tetap mencium kening dan mengucapkan selamat malam pada Si sulung seraya mendoakan semoga mimpi indah menyertainya.


Awalnya, Axel memilih menonton TV dengan berbaring di sofa tapi rasa bosan hinggap di benak pria itu mana kalau XyRa justru malah ikut terlelap.


Axel yang mendekati kearah XyRa mencium kening wanita itu sebelum ia keluar dari kamar.


"Gagal deh, nengokin dede bayi Abang Sean," kekeh kecil Axel seraya mengusap kepala bidadari dunianya.


Ia baru sadar, jika memang aura wanita sangat berbeda akhir-akhir ini, tapi karna mereka begitu sibuk setelah kejadian kecelakaan tempalo hari, jadilah semua di kesampingkan.


Cek lek


Axel menutup pelan pintu kamar berwarna coklat agar tak mengganggu tidurnya anak dan istri. Kini pilihan Axel menuju lantai bawah yaitu dapur bersih. Segelas susu hangat ia harap bisa membuatnya cepat terlelap mengingat besok begitu banyak pekerjaan yang menunggunya di kantor.


"Kalian sedang apa?" tanya Axel saat ada Maya dan perawatnya juga disana.


"Sedang buat teh, Tuan."


"Oh, kamu belum tidur, Maya?" pertanyaan khusus Axel berikan pada Sang mantan istri.


"Apa ada yang sedang kamu pikirkan?"


"Tak ada, biasa saja. Sean sudah tidur? aku ingin melihatnya, tapi--," ucap Maya lirih, ia tak bisa melakukannya karna kamar mereka berbeda lantai. Hanya ada tangga di rumah ini jadi memungkinkan untuknya bisa ke lantai atas menghampiri Sean.


"Abang sudah tidur dengan XyRa di kamar kami," jawab langsung Axel.


Maya yang tadinya tak acuh pada Axel akhirnya menoleh.


"Kenapa? bukankah Sean sudah tidur sendiri?" tanya Maya dengan tatapan aneh.


"Hem, tapi dia tadi datang ke kamarku, dan ingin tidur bersama setelah mengucapkan selamat malam kepada calon adiknya," sahut Axel lagi.


"Sepertinya ia bahagia sekali XyRa hamil, ia paham dan sepertinya sudah tak sabar menjalankan perannya sebagai seorang kakak. Aku turut senang melihatnya." Maya tersenyum simpul karna memang itulah yang ia rasakan, ia tak akan menganggu rumah tangga mantan suaminya karna sejak awal tak ada rasa sama sekali dengan Axel tapi tidak dengan Sean yang kini begitu sangat ia sayangi.


"Bisa tolong katakan pada XyRa," mohon Maya yang langsung membuat kedua alis Axel bertautan.


"Katakan apa?" tanya Axel.


.


.


.


Jika ia sudah punya anak sendiri, tolong jangan kecewakan anak sambungnya, sebab masih ada ibu kandungnya yang berharap bisa mengurusnya.