
"Camelia,kamu gak cari tahu masalah ibumu dan mommy Dwi? Sepertinya ini serius loh, takutnya kebaikan mommy Dwi ada sesuatu yang tidak beres". Kata Rika, menyipitkan bola matanya.
"Benar sekali, gimana yah? Perhatian mommy Dwi,kaya berlebihan terhadap mu. Bukan maksudku apa-apa yah,kamu pikir sendiri lah". Sambung Cika, sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Hmmmmm... Sebenarnya sih,aku kepo dengan masalah ibuku dan mommy Dwi. Tapi,itukan cuman masa lalu mereka". Jawab Camelia,mengelus dagunya dan memikirkan sesuatu. Ini kan masalah ibu kandungnya Camelia,bukan ibu kandungku.Batinnya Katrina,karena banyak juga masalah lain yang belum selesai.
"Yee...Gak salahnya kan,kamu cari tau dulu. Kami siap kok, membantu". Kekehnya Rika, mengerjapkan bola matanya.
"Nanti aku pikirkan lagi, soalnya tadi serius banget loh. Mommy Dwi dan Tante Jenita ngomongnya. Sepertinya mereka berdua saling membenci,ada masalah yang rumit. Kata-kata mereka berdua, menyangkut tentang ibuku". Kata Camelia, menoleh ke belakang dan melihat Dwi menuju ke arah mereka.
Aku ingat sekali,ayah pernah menyebut nama Dwi melalui panggilan telpon. Tidak sengaja menguping pembicaraan ayah dan seseorang, terlihat jelas wajah ayah tidak menyukai nama Dwi. Apa mommy Dwi, dengan orang yang sama. Oke,aku bakalan cari tau semuanya.Batin Katrina,tengah memikirkan sesuatu mulai darimana.
"Tuh,mommy Dwi kayanya ke sini". Bisik Cika, menyenggol lengan kedua sahabatnya itu.
"Pasti ngajakin kamu pergi,kaya di bisiknya tadi". Sambung Rika, bergidik ngeri karena terlalu posesif terhadap Camelia seperti anaknya sendiri.
Astaga! Jika benar mommy Dwi, mengajak ku pergi dari sini. Maka beliau tidak memiliki sopan santun, sudah tau ini adalah pernikahan pamannya Camelia. Masa mau di ajak pergi?. Batin katrina,cuman bisa mengelus dada saja.
"Camelia,kamu sudah selesaikan dengan urusanmu sana teman. Ayo,kita pergi ada sesuatu yang mommy perlihatkan. Ini terkait tentang ibumu dan mommy". Dwi, menyentuh pundak Camelia. Huuuff.. Kurang ajar sekali, Janeta masih menatap ke arah sini. Aku harus bisa membawa Camelia pergi,agar Janeta kalah dengan ku.
Sebenarnya Camelia,enggan ikut dengan Dwi karena merasa ada sesuatu yang tidak beres. Perasaannya tidak nyaman juga,jika menolak ajakannya."Mommy,di sini ada acara pernikahan paman dan banyak kerabat jauh datang. Bahkan ada teman-teman juga,gak mungkin aku pergi bersama mommy. Jadi maaf, aku gak bisa" Tolak Camelia, secara halus dan berharap Dwi memahaminya.
Dwi, mendengus dingin dan tidak terima dengan penolakan Camelia. "Camelia,kamu marah yah sama mommy. Jangan di dengarkan perkataan Janeta tadi,dia memang tidak menyukai mommy. Maksudnya mommy mengajakmu pergi, untuk menyelesaikan kesalahpahaman antara kita. Mommy, ingin menunjukkan sesuatu agar kamu tidak berpikiran aneh-aneh". Bujuk Dwi, tersenyum manis. Ayolah,jangan membuat ku malu Camelia. Mereka semua menatap ke arah sini,kau selalu menurut perkataan ku.
Camelia,melirik ke arah temannya yang menggeleng pelan. "Mommy, bukannya aku berpikir macam-macam yah. Tolong, perhatian keadaan sekarang ada acara pernikahan paman Camelia. Mana mungkin pergi meninggalkan mansion, kapan-kapan saja menjelaskan semuanya. Masih banyak waktu kok,pliss...!". Pinta Camelia. Pasti mommy Dwi, ingin membuktikan kepada Janeta karena dia sangat dekat dengan ku.
