SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Lupa


"Kau tau JJ Abrams,dia tidak mau menjadikan istri yang ke-limanya. Padahal nih, istri-istrinya sangat setuju memiliki madu seperti aku yang manis". Kata Camelia, saking pedenya.


"Iiiihh...Ogah,mana mau aku menjadikan mu istri ke lima". Ardan,bergidik ngeri jadinya.


(Hahahaha...Aku juga tidak setuju sayang,kalau kamu jadi miliknya. Tak segan-segan menjadikan istri-istrinya, berubah menjadi status janda dalam hitungan detik). Kata JJ Abrams, sambil memetik kelopak bunga di tangannya satu persatu.


Anak buahnya melihat langsung,hanya diam dan menyaksikan sang bos dengan sikap konyolnya.


"Aku cuman bercanda,jangan marah yah. Ya sudah,aku tutup dulu telponnya mau melanjutkan makanku". Ucap Camelia, langsung mengembalikan ponsel Ardan ke pemiliknya.


(cium dulu, sayang. Sayang! Mana ciumannya, sayang). Cicit JJ Abrams, ponselnya sudah beralih ke Ardan.


"Uuumaahhh... Uuumaahhh.... Uuummahh...Puas loh!". Teriak Ardan, langsung panggilan telponnya di matikan oleh JJ Abrams.


Camelia dan istri-istrinya, tertawa melihat tingkah laku Ardan yang kesal dengan JJ Abrams.


Selesai acara makan, Camelia meminta sesuatu kepada Ardan. "Tuan Ardan,aku ingin kau menculik ku di tunda yah. Maksudnya pagi besok,aku mau pulang. Sekolah gak sih, ulangan sudah selesai. Tetapi,aku sudah janji kepada nenek membawa kekasih ke mansion. Plisss..Mau yah! Setelah selesai,culik lagi gak papa kok". Pinta Camelia, memasang wajah imutnya.


"Hahahhaa... Hahahaha..Kau ingin membawa tuan JJ Abrams, bertemu dengan nenekmu. Jangan bilang kamu ingin menjalin hubungan serius, bukannya kamu tidak mencintainya?". Ardan, memainkan kedua alisnya.


"Bocil,jangan ikut campur urusan pribadi ku. Ini adalah urusanku yah,mau serius atau gaknya. Mau aku mencintainya, atau gak. Bukan urusan bocil, seperti dirimu". Camelia, menunjukkan jarinya tepat di hadapan Ardan.


"Bocil,bocil,bocil,aku sudah memiliki 4 anak. Jaga sikapmu Camelia,aku tak segan-segan melakukan apapun terhadap mu". Ancam Ardan, baru sebentar dengan Camelia sudah menguras tenaganya.


"Yakin,mau macam-macam. Gak takut yah, ancaman JJ Abrams. Membuat istri-istri anda berubah status menjadi janda,ngenes banget bocil jadinya. Di alam baka kamu cuman menangis tersedu-sedu, melihat istri-istri mu bahagia dengan pria lain. Hahahaha....Hahahha...!" Lagi-lagi Camelia, mengejek Ardan tanpa ba-bi-bu lagi.


Anak buahnya Ardan, sekuat tenaga menahan tawanya. Jangan sampai terlepas, bisa gawat nantinya.


"Kalian pasti puas mendengar ucapan Camelia, menahan tawa segala. Keluarkan tawa kalian,aku akan memotong gajih kalian selama dua bulan". Bentak Ardan, menahan dirinya.


"Wuwuwuwu...Bocil marah!". Ejek Camelia, membuang muka ke arah lain.


"Camelia,kau!". Geramnya Ardan, ingin memakan mangsanya hidup-hidup.


"Ya ampun, calon suamiku marah". Camelia,malah mencolek dagu Ardan.


"Cameliaaaaa....!". Teriak Ardan,sekeras mungkin.


kwak....Kwak...kwak....


Burung-burung berterbangan di atas kediaman Ardan, mendengar suara teriakannya nyaring sekali.


