
Camelia, mondar-mandir mencari ide untuk membawa JJ Abrams di pernikahan Jordan.
Sedangkan Cika dan Rika,masih syok mendengar Camelia memiliki kekasih dan siapa kekasihnya itu.
"Ayolah,cari ide dong. Aku sudah janji loh,bawa pacarku bertemu dengan nenek". Camelia, berdecak kesal dengan kedua sahabatnya.
"Susah sekali Camelia, mendingan kamu cari ide kalau pacarmu tidak datang. Tapi,kamu harus berjanji akan mempertemukan pacarmu setelah dua hari pernikahan". Kata Cika, tersenyum sumringah.
"Pasti neneknya Camelia, bakalan kecewa berat. Pasti nenekmu tidak percaya, emangnya ada masalah apa? Kalau Tuan JJ Abrams hadir di pernikahan pamanmu?". Tanya Rika, menyipitkan bola matanya.
"Masalahnya aku sudah berbohong kepada Leo,apa lagi mommy Dwi baik kepadaku. Maksudku, Leo mengajakku pacaran. Tapi, aku tidak memberikan jawaban apapun. Aku tidak mau mengecewakan perasaannya, seandainya Leo memiliki kekasih lebih dulu. Itu,jauh lebih bagus". Camelia,terduduk lemas dan bersandar pada tembok sekolahan.
Cika dan Rika, membulatkan matanya. Mendengar ucapan Camelia, bahwa Leo mengajaknya pacaran.
"Astaga!". Ucap mereka bersamaan,lalu menggoncang lengan Camelia.
"Camelia, kenapa kamu menyembunyikannya ini? Kau tidak cerita, jika Leo menembak mu". Rika, menangkup wajahnya Camelia.
"Jahat sekali". Sambung Cika, menggeleng kepalanya.
"Benar,aku tidak menceritakan tentang ini. Tidak mau menyakiti perasaan Leo, kepalaku sakit jadinya". Camelia, memijit pelipisnya.
"Cara satu-satunya adalah, berbohong kepada nenekmu. Kalau kekasih mu, tidak bisa datang. Apa kek alasannya,soal kerjaan atau apalah. Selesai acara pernikahan,baru kamu ajak Tuan JJ menemui nenekmu". Kata Rika, menepuk pundak Camelia dan tersenyum.
"Hanya itu, cara satu-satunya Camelia. Pasti nenekmu percaya,kalau kamu ingin menjaga perasaan Leo". Sahut Cika, mengangguk pelan.
"Oke,malam pernikahan pamanku akan membicarakannya kepada nenek". Akhirnya Camelia, mengikuti ide temannya itu.
"Yang sabar Camelia, itulah resiko orang cantik. Pasti banyak cowok suka sama kamu, ingin memiliki mu. Apa jangan-jangan, Li Yun juga menyukai mu?". Kekehnya Cika, mengedipkan matanya.
"Astaga! Jangan deh, kepalaku pusing". Bantah Camelia, mengibas-ngibas tangannya.
"Ayo,kita masuk kedalam kelas. Sebentar lagi,jam pelajaran akan di mulai lo". Rika, langsung menarik lengan kedua sahabatnya itu.
Mereka bertiga berjalan beriringan,ketika di persimpangan. Rika, tiba-tiba mendorong tubuh Camelia dan Cika.
"Huusshhhhh....Ada Leo, kayanya dia buru-buru sekali ke arah sana". Bisik Rika, refleks Camelia dan Cika kebingungan jadinya.
"Ayo, kita ikuti kemana dia pergi?". Kata Camelia, sudah melangkah kakinya.
"Hussssttttt....Kamu yakin,kita ngikutin Leo?" Bisik Cika, menarik lengan Camelia.
"Penasaran nih,ayo kita ikuti". Rika,yang bersemangat untuk mencari tau dan begitu juga Camelia.
Cika,menghela nafas panjang dan mengikuti kemauan dua sahabatnya ini. Mereka bertiga mengendap-endap, mendekati Leo yang mondar-mandir di belakang perpustakaan. Dia sepenuh menunggu seseorang,nampak gelisah gusar.
"Eee.. Menunduk kepala,ada yang datang". Ucap Rika, menekan kepala kedua sahabatnya.
"Itu Kiki,anak kelas sebelah ruangan B. Ada apa yah,kamu tau Camel?". Tanya Cika, langsung di geleng Camelia
"Hussssttttt....!". Rika, meminta mereka berdua diam agar bisa mendengar ucapan Leo dan Kiki.
"Lama sekali, tidak bisakah secepat mungkin. Aku sangat merindukanmu, Kiki". Leo, memeluk erat tubuh perempuan di hadapannya.
Camelia, Cika dan Rika terperangah melihat apa yang di hadapan mereka.
"Menyebalkan sekali,kenapa hubungan kita dirahasiakan seperti ini? Kesal tau". Kata Kiki, merengek manja.