"Ya sudah,kalau kamu tidak mau. Ini adalah kesempatan untuk mengetahui semuanya,kalau tidak mau pergi. Jangan salahkan mommy, tidak memberitahu yang sebenarnya". Terdengar jelas, Dwi merajuk dengan Camelia. Ck, menyebalkan sekali kalau bukan tujuan ku. Mana mungkin mainku sudah sejauh ini,awas kamu Janeta.
"Terserah mommy Dwi, aku tidak memaksa". Kata Camelia, terlalu berlebihan terhadapnya. Loh, kenapa aku jadi kesal yah? Apa termakan dengan ucapan Janeta tadi,huuff.
Tanpa ba-bi-bu lagi, Dwi pergi meninggalkan Camelia. Tanpa menoleh ke belakang, sontak membuat Leo mendengus kesal karena sikap Camelia tiba-tiba berubah.
"Camelia,kamu apakan mommy ku?". Tanya Leo, menatap tajam ke arah Camelia. "Mommy,kalau sudah merajuk bakalan susah membujuknya loh. Sudah aku katakan, jangan membuat perasaan mommy buruk".
"Benar sekali,mommy mu sudah berlebihan terhadap Camelia". Sambung Cika, ikut-ikutan."Stop! Jangan salahkan Camelia,kami tidak terima loh".
"Kamu jelaskan semuanya kepada mommy mu, Leo. Atau aku bongkar,jika kamu memiliki pacar. Aku tau, mommy tidak akan setuju dengan hubungan kalian". Camelia, tersenyum smrik.
"Apa susahnya menuruti kemauan mommy,acara ini sudah berjalan lama. Kamu dan mereka,cuman duduk-duduk santai. Ini pernikahan pamanmu,bukan kamu Camelia. Mana ada orang lain memerlukan dirimu,atau mencari mu. Cepat sana,susul mommy sekarang juga! Jangan sampai membuat beliau kecewa berat dengan mu,cepat!". Leo, sedikit menarik lengan Camelia.
"E'ehmmm... Jangan memaksa keponakan ku,jika dia tidak mau. Sana pergi". Tegas Jhonny, tiba-tiba datang.
Leo, langsung melepaskan cengkalan tangan Camelia dan berlalu melangkah pergi. Sialan,aku tidak bisa berbuat apa-apa dengan pamannya Camelia.Batin Leo, segera menyusul ibunya.
"Sudah aku peringatkan kepadamu,jangan terlalu dekat dengan Dwi maupun anaknya. Mereka cuman memanfaatkan dirimu,paham!". Kata Jhonny, langsung di angguki Camelia. Huuuff....Ini adalah sifat yang tidak aku sukai, selalu membantah perkataan ku.
"Jangan manggut-manggut saja, turuti perkataan ku ini. Cukup sampai di sini,jangan mau pergi kerumahnya bu Dwi". Jhonny, memperingati Camelia yang acuh itu.
Sedangkan Cika dan Rika,panik karena ketakutan tak berani menatap wajah Jhonny.
"Iya,aku akan tolak karena paman Jhonny yang melarang ku". Jawab Camelia, mengulum senyumnya. Menyebalkan sekali,kalau tidak di turuti pasti masih ngegas gak jelas.
"Bagus,". Jhonny, mengelus pucuk kepalanya dan pergi meninggalkan Camelia dan temannya.
"Sepertinya pamanmu Jhonny, mengetahui masalah ibumu dan mommy Dwi. Kau tidak ingin bertanya?". Bisik Cika, memainkan kedua alisnya.
"Yang benar saja,kau menyuruh Camelia bertanya kepada paman Jhonny. Sama saja, Camelia gagal move on. Ayolah,masih banyak yang mampu menjawab pertanyaan Camelia. Aku punya ide loh, gimana kamu tanya kepada Tante Janeta itu". Rika, memberikan kode matanya tertuju kepada seorang wanita yang berpenampilan glamor sekali.
"Kamu yakin, Rika? Takutnya Tante Janeta, bercerita secara berlebihan dari kenyataannya. Ketahuan sekali loh, dari sorotan matanya membenci mommy Dwi". Camelia, menggeleng pelan. Pasti Janeta,akan menceritakan semua keburukan mommy Dwi. Aku juga akan bertanya-tanya,apa masalahnya kepada Jhonny dan nenek Sandra.
"Gak salahnya loh,kamu coba. Atau tanya sama nenekmu, pasti tau". Usul Cika, langsung mendapatkan anggukan kepala dari Camelia.
Camelia, mengajak kedua sahabatnya naik ke pelaminan untuk berfoto bersama dengan kedua mempelai pengantin.