
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
XyRa yang banjir keringat langsung di tutupi tubuh polosnya oleh Axel yang masih lemas usai pelepasan nikmatnya. AC yang menyala seakan tak terasa bagi mereka yang baru saja menggali penjelajahan hingga sampai ke surga dunia.
Di usapnya juga kening XyRa sambil berucap terima kasih yang entah sudah berapa kali di lontarkan oleh Axel. Ia yang dulu sempat mati rasa dan tak ingin BercIntA lagi, nyatanya kini malah begitu candu dengan apa yang ada di diri wanita dalam pelukannya. XyRa segalanya bagi Axel, ia sudah benar memasrahkan hati, hidup dan matinya disisi ibu dari dua anaknya tersebut. Jangankan niat mendua karna untuk sejenak menoleh ke yang lain saja tak pernah terbersit dalam benaknya.
Biarkan pernikahan keduanya ini tetap bahagia dan saling setia, tak hanya untuk mereka berdua pastinya , tapi juga bersama dengan anak anak yang kini sedang tumbuh besar semakin pintar dan menggemaskan.
"Mas, kapan pulang? aku takut di cariin El sama Abang," tanya XyRa dengan mata yang masih terpejam.
"Mereka nginep di rumah utama, Abang langsung berangkat sekolah besok dari sana," jawab Axel yang lagi dan lagi mencium kening basah istrinya.
Permainan yang luar biasa membuat mereka masih menikmati sisa sisanya.
"Kok gitu?"
"Hem, jadi kita juga nginep disini ya," kata Axel lagi dengan senangnya.
Jika mau, padahal dirumah pun tak masalah karna anak anak juga tak ada. Tapi Axel hanya sedang ingin suasana baru yang sejak adanya El justru lebih sering bermain SEADANYA dan SEBISANYA yang dalam artian, kadang hanya satu macam itu pun pelan-pelan jika di ranjang atau tak nyaman saat di sofa. Dan hari ini adalah kesempatan untuknya bebas mengekspresikan imajinasi Si Ulat bulu jumbo.
"Tapi besok pulang ya," pinta XyRa, berbeda dengan suaminya ia tentu tak akan bisa lepas memikirkan dua jagoannya dirumah utama.
"Iya, mudah mudahan abis pulang dari sini GOAL ya semburan nya," kekeh Axel yang sangat berharap ada bayi lagi di rumah mewahnya untuk menambah ramai suasana, padahal El saja masih banyak yang belum ia pahami bicaranya.
.
.
.
El, mahu upet lolong lolong meja ya...
"Apain upet?" tanya Lintang lagi yang kini sudah berkacak pinggang sok jagoan padahal masih hobby melakukan paduan suara dengan tingkat volume di atas rata-rata.
Ntal cali cali Abang tayang El
"Emang ikutan?"
Itut itut yaaaa...
"Kan gak gambreng, gak suit juga," oceh bungsu Lee tersebut.
El yang paham namun tak bisa mengutarakan maksudnya malah masa bodo dengan ocehan Lintang, ia tetap masuk ke dalam kolong meja dan duduk di sana sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. Jika ada yang melihat bocah itu pasti ia akan tertawa lepas di buatnya. Nasib jadi yang paling kecil memang menyedihkan, hanya ikut ikut meski di abaikan.
"Lintang! Yeeeeee, Lilin jaga," sorak Sean yang berjingkrak senang sambil bertepuk tangan karna berhasil menemukan sepupunya yang berdiri sendiri di tengah ruangan, sebab yang lain sepertinya sudah bersembunyi termasuk El yang entah dimana menurut Sean.
.
.
.
.
Huaaaaaaaaa.... Lilin kan belum UMPEEEET.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Ini, kalian pada gak mau mampir apa di lapaknya Chaka 😭😭😭😭😭.. sepi banget kaya isi dompet 😔😔😔 akhir bulan!