
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
XyRa yang mendadak mual langsung menutup mulutnya, ia merasa perutnya kini teraduk aduk hingga isinya ingin segera ia muntah kan, XyRa yang berlari ke arah dapur meninggalkan kakaknya begitu saja di ruang tamu lantai bawah.
"Masa sih gue bau? tapi emang gue belum mandi sih dari kemaren," gumam ArXy sambil mencium kedua ketiaknya secara bergantian.
ArXy yang tak percaya dengan aroma tubuhnya masih melakukan hal yang sama hingga XyRa kembali.
"Aduh, aku enek banget, Kak," keluh nya lagi dengan wajah pucat.
"Kenapa sih? kamu sakit?" tanya ArXy sedikit khawatir, ia yang mau mendekat malah di tahan oleh adiknya.
"Jangan deket-deket, kakak tuh BAU!" ujarnya lagi yang kini penuh penekanan.
Tak terima di sebut bau terus menerus oleh XyRa malah membuat rasa kesal ArXy kian menjadi, ia dekati wanita yang sudah menikah lebih dulu itu untuk di apit wajahnya di ketiak.
Jangan tanya sekeras apa suara XyRa saat berteriak meminta ampun sebab ia benar benar tak kuat lagi mencium aroma tubuh kakaknya yang sebenarnya tak bau, tapi justru entah kenapa ia langsung mual saat berhadapan dengan ArXy yang baru saja datang dari ibu kota.
"Loh, XyRa! XyRa kamu kenapa?"
Rasa kesal terus diledek kini berubah panik saat adiknya justru tak sadarkan diri, beberapa pelayan yang sebelumnya sudah mendekat saay XyRa berteriak kini sudah membantu ArXy memapah wanita itu ke sofa.
Keributah yang terjadi pun ternyata terdengar juga oleh Maya, ia di bawa perawatnya ke ruang tamu tempat dimana semua penghuni rumah berkumpul.
"Kenapa diem aja! cepet panggil dokter!" sentak ArXy yang sudah sangat panik melihat kembaran nya ternyata benar-benar pingsan.
"Dek, bangun. Jangan kaya gini bercandanya. Kakak bisa di cincanh Apih nanti," mohon ArXy yang kali ini juga memikirkan nasibnya sendiri.
ArXy harus siap kena hukuman jika adiknya itu ternyata kenapa kenapa karna sudah jadi rahasia umum jika XyRa adalah anak perempuan kesayangan GalaXy ArMiKha Rahardian Wijaya.
Lebih dari 20 menit, akhirnya XyRa siuman setelah ia terus di olesi dengan minyak angin di beberapa bagian tubuhnya.
Mata yang mengerjap itu terasa kabur dan tetap berkunang kunang, rasa mual datang kembali saat ia sadar ArXy tepat berasa di sisinya.
Muntahan yang tak ada apa-apanya itu terkenan di baju Sang Tuan Muda yang langsung membulatkan kedua matanya. Mana bisa ia yang tampan ini di muntahi oleh adiknya sendiri yang tak jelas kenapa.
Dokter yang datangpun langsung memeriksa XyRa yang sudah sangat lemas dengan mata terpejam karna merasakan yang baru kali ini ia rasakan.
"Bagaimana, Dok?" tanya ArXy yang tak melepaskan tangan adiknya.
"Tekanan darah Nyonya XyRa cukup rendah, bisa istirahat yang cukup dulu nanti saya buatkan resep, tolong diminum secara rutin tapi apabila keadaannya tak kunjung membaik bisa segera di bawa ke rumah sakit," jelas dokter yang kemudian merapihkan semua alat periksanya yang barusan di gunakan.
"Kalau bisa sekarang kenapa harus nunggu nanti!"
Dokter yang kaget masih mencoba menjelaskan tapi buka ArXy namanya jika tak ketus dan akhirnya merembet kemana-mana.
Di tengah perdebatan itulah Axel datang dengan wajah sumringah, tapi ia terkejut saat melihat rumahnya begitu ramai terlebih ada kakak ipar dan juga dokter.
"Ada apa ini?" tanya Axel yang langsung mencari keberadaan istrinya.
"Mas, aku pusing banget," adu XyRa yang sudah ada dalam pelukan Sang suami.
"Kamu sakit, Sayang?"
"Enggak, aku cuma pusing sama mual aja," jawab XyRa lemas.
.
.
.
Kebeneran, aku bawa buah mangga muda, ngerujak yuk.