Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Seasin 2# 52


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Drrtt... drrtt... drrtt...


getaran ponsel di dalam tas kecil yang tergeletak begitu saja di atas meja kerja Sang suami membuat XyRa langsung menghampiri benda tersebut, padahal langkahnya akan menuju ke lemari pendingin.


"Amih, ada apa ya?" gumam XyRa yang langsung ingat pada dua anaknya yang ia ungsikan ke rumah Qia, entah kenapa waktu itu ia ingin sekali bercumbu dengan suaminya hingga nekat mendatangi Axel ke kantor.


"Hallo, Mih," sapa XyRa yang masih menerka alasan wanita itu menghubunginya.


"Kamu masih di kantor?" tanya Amih yang di jawab anggukan kepala seolah ibunya tersebut ada di depannya.


"I--iya, Mih."


"Anak-anak dimana? masih di rumah Qia juga?" tak hanya sekali nyatanya Amih terus memberi pertanyaan, bukan langsung ke inti pembicaraan.


"Iya, mereka disana, nanti saat pulang dari kantor baru di jemput oleh kami, ada apa sih, Mih?" tanya XyRa yang penasaran.


"Ya sudah, kalian langsung saja kerumah utama, biar anak-anak pergi dengan Amih kesana ya, jangan lama-lama, sebelum makan malam kalian sudah disana," jelas Si anak curut kesayangan Baby Koala.


XyRa pun langsung mengiyakan tanpa bertanya lagi tujuan mereka berkumpul di bangunan mewah tersebut karna tak ada acara apapun keluarga besar itu sudah biasa makan malam bersama.


Panggilan telepon pun di akhiri, kini XyRa kembali masuk kedalam kamar untuk memberitahu suaminya yang tadi masih terlelap. Pelepasan luar biasa yang pria itu rasakan nyatanya membuat ia lemas hingga akhirnya tertidur.


"Pih, pulang nanti kerumah utama ya," ujar Si cantik yang sudah membersihkan tubuhnya lebih dulu.


"Hem," sahut Axel yang hanya berdehem.


"Pih, denger aku gak?" tanya XyRa yang kini sambil menggoyangkan lengan suaminya itu.


"Iya, nanti," jawabnya dengan suara pelan tanpa membuka mata. Sudah biasa bagi Axel yang akan selalu seperti orang tak sadarkan diri jika usai ber cinta apalagi ini XyRa yang memancing duluan.


.


.


.


Sean dan El yang sudah di jemput Amih merasa senang karna mereka akan berkumpul di rumah utama meski Shaka dan Sky tak ikut dengan alasan Nenek Olla sedang tak enak badan, Qia tentu tak akan tega meninggalkan Ibu mertuanya begitu saja.


"Mamih sama Papih disana?" tanya Sean sebelum mereka sampai.


Sean pun mengangguk paham tapi El malah masih anteng sendiri berceloteh sesuka hatinya sambil melihat kearah luar jendela mobil.


Sampai di rumah utama, mereka yang turun langsung di sambut oleh Si kembar dan juga Bubunnya. Sean yang ditarik oleh Angkasa juga Fajar meninggalkan El sendiri.


Apa inggalin El?


Amih yang mendengar itupun tertawa bersama keponakannya.


"El sama Amih aja ya, biar Abang main sama Abang Asha juga Aa," kata Amih sambil mengusap kepala cucu kandungnya.


Yiyin na?


"Lilin sama Phiu di Aquarium," jawab Bubun, dan belum juga Embun menambahkan anak itu malah berlari ke tempat yang disebut Nyonya besar Lee.


Yiyin... oh.... Yiyin, angis ya?


Lintang yang mendengar ada suara lain pun menoleh.


"Anak kecil lagi, anak kecil mulu, anak kecil telus, BOSEN," ucapnya malas.


Apain? iyat Itan lenang?


"Iya, ikan lagi berenang, El mau berenang disini?"


"Phiuuuuuuuu, jangan ajakin anak kecil ih!" Protes Lintang padahal pawangnya itu hanya basa basi.


Angis ya.. tuh kan.. angis Yiyin.


"Sanalah, pergi sana!" usir Lintang kesal, baru saja berhenti kini ia malah menangis lagi.


.


.


.


Ayuk Piyuh, pegih yuk pegih...