Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Part 74


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh.


Ya, sudah sebesar itu kandungan XyRa sekarang, dan jangan tanya sudah sebesar apa perut Si ibu hamil sekarang karna mungkin ia seperti sedang menyembunyikan buah semangka.


Lalu bagaimana dengan Axel?


Sudah sebulan belakangan kemarin pria dua anak itu sedang mati matian menurunkan berat badannya ke seperti setahun yang lalu tepatnya saat pertama kali menikahi XyRa.


Ada beberapa kotak di perutnya saat dulu, tak seperti sekarang Si kotak bersatu jadi bulatan yang jauh dari kesan seksi.


"Mas minum jusnya dulu," ucap XyRa saat masuk ke ruang Gym yang dulu di biarkan nya begitu saja.


"Es cendol enak nih, Sayang," bisik Axel menggoda dengan cara berbisik saat Xyra suda meletakkan apa yang kini di bawanya ke atas meja.


XyRa yang hanya mencebik malah membuat Axel tertawa lalu merengkuh wanitanya. Wanita yang teramat cantik luar dalam dari segi manapun. Dan tak hanya itu, sebab ia juga begitu baik, dewasa dan pastinya kaya raya. Siapapun akan jatuh cinta pada Xyra dan mungkin akan mengincarnya tak perduli dengan status istri orang.


"Mas, aku jadi lahiran di ibu kota kan?" tanya XyRa memastikan obrolan mereka saat usian kandungan wanita itu menginjak 5 bulan.


"Iya, Sayang, kenapa?"


Axel tentu tak berani berkata tidak, sebab rumah sakit yang di jadikan tempat bersalin pun adalah rumah sakit milik keluarga Rahardian. Sudah ada satu lantai khusus untuk mereka saat ada keturunan Gajah yang melahirkan atau sakit, jadi tak bergabung dengan pasien lain begitu pun dengan tingkat keamanan, kebersihan hingga Kestrilan tiap tiap ruangannya.


"Jangan bilang mau dari sekarang ya, kesananya," ledek Axel lagi sembari mencubit hidung sang istri yang mancung.


Meski sedang berbadan dua dan masuk trimester ketiga, bentuk tubuhnya tak jauh berbeda.


Justru aura tubuhnya kian terlihat dan banyak yang memuji jika XyRa tetap cantik seperti saat gadis.


Rumah tangga mereka kini semakin membaik, tak pernah ada masalah yang berarti hingga berujung dengan pertengkaran hebat diantara mereka berdua meski selisih paham dan adu argumen kerap terjadi dan itu cukup wajar mengingat mereka adalah dua kepala yang bertemu saat sudah dewasa.


"Sean masih sekolah, aku juga masih ada kerjaan, Sayang."


"Kamu yakin gak mau ambil alih perusahaan? kasihan kak ArXy, Mas," ujarnya masih memohon suaminya mau ikut serta mengurus Rahardian Group.


"Aku tahu, biar nanti ku pikir kan lagi ya," jawab Axel yang hanya tersenyum kecil.


Keduanya pun keluar dari ruang Gym menuju kamar. Mereka yang harus bersiap untuk makan siang punya sedikit waktu untuk beristirahat sejenak.


Di atas Ranjang tempat mereka berbaring bersama ada obrolan yang cukup lebih serius tentang nama Sang buah hati kelak yang kini masih jadi bahan perdebatan pasangan suami istri tersebut.


Jenis kelamin yang masih samar samar membuat mereka bingung menentukan meski sudah ada beberapa yang di pilih.


"Pokonya harus aku yang kasih," keukeh XyRa.


"Aku juga wajib nyumbang, kan kita bikinnya berdua." protes Axel tak mau kalah.


"Kan bikin berdua, tapi yang hamil dan lahirin aku cuma sendiri," balas XyRa dengan tatapan serius.


.


.


.


Tapi kan aku kebagian ngidam juga, Sayang.