
Li Yun, berhenti di pinggir jalan karena Camelia menginginkan sate ayam.Kebetulan sekali,sate ayam adalah makanan favorit Li Yun.Dia membawanya tempat yang seringkali di kunjunginya,karena rasa sangat enak.
Camelia, melihat Li Yun memesan makanan mereka. Ada sesosok pria yang di kenalnya, tengah mencuci piring dan cangkir dibelakang. Dia beranjak berdiri,lalu mendekati pria tersebut.
"Ryan,kamu". Kata Camelia, mendekati pria tersebut. Benar sekali, sudah 3 tahun lamanya baru bertemu. Dia bekerja di sini, bukankah bekerja di kafe Leo.
Deggg...
Ryan, terkejut melihat sesosok Camelia sudah di sampingnya. Setelah kejadian itu, Ryan pindah sekolah karena tak sanggup membayar biaya sekolahan elite. "Camelia, astaga! Kita bertemu di sini,kamu ngapain?". Ryan, langsung menghentikan aktivitasnya dan melap tangannya yang basah. Camelia, benar-benar cantik sekali. Sudah lama tidak bertemu, akhirnya bertemu di sini.
"Mau makan lah, kamu kerja di sini? Bukannya kamu masih kerja di kafe Leo, pindah di cabang barunya". Tanya Camelia, penasaran.
Nampak jelas Li Yun,tak menyukai Camelia yang mengobrol dengan pria lain. Ngapain Camelia, berbicara dengan pria itu? Apa mereka saling kenal,yang benar saja.Batinnya, menggeleng pelan.
"Aku masih kerja kok,kena shift malam dan bantu-bantu di warung kakak ipar ku". Jawab Ryan, membuat Camelia terkejut mendengarnya. Inilah aku apa adanya Camelia, sebenarnya aku malu dan begitu sombong di masa lalu.
"Kakak ipar mu, maksudnya Tante Clara menikah dengan mamang yang mengipas sate itu?". Tanya Camellia, menunjukkan jarinya. Serius! Apa yang di katakan Ryan, waw!.
"Benar sekali, kejadian 3 tahun yang lalu. Kakakku Clara,di perkosa di apartemen dan mamahku meninggal karena rentenir menjual ke pria hidung belang untuk melunasi hutang-hutangnya. Awalnya kak Clara,mau bunuh diri karena tak sanggup menahan kehidupannya. Tapi,di cegah oleh kakak iparku langsung. Karena kasian sekali,kak Seto menikahi kak Clara sampai sekarang. Awalnya kak Clara,hamil hasil dari pemerkosaan itu. Tapi sayang, dia keguguran karena depresi berat". Ryan, menjelaskan semuanya tanpa di tutupi sedikitpun. "Aku benar-benar malu Camelia, keluarga ku hancur berkeping-keping. Kehidupan kami benar-benar berubah drastis, tidak seperti dulu lagi".
"Terus, bagaimana keadaan kakakmu Clara? Apa masih depresi, sampai sekarang?". Tanya Camelia, matanya tertuju kepada pria yang di sebut Ryan kakak ipar bernama Seto. Seorang pria tengah mengipas sate di hadapannya, kakinya berjalan tak normal dan kemungkinan ada kecacatan. "Gak papa Ryan,yang penting kamu bersyukur sekarang dan berubah menjadi lebih baik lagi". Camelia, menepuk lengan Ryan.
Wahhh... Kehidupan mereka benar-benar hancur,tapi Clara beruntung masih hidup. Nama suaminya Seto, menerima Clara apa adanya.Batin Katrina, menyunggingkan senyumannya.
"Tidak,kak Clara sudah sembuh dan menjalani seperti hari-hari biasanya. Nah,itu kak Clara sudah datang membawa es batu". Ryan, menunjukkan jarinya ke arah Clara yang baru datang.
Mata Camelia, tertuju pada wajah Clara yang masih meninggalkan bopeng.
"Astaga! Ini benar kamu, Camelia". Clara, langsung memeluk tubuh Camelia. Aku tidak menyangka jika bertemu dengan Camelia,dia sangat cantik sekali. Coba saja Ryan,menjalin hubungan dengan Camelia ku ini. pasti kehidupan kami berubah drastis, tidak capek-capek kerja seperti sekarang.
Kata Li Yun, sangat enak sate di sini. Pelanggannya juga banyak, pesanan kami pun belum datang.Batin Camelia, calingukan melihat sekeliling.
"Iya,aku benar Camelia". Katanya, mengulum senyumnya. Clara berubah menjadi lebih baik,ini cuman modus belaka atau memanfaatkan Seto.
"Kamu benar-benar cantik Camelia,sama siapa ke sini?". Tanya Clara, langsung di tunjuk ke arah Li Yun. "Oh, pacarmu yah? Ganteng banget, bahkan pelanggan setia di sini". Kekehnya Clara,jauh berbeda dari dulu.
