Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
part 34


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Sean yang di tuntun kedua tangan dan berhenti di depan sebuah pintu menahan Mamih dan Papihnya untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.


XyRa yang paham karna anak itu sempat merajuk saat di rumah sebelum pergi pun langsung berjongkok di hadapan anak sambungnya.


"Jangan takut ya, ada Mamih dan Papih."


"Mamih janji kan gak kasih Sean ke Mamih Maya?" tanyanya yang kedua matanya langsung berkaca-kaca menahan sedih tak terkira.


"Tentu, Sayang, mana mungkin Mamih lakukan itu, Sean akan tetap dengan Mamih, Ok," jelas XyRa yang sedih karna Sean sampai punya pemikiran seperti itu, pelukan hangat pun ia berikan pada putranya yang kini mulai terisak lirih.


Dirasa sudah sama sama tenang, Axel pun mulai membuka pintu ruang rawat inap tempat dimana kini Maya berada, wanita yang sudah lebih dari 30 menit menunggu itupun tersenyum pada tiga orang yang masuk secara bergantian tersebut.


"Siang, Maya," sapa Axel seperti biasa tanpa terkesan berlebihan.


"Siang, mana Sean?" tanya langsung memaksa ingin cepat melihat sosok anak kecil yang sudah sangat ia rindukan itu.


"Sean, Mamihmu ingin menyapa, Ayo, Sayang," ucap XyRa pada bocah yang ada di belakangnya itu.


Sean yang sebenarnya ingin pulang mau tak mau menampakkan dirinya, ia menggeser kan kakinyan dari belakang tubuh Mamih XyRa.


"Nak, sini?" ajak Maya dengan tangis yang langsung pecah karna detik ini ia bisa melihat Sean secara nyata didepan mata meski masih sangat berjarak.


Sean menggeleng kan kepalanya pelan tanda tak mau dan tak siap, bagaimana pun Maya tetap asing untuknya, ia tak lebih orang dari orang baru yang harus pintar mengambil hati bocah tersebut.


"Mamih sini aja ya, gak boleh pergi," mohon Sean sambil terisak.


"Iya, Mamih disini sama Papih," jawab XyRa sambil menghapus air mata diwajah tampan anak sambungnya yang masih saja terisak sedih.


Sean pun mengangguk meski pelan, ia berjalan kearah ranjang pasien tempat dimana kini Maya duduk menunggu sebuah pelukan dari malaikat kecil yang ia tinggalkan begitu saja demi kebahagiaan semua.


Maya langsung meraih tangan putranya agar bisa lebih dekat dan bisa leluasa menyentuh, Sean tentu tak semudah itu untuk mau hingga ia harus menoleh lebih dulu kearah Mamih dan Papihnya.


XyRa yang menganggukkan kepala memberi izin untuk anak itu mendapatkan pelukan.


"Sean, Maafkan Mamih ya, Nak," ucap lirih Maya yang menangis sesegukan meluapkan rasa rindu.


Ia tak pernah se tersiksa ini menahan rasa untuk anaknya, tapi semua berubah semenjak ia melihat Sean dari Foto yang di tunjukkan XyRa beberapa waktu lalu.


"Mamih janji gak akan tinggalin Sean lagi ya, kita akan sama-sama, Sean anak Mamih, kesayangannnya Mamih" tambahnya sambil menciumi seluruh wajah malaikat kecilnya yang tak berdosa saat ia tinggalkan. Tuhan ternyata masih baik Mempertemukan mereka di tengah kondisi Maya yang sudah sulit memiliki anak akibat kecelakaan yang menimpanya beberapa tahun lalu.


.


.


.


Katanya, Mamih Maya surga Sean. Tapi, Mamih XyRa dunia paling indah buat Sean.