"Aku tidak bisa menjelaskan semuanya,kiki. Tunggu waktu yang tepat,aku akan mempublikasikan hubungan kita. Kamu yang sabar yah". Leo, mengecup kening kekasihnya.
Prok!
Prok!
Prok!
"Ciyeeehhh.... Diam-diam mojok nih". Kekehnya Rika, serta Camelia dan Cika muncul dari persembunyiannya.
Glekkkk
Mata Leo dan Camelia,saling bertemu. Terlihat jelas Leo, gelisah karena ketahuan berbohong kepadanya.
"Ka-kalian mengintip kami?". Tanya Leo, terbata-bata.
"Iyalah,kalau main rahasia gak perlu kali ketemuan di sekolahan. Bisa gak, bertemu di tempat lain? Sama saja, pengen diketahui oleh orang lain". Jawab Camelia, tersenyum smrik.
"Hahahaha...Leo,santai saja dengan kami. Iyakan Camelia,mana mungkin kita membongkar hubungan kalian". Sahut Cika, langsung.
"Iya,karena itu hubungan kalian". Sambung Camelia, memasang wajah datar.
"Cussss...Kita kedalam kelas,mojok puas-puas yah". Kekehnya Rika, mereka bertiga meninggalkan Leo dan Kiki masih terdiam.
Baru beberapa langkah, Camelia menghentikan langkahnya dan berbalik badan. "Leo, lebih baik kamu jujur kalau punya kekasih sama mommy Dwi. Takutnya kekasihmu salah paham,karena mommy Dwi sangat perhatian kepadaku dan seringkali memberikan bekal. Takutnya Kiki,malah salah paham kepadaku dan marah gak jelas". Selesai berbicara, barulah mereka bertiga melanjutkan langkahnya.
"Leo, maafkan aku sudah membuat Camelia marah kepada mu". Kiki, menunduk kepalanya. Baguslah kalau Camelia, mengetahui hubungan kami. Dia sadar diri dan menjauh dari kehidupan, Leo.
"Tidak apa, kami cuman teman kok". Leo,mengelus lembut rambut panjangnya Kiki. Bagaimana bisa,aku memberitahu kepada mommy? Jika aku memiliki kekasih, tetapi bukan Camelia. Sial,mana ketahuan berbohong kepada Camelia dan gagal semuanya.
"Kapan aku bertemu dengan mommy? Aku iri dengan Camelia, mendapatkan perhatian khusus dari mommy mu". Rengeknya Kiki, tersenyum manis dan memperlihatkan lesung pipinya.
"Tenang saja, bakalan ketemu kok". Jawab Leo, tersenyum kecil. Dia pamit masuk kedalam kelas,bel sekolah sudah berbunyi.
Tiba di dalam kelas, Camelia nampak biasa dan enggan memandang wajah Leo. Ada sesuatu yang berubah,itu sudah dirasakannya.
******************
Sepulang sekolah, Camelia langsung pulang ke mansion. Terlihat jelas neneknya Sandra, berbincang hangat dengan teman arisan ada mommy Dwi.
"Ikut dengan ku Camelia,ada sesuatu yang aku bicarakan". Jhonny, langsung menarik lengan keponakannya tepat di hadapan mommy Dwi untuk menyambut kedatangan Camelia.
Camelia, menurut perkataan Jhonny dan membiarkan lengannya di tarik. Masuk kedalam ruang kerja,bukan berdua melainkan bersama Jecky asisten pribadinya sudah dibebaskan oleh JJ Abrams.
"Aku sudah mendengar semuanya, Dwi ibu kandungnya Leo banyak bercerita tentang dirimu kepada teman-teman arisannya. Kau tau Camelia, orangtuamu dan ibu kandungnya Leo berteman dekat. Aku tidak tau,apa masalahnya ibumu dan ibunya Leo bertengkar. Sekian lama, Dwi tidak pernah ke mansion ini. Setelah kematian ibumu, baru dia ke sini dan bergabung dengan arisan mamah Sandra. Dulu, Dwi tidak pernah perhatian kepada mu. Kenapa sekarang berubah drastis? Aku harap kamu berhati-hati, takutnya ada sesuatu yang tidak beres. Jecky dan aku, tidak tau masalah ibu dan dia. Setidaknya kamu jauhi ibunya Leo,demi kebaikan mu. Takutnya mendapatkan masalah besar,apa lagi JJ Abrams sudah menjerat mu. Aku cuman memperingati mu saja, ini bukti bahwa aku peduli dengan mu dan sangat mencintaimu". Jhonny, menahan kedua pundak Camelia.
Camelia, langsung menjauhkan dirinya. "Aku kenal mommy Dwi,jangan ikut campur urusan pribadi ku. Lagi pula aku sudah besar,mana yang harus berhati-hati". Kata Camelia, berlalu pergi keluar ruangan kerja Jhonny.