
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Yuk, puwang yuuuuk...
Axel, XyRa dan Sean saling pandang dan setelahnya lagi melihat kearah makanan mereka masing-masing yang belum tersentuh.
"Ma'm dulu, El." Sean tentu yang paling pertama angkat bicara.
Puwang, ntal didit Ulel dendeeeeee...
"Uler apa yang gede? ada juga ulet bulu jumbo!" timpal XyRa.
"Uhuk, keselek aku, Mih," sahut Axel yang pastinya tak di pahami oleh kedua jagoannya.
Ini semua tentu karna Axel, pria itu sering menakuti El jika sulit di ajak tidur. Axel akan bilang pada anak itu akan di gigit Ular jika tak buru-buru untuk tidur padahal aslinya ia ingin memasukkan Ulat bulu jumbonya kedalam sarang. Seperti sedang menggoda, El justru melakukan hal yang sama meski dalam kondisi berbeda.
Uwet uwet dende?
"Jumbo, El," timpal Sean yang membuat kedua Orang-tuanya kaget.
Bobo apa?
Demi mengalihkan pembicaraan dan juga keinginan El untuk pulang, Axel langsung membawa bocah bawel itu untuk membeli minuman, untung saja ia lupa memesannya. Akan panjang urusan jika sudah membahas Uler dan Ulet.
"Terimakasih, Mas," ucap Axel sambil menerima kembalian dari seorang pria pedagang minunan botol
Ma'aciiiiiiiih, dadah
El yang melakukan hal sama sambil melambaikan tangan membuat pedagang tadi terkekeh kecil dengan tingkah menggemaskan keturunan Rahardian Wijaya tersebut.
Sampai di meja tempat mereka makan, El langsung memberikan apa yang di belinya tadi bersama Papihnya.
Nih Abang .. Nih Mamih .. Nih Papih .. Nih?? wah El iyaaaaaang!
Padahal jelas bukan hilang, ia menggelengkan kepala saat Axel menawari semua padanya barusan jadilah anak itu tak punya apa-apa.
.
.
.
Drama jajan pun selesai, kini mereka sudah pulang dan masuk kamar masing-masing setelah XyRa mengantar Sean dan menemaninya sebentar sebelum benar-benar tidur. Ia yang semakin besar tentu tak sepenuhnya di urus XyRa apalagi soal membersihkan tubuh, paling hanya saat merapihkan dirinya saja.
"Mih, ntar malem ya," ujar Axel saat istrinya baru saja masuk.
Axel pun lantas menoleh dengan cepat, El yang bertanya 'NGAPAIN?' nyatanya langsung membuat XyRa tertawa.
"Jangan suka berisik, udah tahu kuping El kaya kuping Gajah," sahut XyRa.
Tuping Jajah, nih Tuping El.
Protes anak itu nyatanya membuat kedua orang-tuanya kini tertawa. Selalu ada saja tingkahnya yang menggemaskan.
"Udah makan, jalan jalan, jajan sama minum susu, sekarang tinggal bobo ya," titah XyRa yang sama lelahnya, hari ini ia begitu ingin istirahat dengan tenang meski nyata harus pasrah jika di ganggu atau terbangun saat harus membuatkan susu.
Bobo mana?
"Bobo sini dong, sama Mamih," sahut XyRa lagi.
El pun langsung memeluk XyRa sambil tertawa, tapi bukannya tidur beberapa menit kemudian ia malah bangun lagi.
"Tidur El, nanti gigit Uler," kata Axel, ia akan menakuti anak itu seperti biasa.
Ulel apa Uwet?
"Kalo El gigit Uler, kalau Mamih gigit Ulet," kekeh Axel yang langsung kena pukul bantal dari isterinya.
"Kebiasaan nih!"
El yang masih jauh dari kata ngantuk malah naik keatas perut Papihnya yang masih ada sisa kebuncitan efek ngidam luar biasanya.
Ntal, jajan aik mbing agi yaaaa
"MOBIL... jangan Mbing, Ok."
MBIIIIING.
"M O B I L, mobil ya anak ganteng. Papih nanti ketuker sama Kambing!" keluh Axel yang sering di buat pusing anaknya itu.
.
.
.
Abing ntu Embeeeeeeee