SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Villa


Mulut Camelia,menganga lebar. Melihat mobil Jhonny, semakin jauh dari pandangannya. Dia masih tak percaya, Jhonny malah meninggalkan dirinya tanpa sepatah katapun.


Sedangkan Rendy, di bawa oleh Jhonny entah kemana.


"Aku tidak boleh kehilangan Rendy, dia harus habis di tanganku". Camelia, bergegas menuju mobilnya. Menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi,jangan sampai kehilangan jejak Jhonny.


Beruntung masih bisa di kejar, dia mengikuti dari belakang. Mata Camelia, calingukan melihat sekeliling yang gelap gulita. Tidak ada pencahayaan lampu di jalanan, rumah penduduk pun tidak ada.


"Sepertinya menuju puncak,". Gumam Camelia,masih mengikuti Jhonny.


Tak berselang lama, sebuah villa mewah di balik gerbang menjulang tinggi.


"Apakah tempat ini, termasuk rahasia Jhonny. Astaga! Aku tiba-tiba merinding, ingin sekali putar balik setir". Camelia, bergidik ngeri dan mematikan mesin mobilnya.


Mata tertuju pada Rendy,yang di seret paksa masuk kedalam villa oleh anak buah Jhonny.


Berlahan Camelia,turun dari mobil dan berniat ikut masuk juga. Walaupun berat melangkah kakinya,karena ketakutan.


"Nona, silahkan masuk". Kata Jecky, melihat Camelia mengintip di balik pintu.


"Eee...iya". Kekehnya Camelia, cengar-cengir tidak jelas dan mengikuti Jecky dari belakang.


"Nona, masuklah ke dalam kamar ini. Beristirahat sebentar,kalau perlu muka nona di cuci". Bisik Jecky, langsung di angguki Camelia.


"Terimakasih, Jecky. Bolehkah aku minta air, tenggorokan sangat kering. Jecky,kapan kalian pulang? Apa benar paman Jhonny, menghindari ku?". Camelia, memasang wajah sedihnya.


Jecky, menghela nafas panjang dan menatap ke arah Camelia. "Bersihkan diri nona dulu, setelahnya temui kami di ruang tamu. Cuman Tuan Jhonny,bisa menjawab pertanyaan anda nona".


Camelia, menghentakkan kakinya dan masuk kedalam.


Brakkk...!


Camelia,membanting pintu kamar cukup keras.Jecky melonjak terkejut mendengarnya dan menggeleng kepala.


Camelia, nampak kesal dengan sikap Jecky terlalu patuh dengan Jhonny. "Sialan,aku benar-benar mengahadapi Jhonny. Mampukah aku berbicara, mengatakan semuanya. Aaaarrgghh....!". Gerutunya, mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


Segera mungkin membersihkan dirinya, mencuci wajahnya yang ber mak up tebal dan melepas penyamarannya.


Setelah selesai,membuka lemari pakaian dan mengambil satu set pakaian.


Penampilan sudah kembali natural,tanpa ada mak up tebal lagi.


"Huuuu..Aku tiba-tiba dag dig dug begini,". Gumam Camelia, memegang dadanya berdebar kencang. Melangkah kakinya menuju ruang tamu villa, benar mereka tengah menunggu kedatangannya.


Jecky, berbisik pada Jhonny untuk memberitahu bahwa Camelia datang sudah.


Jhonny, mengangguk pelan tanpa menoleh ke arah keponakannya itu. Karena dia masih menyusun rencananya, tidak akan sia-sia bagaimana Camelia mengahadapi masalahnya sendiri dan menyelesaikannya juga.


Rendy,duduk di kursi kayu dan ikat kencang sudah. Mulutnya di bungkam, menggunakan lakban hitam. Kepalanya ke kanan ke kiri, geleng-geleng untuk memberikan kode.


Camelia,duduk berlahan di samping Jhonny. Sebenarnya dia sudah ketakutan, sedikit melirik ke arah Jhonny. "Maksudnya apa, Rendy di ikat seperti itu?". Gumamnya pelan, menatap tajam ke arah Rendy.


Camelia, mengambil segelas air putih dan meminumnya sampai habis. Belum apa-apa, tenggorokannya sudah kering.


Sekarang cuman bertiga di sini,diam dan diam. Aku ingin berbicara,tapi mulutku sudah gemeteran.Batin Camelia, menoleh ke arah Jhonny.


"Aaakkhh....!" Pekik Camelia,ketika menoleh rupanya Jhonny sudah menatapnya dengan tajam. "Maaf,aku,aku terkejut paman". Kekehnya Camelia, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hhmmmmpptt.... Hhhmmmpptt....!". Rendy, ingin berbicara tetapi mulutnya di bungkam. Meronta-ronta di atas kursi,membuang tenaganya.


