
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Dave--, tunggu! tunggu aku Dave, aku merindukanmu," teriakan XyRa yang cukup sangat kencang membuat pria yang sudah tenang di tempat barunya itu menoleh.
"Tunggu, aku ikut," mohon XyRa lagi dengan nada lirih serta mata yang berkaca-kaca tak kuasa menahan sedih bercampur rindu.
"Ikut kemana, Cantik?" godanya seperti biasa dan itu membuat tangis XyRa justru pecah.
"Ikut denganmu, aku rindu."
"Jangan, aku tak lagi sama denganmu. Kita punya tempat yang jauh berbeda, bukankah kamu sudah sangat berbahagia?"
XyRa yang terisak langsung menunduk, memang benar yang di katakan Dave ia sudah sangat sangat bahagia namun ia tetap rindu dengan sosok cinta pertamanya itu. Dave punya tempat lain di hatinya yang tak bisa di gantikan meski oleh Axel sekalipun.
"Kamu tak sayang padaku, aku selama ini menunggu saat saat seperti ini tapi kamu justru mengabaikan ku," kata XyRa yang perlahan mendongak sampai pandangan keduanya kembali bertemu lagi.
"Aku tak pernah mengabaikanmu, aku selalu memperhatikanmu dari kejauhan, Ra. Cepat kembali, kasihan suami dan dua jagoan kecilmu itu," jawab Dave sambil tersenyum.
Deg..
Bagaimana XyRa lupa dan malah ingin ikut bersama Dave sedang kan ia punya tiga laki-laki tampan yang menjadikannya Ratu.
"Tapi--"
"Sudahlah, kita sudah bertemu kan? aku tak pernah kemana-mana. Aku sudah ikhlas melepasmu begitupun denganmu yang harus sadar jika aku sudah tak bisa lagi memelukmu, pulanglah," potong Dave yang perlahan berjalan mundur untuk menjauh.
"Dave!"
"Axel, Sean dan El menunggumu, mereka jauh merindukanmu dibanding kamu yang rindu aku. Sampai jumpa nanti, aku menyayangimu, XyRa."
.
.
.
Satu minggu berlalu, XyRa yang masih terbaring tak sadarkan diri belum memperlihatkan tanda jika keadaannya sudah jauh lebih baik. Semua keluarga bergantian menjenguk, menemani dan mengasuh El juga Sean yang masih tinggal di rumah utama.
"Ayo pulang, bukankah kamu kangen Abang dan El??" lanjutnya lagi yang selalu saja langsung terisak sedih tak kuasa.
Apih yang berada di dekat menantunya hanya bisa mengusap punggung pria dua anak tersebut, Apih lah yang selama ini membantu Axel bangun dan mendekat kearah XyRa, meski mereka satu kamar namun tetap berbeda ranjang.
"Sudah, Xel. Kamu juga harus cepat sahat kembali," ujar Apih yang hanya di balas anggukan kepala.
Di ruang rawat inap, hanya Apih dan ArXy yang menemani karna Amih dan yang lain akan datang sore nanti bersama anak anak.
Tapi, mereka justru kaget saat pintu terbuka dan Sean lah yang masuk lebih dulu sedikit berlari.
Ini kali keduanya ia dan El datang menjenguk Mamih mereka yang masih terbuai indahnya mimpi di bawah alam sadar yang entah sampai kapan.
"Katanya Sore?" tanya Apih sambil mengambil alih El dari gendongan keponakannya.
"Abang gak sabar," jawab Amih yang langsung mendekat kearah putrinya.
Sean yang mendapat pelukan hangat dari Papihnya lalu berdiri di samping seorang wanita yang selalu ia sebut sebagai Dunianya.
.
.
.
Abang datang lagi, Mih. Yuk pulang, lusa ada lomba mewarnai di sekolah. Abang mau di anter Mamih..
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Adakah yang mau kepoin cucunya Daddy Riko dan Mommy Ameera gak 🤣🤣..
Anaknya Zico si Uncle donat yang ceritanya di gantung di pohon beringin 🙄🙄