
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Praaaang..
Sebuah benda pipih jatuh begitu saja dari tangan Sang Tuan besar Rahardian mana kala ia mendengar kabar buruk dari pasukan Gajah yang kini tengah di alami oleh Keponakannya. Kecelakaan yang terjadi saat arah pulang membuat XyRa dan Axel kini tengah di bawa ke rumah sakit terdekat.
Tubuh yang lemas dan perasaan takut luar biasa menjalar hingga Samudera serasa tak bisa menopang tubuhnya sendiri.
"Appa--," panggilnya lirih, sebab Samudera selalu takut dengan hal seperti ini.
Ia yang menarik napas berat lalu di buangnya perlahan akhirnya keluar dari ruang kerja menuju ruang tengah di mana kini ada Apih Gala, mereka yang tak lain adalah sepupu langsung bicara berdua.
"Ada apa?"
"XyRa dan Axel kecelakaan di jalan tol, mereka kini ada di rumah sakit kota B," jelas Samudera tanpa basa basi langsung ke intinya agar adik sepupunya dan ArXy segera ke tempat kejadian.
Rasa yang serupa pun di rasakan oleh Gala, ia lemas dan hampir saja tak sadarkan diri sebab dua jam lalu putri bungsunya itu baru saja berpamitan akan pulang sebab urusan Sang suami sudah selesai.
"Jangan bercanda," ujarnya masih berharap jika ini adalah sebuah lelucon.
Tapi Samudera hanya bisa menggelengkan kepala, ia juga minta ArXy untuk cepat datang dan jangan katakan apapun dulu pada Amih.
.
.
.
Pasangan suami istri yang bahagia dengan dua putra mereka kini terkapar tak sadarkan diri di ruang IGD. Dari hasil pemeriksaan ternyata XyRa lah yang lebih parah sebab ada benturan cukup keras di kepalanya di banding Sang suami. Pendarahan yang di alaminya itulah membuat Team dokter lebih fokus pada Sang Nona muda Rahardian saat ini.
Dan kurang lebih satu jam, kini Apih Gala dan Putranya ArXy sudah sampai di rumah sakit yang tak terlalu besar hanya saja memang itu yang paling dekat dengan tempat kejadian perkara.
Kedua pria tersebut langsung di bawa ke ruang IGD tapi tak izinkan untuk masuk. Mereka hanya bisa menunggu di luar dengan perasaan yang tak bisa di jelaskan.
"Apih, kuat ya. XyRa gak apa-apa," ucap lirih ArXy yang sama takut dan paniknya tapi ia berusaha untuk kuat karna ada Apih nya yang harus di tenangkan.
"XyRa, tadi pagi ia berjanji pada Apih untuk cepat pulang, tapi Apih mohon untuk pulang kerumah jangan pulang kemana mana lagi," jawab Apih Gala yang kini sudah berurai air mata sedih.
"XyRa nanti pulang sama kita, Pih. Ada Sean dan El yang nunggu juga Amih. XyRa tahu itu."
Apih Gala hanya mengangguk. Sulit rasanya untuk tenang apalagi jika membayangkan istrinya tahu tentang apa yang kini tengah di alami Putri mereka. Belum ada kabar apapun dari dokter membuat pria itu serba salah, ingin sekali ArXy mendobrak pintu ruang IGD untuk tahu dan melihat langsung adiknya jika saja tak di tahan oleh Apih.
.
.
.
Ayo, Ra. Cepat sadar..