SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Merajuk


Camelia,masuk kedalam dan menemui Jecky serta anak buah yang lainnya bersembunyi di balik tembok.


"E'ehmmm...Dimana JJ?" Tanya Camelia,di belakang mereka semua.


Jecky,serta anak buah JJ Abrams berbalik badan dan tersenyum malaikat penyelamat datang.


Mereka keheranan melihat Camelia,membawa sesuatu yang tidak masuk akal untuk membujuk bos besar mereka itu.


"Nona Camelia, untuk apa gulali dan balon di tangan itu?" Tanya anak buah JJ Abrams, kebingungan.


"Untuk membujuk bos kalian, karena aku tidak tau bagaimana membujuk seorang pria yang merajuk?" Camelia, mengedipkan bahunya.


"Nona,bos besar kami bukan anak kecil. Melainkan Hulk yang besar,kekar,tinggi,seram, bagaikan buto ijo". Sahut Jecky, terlihat jelas raut wajahnya cemas.


"Hmmm...Iya sih,tapi tidak salahnya kan aku membujuk menggunakan ini. JJ Abrams, tidak akan memaafkan atas kesalahan ini. Mana gelap lagi di sana, berantakan juga". Camelia, bergidik ngeri masuk kedalam ruangan gym tempat JJ berlatih.


JJ Abrams, mengamuk-ngamuk di ruangan tersebut. Melempiaskn kekesalan, cemburu dan amarahnya.


[7/9 13.03] Erlina: Jecky, mendorong tubuh Camelia segera membujuk bos besar mereka.


Nyali mereka ciut menghadapi JJ Abrams,malah bersembunyi takut terkena imbasnya.


Krek...


Camelia,berlahan membuka pintu dan menoleh ke arah belakang. Samar-samar cahaya menerangi tempat itu, suasana semakin mencekam sangat dingin.


Camelia, mengelus-elus dua bahunya merasakan hawa dingin. "Astaga! Aku seperti memasuki rumah hantu, bahkan lebih seram dan jantungku berdegup kencang". Gumamnya pelan,masuk kedalam dan menutup pintu berlahan.


Bayangan seorang pria tengah duduk, sambil meminum alkohol di tangannya.


"JJ Abrams,aku mendekati mu". Kata Camelia, berlahan-lahan mendekati kekasihnya itu. Meskipun dalam ketakutan,tangan lentiknya memegang bahu JJ Abrams. Dalam sekejap JJ Abrams, menepis tangan Camelia dan mengubah posisinya.


Camelia, duduk berlahan di samping kekasihnya. Tangannya menyentuh wajah JJ Abrams, untuk memandang ke arahnya.


Lagi-lagi JJ Abrams,menepis tangan Camelia dan membelakanginya.


Camelia, mengubah posisi duduknya di sebelah agar berhadapan dengan JJ Abrams. Seperti yang terjadi, JJ Abrams mengubah posisi duduk dan membelakangi Camelia.


"JJ,kau jangan percaya dengan berita hoax yang di sebarkan itu. Sumpah! Aku dan Don, tidak sengaja barengan berangkat ke pesta itu. Awalnya aku berangkat menggunakan mobilku sendiri, yang nyetir sopir dan disampingnya sekertaris pribadiku.Nah, tiba-tiba mobilku mogok di jalanan tidak tau kenapa? Terus, Don datang memberikan ku tumpangan karena searah dan sama menghadiri pesta pertemuan itu. Aku tidak menyangka jika seperti ini,aku minta maaf. Plis...Kau memaafkan ku kan sayang,iyakan?". Camelia, meletakkan dagunya di bahu JJ Abrams.


Camelia, merasakan tubuh kekasihnya lengket berkeringat dan bau alkohol menyengat di penciumannya.


JJ Abrams,masih memasang wajah datar tanpa berkata apapun.Masih mode merajuk karena cemburu, mengetahui berita tersebut.


JJ Abrams, beranjak berdiri melangkahkan kakinya keluar ruangan gym.


Camelia, buru-buru mengetahui sang kekasih keluar tak lupa membawa gulali dan balon. "Sayang,aku sengaja membeli gulali terus pamannya ngasih bonus balon. Sayang,aku tau aku tidak pandai membujuk seseorang. JJ, tunggu aku!". Pekik Camelia, wajahnya cemberut ke arah Jecky dan anak buah kekasihnya itu. Dia belum bisa membujuk JJ Abrams,kembali seperti semula.


Jecky dan anak buahnya JJ Abrams, semakin gelisah tidak ada perubahan sama sekali. Bos besar mereka masih marah, karena berita tersebut.


