
🍂🍂🍂🍂🍂
Axel yang pergi membeli makan siang bersama Sean mau tak mau meninggalkan Sang istri di ruangannnya. Tapi, wanita itu tentu tak sendiri sebab ada Mira yang menemani. Axel sengaja meminta asistennya tersebut untuk menyelesaikan sebagian pekerjaan mereka di ruangannya hanya demi membuat XyRa tak kesepian.
"Mira, sejak kapan suamiku menimbun banyak makanan seperti ini?" tanya XyRa yang penasaran.
"Hem, kurang lebih sebulan mungkin," jawab Mira.
"Sengaja? memang dia seperti apa jika di kantor?"
"Iya, Bu. Tiada hari tanpa ngemil dan makan. Sehari bisa 3 sampe 5 kali nyuruh saya keluar beli apapun yang di minta Bapak," jelas si gadis cantik yang cukup akrab dengan Axel karna Mira adalah adik dari salah satu teman Pria itu.
"Oh, dia suruh kamu?"
Mira lantas mengangguk, ia tentu tak menolak sebab uang jalanannya yang menggiurkan dan belum lagi ia tak perlu lelah mencari dengan sepeda motornya karena ada supir perusahaan yang siap berkeliling mencari apa yang di inginkan oleh Pak GM.
XyRa hanya tersenyum, semenyebalkan itu ternyata suaminya jika di kantor, mengorbankan Sang asisten untuk memenuhi drama ngidamnya. Awalnya XyRa tak percaya, karna jika di rumah normal seperti bisa, usai makan malam lalu lanjut menikmati cemilan saat bersama di ruang tengah itu tentu sangat wajar, terkecuali saat mereka pergi ke luar rumah memang kadang napsu makan Axel menjadi di luar nalar.
"Tapi gak hanya buat Bapak aja kok', Bu. Bapak juga beliin buat karyawan yang lain, jadi sebenarnya kita makan sama-sama," kekeh Mira saat melanjutkan ceritanya.
"Turuti saja kalau suami saya ingin sesuatu ya" pesan XyRa yang langsung membuat dahi Mira mengernyit.
"Memang kenapa, Bu?"
Tak semua orang merasakannya, mungkin hanya sebagian pasangan yang cukup memiliki ikatan bathin yang bisa menikmati indahnya berbagi pengalaman dan rasa luar biasa tersebut.
"Ya ampun, Bu. Selamat ya, pantes Bapak tuh lain banget. Nyarinya yang kecut kecut mulu, saya sampe heran dan jadi pelanggan tetap tukang rujak sama tukang es," ucap Mira yang kini di sela gelak tawanya.
Gadis cantik itu benar-benar berperan besar dalam drama kehamilan XyRa karna nyatanya Axel cukup malas untuk berusaha mencari apa yang ia inginkan. Pria itu hanya tau kenyang dan kenyang tanpa bertanya Mira mendapatkan semua itu dimana, padahal asal Axel tahu, Mira tak jarang harus ribut dengan pembeli lain hanya karna soal antrian. Tapi, demi uang jalan yang bisa membuat hatinya senang, Mira pun tetap mau meski harus berdiri di bawah teriknya matahari atau sambil memegang gagang payung saat hujan atau gerimis.
"Benarkah? sekali lagi terima kasih banyak ya, Mira." XyRa sampai meraih tangan gadis itu, dan ini tentu suatu kebanggaan tersendiri bagi Sang asisten.
"Iya, Bu. Sama-sama, saya ikut seneng. Ternyata ada udang di balik tepung, lagi pula pengorbanan saya gak seberapa sama pengorbanan Supir, Office Boy atau petugas Keamanan," lanjut Mira.
"Loh, memang mereka kenapa?" tanya XyRa bingung dan semakin di buat penasaran saat Mira tertawa terpingkal pingkal.
.
.
.
Mereka seringnya justru di suruh manjat pohon sama pager rumah orang, Bu...