SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Bertemu Lagi


"Nona Camelia, aku tau kau tidak menyangka kita menjalin kerjasama antara perusahaan. Dulu,kau menolak ku magang di perusahaan mu ini. Akan tetapi,hari ini malah bekerjasama dan kita seringkali bertemu". Ucap Kaizam, memainkan kedua alisnya.


Camelia,menoleh ke arah Kaizam dan tersenyum sumringah. "Pak Kaizam,aku tidak terkejut sama sekali. Setidaknya anda harus berhati-hati berbisnis,bisa menguntungkan dan bisa merugikan".


"Nona Camelia,yang berhati-hati dengan ku adalah anda. Ini adalah waktunya untuk membalas keangkuhan mu,aku tidak tinggal diam". Kaizam, tersenyum smrik dan melewati Camelia. Camelia,aku tidak akan membiarkan mu menang begitu saja.


Rupanya mendekati Albino, sama-sama menatap tajam ke arah Camelia. "Sepertinya nona Camelia, terkejut melihat kita begitu dekat". Bisik Albino, kepada Kaizam yang sama pikiran untuk menghancurkan Camelia.


Semenjak kejadian 3 tahun silam yang lalu, hubungan Camelia dan Albino tidak pernah damai. Bahkan sama-sama memutuskan kerjasama, meskipun Albino meraup kerugian cukup besar.Bahkan beberapa rekan bisnisnya lainnya, memutuskan kerjasama juga.


Albino,masih menaruh rasa curiga kepada Camelia yang sengaja menjebak dirinya bersama Helen.


Aku harus berhati-hati dengan mereka berdua, pasti melakukan sesuatu untuk menjatuhkan ku. Sedangkan pak Albino,masih menyimpan dendam atas kejadian beberapa tahun silam. Meskipun aku tidak ada kaitannya dengan masalah itu, setahuku pak Albino menceraikan Helen satu tahun yang lalu. Dengar-dengar tidak ada cinta untuk Helen, menikahi demi menutup skandal.Batin Camelia,duduk santai sambil mendengarkan penjelasan dari kinerjanya.


"Sepertinya pak Albino, memiliki rencana licik". Bisik Bunga, waspada terhadap musuh bos besarnya.


"Kau tenang saja,yang penting kita harus waspada dan hati-hati. Apa lagi,jika masalah berkas-berkas yang kita tandatangani dan harus jeli membacanya". Bisik Camelia juga, langsung di angguki Bunga.


Albino, sengaja mendekati Camelia yang tengah menikmati secangkir minuman dingin. "E'ehmmm....Aku masih menyelidiki kejadian 3 tahun silam, sampai membuktikan dirimu yang bersalah.Semenjak kejadian itu, membuat hari-hariku menjadi tidak tenang. Seakan-akan menghantui ku,setiap detik dan dalam mimpi ku".


Camelia, mengerutkan keningnya dan menoleh ke arah Albino. "Lalu,jika terbukti aku yang bersalah. Kau mau apa,pak Albino?Apa kurang jelas bukti kuat, bahwa aku tidak bersalah. Di sini,siapa yang bodoh?".


"Soal itu,masih rahasia nona Camelia. Aku tidak mudah di hancurkan, meskipun dirimu tipe wanita idamanku. Akan aku pastikan kepadamu,jika aku mampu menghancurkan kehidupan mu. Kau mampu membodohi setiap orang,yang telah kau rencanakan nona. Akan tetapi, aku akan pernah mempercayai mu. Aku tidak akan melepaskan begitu saja, siap-siaplah menerima kekalahan mu".Albino, menyunggingkan senyumnya.


"Pak Albino,anda memang lucu sekali. Silahkan lakukan sesukamu, buktikan jika aku yang bersalah. Itupun jika kamu mampu,kalau tidak malu yang ada. Lalu, bekerjasama dengan pak Kaizam sekedar untuk menghancurkan kehidupan ku? Kau bekerjasama dengannya, sama-sama bodoh". Kedip mata Camelia,puas mengejek musuhnya.


"Jangan remehkan kami nona Camelia, jika kami bersatu akan mudah mengalahkan dirimu. Berlahan-lahan pasti nona Camelia,ingat itu". Sahut Kaizam, mendekati mereka berdua. Rupanya Camelia, tidak takut dengan pak Albino umurnya jauh berbeda. Apa karena ajaran dari suaminya,yang berkuasa dan harus menyeimbangi.