Camelia, menghembuskan nafas beratnya karena tak bisa masuk. "JJ,aku minta maaf kepada mu. Aku akan klarifikasi berita itu,karena tidak benar dan aku tidak memiliki hubungan dengan Don. Ayolah,jangan seperti ini. Aku mohon JJ, buka pintunya". Ucap Camelia,di balik pintu sambil menggedor-gedor juga.


"Nona,jika Tuan tidak bisa di bujuk rayu juga. lebih baik nona istrirahat dulu,ini sudah malam hari". Kata Jecky, tersenyum kecil.


"Iya,aku sudah menyiapkan tempat tidur untukmu". Sambung Vina


"Baiklah, besok aku akan membujuknya lagi. JJ,aku pulang loh! Gak kangen sama aku, JJ! Aku benar-benar pulang,loh!" Camelia, sengaja berucap sedikit keras agar sang kekasih keluar.


Tetap saja, JJ Abrams tidak keluar-keluar dari kamarnya. Camelia, melangkah gontai masuk kedalam kamar untuk beristirahat. Malam ini,dia menginap di kediaman sang kekasih.


[Bunga, lakukan berita itu tidak benar. Hapus berita yang mengenai aku dan Don]


Camelia, segera menyuruh sekertarisnya untuk menghilangkan berita tersebut. Dia mengirim pesan kepada JJ Abrams, mengatakan dia tidur di kamar sebelah. Nyatanya pesan tak kunjung di baca-baca,malah terjaga malam ini.


"Balkon kamar". Gumam Camelia, langsung keluar balkon dan benar sekali. Cuman satu langkah saja,dia sampai ke balkon kamar JJ Abrams.


Mengambil kursi agar bisa naik ke pagar, lalu meloncat tubuhnya gemeteran ketika ingin loncat ke balkon sebelah.


Hap...


Camelia, tersenyum sumringah karena berhasil ke balkon sebelah. Berharap pintu tidak terkunci, mengendap-endap seperti maling saja.


"Sepertinya aku berbakat menjadi maling". Gumam Camelia,berlahan membuka handle pintu kamar kekasihnya.


Klik...


Camelia, tersenyum sumringah melihat JJ Abrams berbaring di atas ranjang dalam keadaan posisi tiarap.


"Aku tau,kau belum tidur". Kata Camelia,duduk di samping ranjang. Tangan lentiknya terus mengelus-elus punggung belakang, JJ Abrams.


JJ Abrams,masih memejamkan matanya merasakan sentuhan lembut dipunggung belakang. Anaconda terbesar di bawah sana,malah bangun meronta-ronta.


"Plis....Kamu boleh marah sama aku,tapi jangan marah dengan anak buah mu juga. Jangan melempiaskn kekesalan mu, amarah mu kepasa mereka.Sayanhku, tunangan ku,jangan ngambek lagi dong". Camelia, menggoyang kedua bahu kekasihnya itu.


"Menyebalkan sekali, silahkan kamu marah dam diam seperti ini. Aku tidak akan membujuk mu lagi,di bujuk malah ngelunjak". kesabaran Camelia,cuman setipis tisu basah. Tak lupa memberikan menampar bagian belakang, JJ Abrams. Menghentakkan kakinya karena kesal,lalu keluar dari kamar.


Masuk ke dalam kamar sebelah, buru-buru mengambil tas niat untuk pergi malam ini juga. "Terserah kamu, aku tidak perduli sama sekali". Gerutunya Camelia, meninggalkan kediaman JJ Abrams.


Semakin kesalnya lagi,ketika tas nyangkut di sebuah vas bunga. Camelia, langsung menarik tidak memperdulikan beberapa vas dan guci antik jatuh dan pecah berkeping-keping. Mereka semua sontak terkejut mendengar apa yang terjadi, bergegas menuju sumber suara pecah itu.


JJ Abrams, memijit kepalanya yang nyut-nyutan. Bukankah dia yang marah kepada sang kekasih,kini malah sebaliknya.


"Wanita itu, selalu benar dan tak mau di salahkan. Aku yang marah,di bujuk cuman beberapa menit. Ujung-ujungnya dia yang marah, melebihi diriku sampai pergi. Astaga! Ide Ardan,memang payah sekali". JJ Abrams, terduduk lemas memikirkan bagaimana membujuk kekasihnya itu.


Jecky serta yang lainnya, kebingungan karena Camelia lebih ganas daripada JJ Abrams kalau marah. Buktinya saja, sempat-sempatnya Camelia memecahkan beberapa barang di kediaman kekasihnya itu.