"Eee... Bukan,kami cuman teman aja". Camelia, langsung menggelengkan tangannya. Dia merasa tidak nyaman dengan tatapan,Li Yun. "Aku duduk sana dulu,senang bertemu dengan kalian lagi". Akhirnya Camelia,duduk di sebelah Li Yun.
"Kamu kaya dekat sama mereka". Bisik Li Yun, hembusan nafasnya terasa di daun telinga Camelia.
"Li Yun,jangan bisik-bisik sedekat itu. Takutnya ada salah paham loh,bau parfum mu sangat menyengat. Tapi,aku suka loh" kekehnya Camelia, mengedipkan matanya.
"Kamu mau, parfum ku?" Tanya Li Yun, mengerutkan keningnya.
"Gak lah,kaya gak bisa beli aja". Jawab Camelia, cengengesan.
"Ryan,kamu masih sekolah?". Tanya Camelia,ketika Ryan membersihkan meja di sebelah.
"Masih, sayangkan gak di lanjutkan". Jawab Ryan, tersenyum dan tertuju kepada Li Yun menatapnya dengan tajam.
"Ck,sok dekat sekali ". Gumam Li Yun,masih terdengar oleh Camelia.
"Husss...Dulu waktu sekolah SMP,kami satu sekolahan. Kakaknya yang wanita itu, pernah jadi istri paman Jordan dan mereka bercerai. Maksudnya ada beberapa masalah dulu, pokoknya panjang lah". Camelia, mencubit lengan Li Yun cukup keras dan sangat kecil.
Gila, cubitannya kecil pasti biru kemerahan ini.Batin Li Yun,memusut bekas cubitan Camelia.
Clara, mendekati meja Camelia dan Li Yun. "Terimakasih, sudah mampir di warung makan kami. Camelia, bagaimana kabar pamanmu Jordan? Apakah sudah menikah,atau ada calon?".
"Kabar paman Jordan,baik kok. Sebentar lagi,mau menikah dengan seorang wanita rekan kerjanya. Cuman itu,yang aku tahu". Jawab Camelia, tersenyum manis.
"Wahhh... Apakah Tante mendapatkan undangannya nih? Eee... Bercanda kok,jangan ambil hati". Kekehnya Clara, menepuk tangan Camelia.
"Wajah Tante Clara, sudah sembuh yah?". Kata Camelia,melirik ke Li Yun yang menikmati satenya.
"Iya,tinggal bopeng aja lagi. Semoga saja,wajah Tante kembali mulus seperti dulu. Mau di laser wajah. Tapi, nanti nunggu uangnya terkumpul". Kekehnya Clara,menggaruk tangannya.
"Oh,iya,iya. Sekarang kehidupan Tante, jauh lebih baik yah. Apa lagi,punya suami yang memiliki usaha sendiri. Mana sate buatan suami Tante,enak banget". Kata Camelia, tersenyum smrik. Yakin, dia tidak malu memiliki suami cacat? Pasti Clara, ingin memanfaatkan kebaikan Seto saja.
"Iya,sate buatan mas Seto memang enak. Tapi, begitulah keadaan suami Tante kakinya cacat permanen dari lahir". Terlihat jelas,sikap Clara gelisah gusar.
Camelia, mengangguk pelan saja. Suaminya Clara, memanggil dirinya dan untuk membantunya.
"Kamu percaya dengan ucapan wanita itu,dari raut wajahnya saja. Sudah terlihat jelas, terpaksa harus menerima suaminya". Kata Li Yun, sudah selesai makannya.
"Hussssttttt.... Emangnya kamu tau apa, soal mamang Seto pemilik sate ini?". Camelia, menyenggol lengan Li Yun.
"Taulah,ini adalah langgananku sejak sekolah SD. Mamang Seto, seringkali bercerita sampai menikah dengan wanita itu". Jawab Li Yun,cengir kuda.
"Seriusan,mau dengar dong". Rengeknya Camelia, menarik-narik lengan Li Yun.
"Boleh,ada syaratnya tapi". Li Yun, menyeringai tajam dan memainkan kedua alisnya.
Camelia,menghela nafas panjang dan memejamkan matanya. Sungguh kesal dengan perkataan, Li Yun.
Beberapa orang bertubuh besar, mendekati mereka berdua. Camelia dan Li Yun, terkejut karena mereka langsung di tahan.
"Apa-apaan ini, lepaskan saya! Jangan macam-macam terhadap dia,lepas!". Bentak Li Yun, melihat Camelia di bawa paksa masuk kedalam mobil."Camel!Camelia!". Teriak Li Yun, langsung menyusul menggunakan motornya.
Camelia, tidak melawan dan patuh saja. Ketika salah satu dari mereka, berbisik atas perintah JJ Abrams.