
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Istri saya hamil, Dok?" tanya Axel meyakinkan apa yang di dengarnya tak salah.
"Betul, Tuan. Baru masuk usia 7 minggu. Dan saya harap di jaga baik-baik ya, hindari mengangkat barang berat dan juga Stress. Perbanyak vitamin, buah dan sayur, " jelas dokter memberi peringatan.
Axel yang akhirnya yakin menoleh kearah XyRa secara bersamaan dengan wanita itu juga, tak ada kata yang terucap tapi sorot mata tetap menyiratkan betapa bahagianya mereka saat ini.
"Kamu hamil, Sayang," ucap Axel senang dengan mata berkaca-kaca.
"Aku jadi ibu lagi, Mas," balasnya yang tak sanggup menahan tangis.
Ia yang sudah jadi seorang ibu semakin bahagia dengan hadirnya Si calon buah hatinya sendiri. Kebahagiaan kian kuat saat mereka juga tak lupa memberikan pelukan hangat untuk Sean.
"Mau punya dede bayi?" tanya Si tampan yang belum paham betul.
"Iya, Sayang. Sean mau punya dede?" tanya XyRa.
Anak itu pun mengangguk, meski masih terlihat kebingungan.
Kabar gembira ini pun langsung di beritahukan kepada Amih dan Apih di ibu kota. Orangtua manapun akan senang mendengar nya karna ini adalah cucu pertama bagi mereka meski Sean sudah di anggapnya cucu juga. Tapi kabar kehamilan Si bungsu tetap menjadi yang paling membahagiakan.
"Mau mereka yang kesini, atau kita yang ke sana, Mas?" tanya XyRa saat orang tuanya ingin bertemu.
"Aku belum lihat jadwal ku, Sayang."
"Hem, baiklah. Aku akan minta mereka saja yang kemari," jawab XyRa yang tak keberatan apapun keputusan suaminya nanti.
"Ada Maya, aku takut Amih dan Apih tak nyaman, Sayang."
"Mereka kan sudah tahu, Mas," jawab XyRa .
"Tahu bukan berarti menerima. Jangan samakan jalan pikiran mereka denganmu yang punya rasa sabar tak berbatas," ucap Axel yang akan merasa tak enak hati.
Sebaik apapun Maya, ia tetap mantan istrinya meski kini yang di lihat adalah cukup ia sebagai ibu dari Sean. Tapi semua tak akan semudah itu bagi mereka yang tak paham dan sensitif dengan apapun cerita di masa lalu.
"Tidak, Sayang." Axel menjawab sambil menggelengkan kepala.
"Itu semua karna tahu aku baik-baik saja meski ada Mantan istrimu satu atap denganku. Tak ada yang berubah darimu, kita menjalani semua ini sama seperti hari hari sebelumnya kan?"
"Tentu, aku paham."
Selagi XyRa tak pulang sambil menangis memang Axel masih di jalur aman. Keluarga wanita itu hanya akan bertindak jika Sang Nona muda sudah terusik dan terluka. Lagipula hubungan keduanya tetap sama meski adanya Maya. Tak ada yang berubah dari Axel termasuk perhatian dan cara ia memperlakukan sang Istri.
.
.
Sampai di rumah, tanpa di sangka Sean malah menemui ibu kandungnya di ruang tengah yang sedang menonton Tv bersams perawat. XyRa dan Axel yang menyusul hanya mendengarkan apa yang akan di ceritakan anak itu.
"Mih, Sean mau punya dede loh," Ucapanya senang tepat di depan Maya.
"Dede?" tanya wanita itu belum paham.
"Iya, di perut Mamih XyRa ada bayi dedenya Sean," jelasnya lagi yang langsung membuat Maya menoleh kearah wanita yang berdiri di samping mantan suaminya itu.
"Kamu hamil?" tanya Maya.
"Iya, Mbak, aku---,"
.
.
.
Tuh kaaaan, Mamih gak percaya kalau Sean mau jadi Abang.