"Kami akan bersatu melawan mu, menjatuhkan dirimu". Sahut Leo, berada di samping kakaknya.Rupanya Leo,menjadi sekertaris pribadinya sang kakak. Untuk saat ini, Leo masih belum menikah dengan seorang wanita.


"Nona Camelia,aku merasa senang karena mengenal menantuku Kaizam. Aku merasa lega sekali,karena perusahaan akan di pimpin oleh menantu ku ini". Ucap seorang pria,ayah mertuanya Kaizam.


"Pak Karyo, anda bisa saja. Kami pernah satu sekolah, bahkan satu kampus dan beda jurusan saja". Kekehnya Camelia, tersenyum sumringah ke arah Kaizam. kita Lihatlah Kaizam, mertua berpihak kepada siapa dulu.


"Kaizam,aku mempercayaimu mengurus perusahaan milikku. Kau harus menjaga sikapmu terhadap nona Camelia,jangan sampai menyinggung perasaannya. Aku tidak ingin mendapatkan masalah,karena kecerobohanmu itu. Kau tahu akibatnya nanti, Kaizam. Aku sudah mempercayai mu sepenuhnya,demi kebahagiaan anakku Amalia. Setidaknya kamu bersyukur memiliki segalanya, menjadi pemimpin perusahaan selama ini aku yang menjaganya". Tegas pak Karyo, kepada menantunya itu.


Kaizam, mengepal kuat tangannya karena ayah mertuanya tak segan-segan mengancam dirinya tepat di depan Camelia.


"Kak,ayah mertuanya kakak menjalin hubungan baik dengan Camelia. Bagaimana ini, semakin sulit untuk melakukan balas dendam?".Bisik Leo, langsung di senggol Kaizam.


 "Pak Karyo, menantumu tidak akan mengecewakan perasaan dan kepercayaanmu itu. Asalkan pak Kaizam, tidak mengambil keputusan yang lain. Setidaknya kerjasama sama kita,tetap sama seperti dulu. Kalau pak Karyo, masih ragu kemampuan menantu sendiri. Aku akan melaporkan segalanya,tenang saja". Kata Camelia, melirik sekilas ke arah Kaizam mampu membuat lawan tidak berkutik apapun.


Sialan,pak tua malah berpihak kepada Camelia. Jika aku melakukan kesalahan sedikitpun,akan kehilangan segalanya. Untuk saat ini,aku bersabar sambil menyusun rencana lainnya.Batin kaizam, lagi-lagi gagal dalam membalas dendam kepada Camelia.


Sampai kapan Kaizam dan Leo menuntaskan balas dendam kepada ku. Sudah bertahun-tahun masih memendam dendam saja,tapi sampai sekarang tidak ada gunanya.Batin Camelia,memutar bola matanya.


"Nona Camelia,anda benar-benar baik sekali dengan ku. Inilah aku selalu bangga dengan ku,nona. Sayangnya anak perempuan ku, tidak seperti dirimu yang luar biasa. Jujur saja, istriku benar-benar kagum dengan mu dan ada pesan untukmu dari istri ku tercinta". Kata pak Karyo, sontak membuat Kaizam penasaran sekali.


"Benarkah? Apa pesan dari ibu negara ini, katakan saja pak". Kekehnya Camelia, tersenyum manis.


"Begini, istriku sudah lama ingin mengajak nona makan malam di rumah. Apa lagi,kita sudah lama saling kenal dan menjalin kerjasama. Maaf, aku lancang sekali kepasa nona. Bisakah menuruti permintaan ini,besok istriku berulang tahun ke 48 tahun. Kehadiran nona Camelia, sungguh sempurna di hari ulangtahunnya". Ucap pak Karyo, wajahnya penuh dengan harapan atas kedatangan Camelia.


Kaizam,syok berat mendengar permintaan ayah mertuanya. Ingin mengelak perkataan beliau,mana berani takut di marahi habis-habisan. Yang bisa dilakukan adalah diam,belum saatnya untuk angkat bicara.


Camelia, langsung menuruti permintaan pak Karyo. Mana mungkin menolak permintaan yang masih kecil itu, pasti sesuatu pertunjukan menarik makan malam besok.


Pak Karyo, merasa senang mendengar Camelia bersedia datang di kediamannya untuk makan malam bersama.


Camelia,puas melihat raut wajah Kaizam marah cuman bisa di pendam. "Kaizam,kau kalah dengan ku". Kata Camelia, selepas kepergian pak Karyo.


Jangan ditanya bagaimana, raut wajah Kaizam dan Leo? Wajahnya berubah sangat masam tak berbentuk lagi, belum apa-apa lawan sudah kalah.