Sreeett...!


Jhonny,membuka lakban hitam di mulut Rendy. Matanya tertuju pada Camelia,cuman diam dan memperhatikan saja.


Camelia, melihat Jhonny membuka laptop dan memutar video. Layar laptop itu, memperlihatkan kepada Rendy. Sebuah rekaman cctv,dimana Rendy dan yang lain menghabisi nyawa Katrina.


"Tidak! Itu, tidak benar! Tuan Jhonny, percayalah kepadaku. Katrina, meninggal karena kecelakaan tunggal. Itu,itu, cuman rekayasa saja". Bantah Rendy, menggeleng kepalanya.


Nampak jelas sekali, Rendy menodongkan pistol ke arah Katrina. Mereka terlihat jelas tertawa,atas kematian Katrina yang tergeletak di halaman villa yang bersimbah darah segar.


Camelia,yang sudah berselimut kabut amarahnya. Dia beranjak berdiri, mendekati Rendy yang kebingungan.


Plakkk....


Plakkkk...


Rendy, terperangah melihat sikap Camelia tiba-tiba menampar wajahnya. "Kenapa,nona menampar wajah saya?". Tanyanya,penuh kebingungan.


"Aku memang Camelia, Rendy. Tetapi, jiwaku bukan Camelia. Melainkan istri mu,yang kamu bunuh dengan tanganmu sendiri. Apa kamu paham!". Tegas Camelia, menyunggingkan senyumnya.


Jhonny,duduk santai di sofa dan menonton apa yang di hadapannya.


"Hahahaha.... Nona,kamu jangan mengada-ada! Mana mungkin, Katrina bangkit lagi dan menyamar menjadi anda. Ada-ada saja,aku tidak percaya nona". Rendy, menggeleng kepalanya.


"Kau yakin, tidak percaya dengan ucapan ku. Asal kamu tahu,aku membunuh anak dan istri mu itu. Bukti balas dendam kepada ku,bukan hanya itu saja. Paman dan bibi, sudah mendapatkan karmanya yang setimpal. Akulah yang membakar kediaman Sean,akulah membuat skenario Jessica masuk penjara. Semua kejadian itu, akulah yang melakukannya. Terutama kamu Rendy, sudah membunuhku dan anakku masih dalam kandungan. Aku bersumpah untuk balas dendam,aku tidak akan membiarkan kalian hidup dengan tenang. Nyawamu ada di tanganku. Hahahaha....!". Camelia, tertawa terbahak-bahak dan aura Katrina terpancar di wajahnya.


Degggg...


Rendy, sangat ketakutan melihat seringai tajam Camelia mengarah belati tajam ke arahnya.


"Tidak!Tidak,kau berbohong Camelia! Mana mungkin Katrina, bangkit kembali!". Teriak Rendy,cukup keras.


"Memang benar, Katrina tidak bangkit kembali. Tetapi, jiwaku masuk kedalam tubuh Camelia. Hahahaha... Sehingga aku bisa membalas dendam ku,paham! Aku Katrina Sean, istri yang kau bunuh dan mengambil seluruh harta kekayaan ku. Karena keserakahan mu,membuat hidupmu tak layak seperti ini. Hahahhaaha.... Paman Doni dan bibi Linda, berbohong kepadaku. Mereka berdua mengajak dirimu berkerjasama, untuk bisa menikah dengan ku dan mempercayai ucapan kalian. Kau berpura-pura menjadi anak laki-laki itu,yang menolongku di pantai. Tetapi,anak laki-laki itu adalah Jhonny!". Bentak Katrina, dadanya naik turun mengontrol dirinya.


Glekkkk..


Apa! Dia benar-benar Katrina, sampai mengetahui tentang itu. Benarkah, jiwanya bangkit kembali? Jika dia benar-benar Katrina,aku berusaha membujuknya dan bebas dari sini.Batin Rendy, merencanakan sesuatu yang licik. "Maafkan aku,jika benar kamu adalah Katrina istri ku. Tolonglah! Maafkan kesalahanku,aku terpaksa mengikuti perkataan paman dan bibimu. Aku sangat bersalah Katrina, semenjak kejadian itu. Hidupku benar-benar hancur, sangat menyesal karena kehilangan mu". Air bening menetes dari matanya,ini adalah rencana Rendy untuk meluluhkan hati Katrina.


"Hahahaha....Aku sangat bahagia, Rendy. Melihat kau dan lainnya,hancur dan penuh rasa penyesalan. Ini adalah kehendak ku,paham!". Seringai tajam Katrina, belati tajam menyentuh kulit Rendy.