*****************


Malam harinya Ardan, merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Matanya tertuju seorang wanita, duduk manis di depan meja rias.


"Suamiku,aku datang. Hihihi...!". Camelia, menyeringai mengerikan dan merangkak ke arah Ardan.


Jangan di tanyakan lagi, Ardan memundurkan dirinya karena ketakutan melihat wajah Camelia yang mengerikan.


Matanya calingukan sekililing kamar, tidak menemukan dimana istri-istrinya. "Sialan, pasti Camelia melakukan ini". Ardan, langsung bergegas mengenakan pakaian dan keluar mencari istri dan anak buahnya.


Ardan,mencari sumber suara begitu heboh sekali di halaman belakang. Ternyata Camelia, mengajak anak buah Ardan olahraga bola voli. Sedangkan Istri-istri tuan Ardan, bersamaan Camelia. Menonton mereka bermain,sambil berteriak-teriak untuk menyemangati para pemain.


"Beruntung hari ini dia terkahir di sini,jika lama-lama. Aku tidak tau, bagaimana jadinya tempat tinggal ku?". Gumam Ardan, langsung mendekati mereka. Menampakkan sorotan mata memerah manahan amarahnya,anak buahnya langsung menghentikan permainan.


"Apa-apaan ini,ha?" Teriak Ardan, menoleh ke arah Camelia mengangkat kedua bahunya.


"Sayang,kamu jangan marah dong". Bujuk Anggi, memangku suaminya itu.


"Kami cuman bersenang-senang saja,hanya berolahraga loh. Anak buah harus berolahraga rutin, ayolah". Bujuk Ning, istri paling muda.


"Tenang saja,malam nanti kami service full". Bisik Selfi, tersenyum manis.


"Camelia, memberikan saran yang bagus loh. Beraktivitas seperti olahraga di pagi hari, sangatlah penting". Wina, merangkul pundak Camelia yang mengedipkan matanya.


Kurang ajar sekali Camelia,dia memanfaatkan kebaikan istri-istri ku yang cantik-cantik ini. Dia mengetahui kelemahan ku, wanita ini sangat berbahaya sekali. Aku akan memberitahu JJ Abrams, takutnya dia tunduk patuh kepada Camelia.Batin Ardan, menyipitkan bola matanya. "Oke, lanjutkan olahraganya bermain bola voli. Kebetulan sekali,aku lama tidak menonton olahraga ini. Siapa yang menang,akan mendapatkan hadiah dan liburan selama 3 hari".


"Hore....!". Mereka semua semakin bersemangat bermain voli. Niat untuk olahraga, kini menjadi ajang lomba bola voli.


Waktu terus berjalan, mereka semua tengah asyik menikmati lomba bola voli tersebut. Termasuk Ardan,ini benar-benar menyenangkan dan melupakan rencana mereka.


Camelia, bertepuk tangan dirinya tengah senang sekali melupakan segalanya.


Akibat kelalaian Ardan,dalam rencananya. Di tempat lainnya, JJ Abrams, Jhonny, dan Li Yun. Mereka semua kebingungan,karena tidak ada kedatangan Ardan dan lainnya.


Bahkan tempat untuk meletakkan Camelia,masih kosong melompong. Hampir berjam-jam mereka menunggu, tidak ada datang juga.


JJ Abrams, beberapa kali menghubungi Ardan atau anak buahnya. Tak kunjung mendapatkan jawaban,kemana mereka semua.


Akibat lomba bola voli, Ardan maupun anak buahnya tidak mengetahui JJ Abrams menghubungi mereka berkali-kali.


"Kalian berdua pergi kediaman Ardan. Kemana mereka semua? Ini adalah pertama kalinya, Ardan lalai dalam misinya. Tidak mungkin terjadi sesuatu, pasti Camelia melakukan sesuatu". Perintah JJ Abrams, mengutus anak buahnya. Setelah itu,dia mendekati Li Yun tak jauh darinya.


"Li Yun,kau yakin Ardan menepati janjinya?". JJ Abrams, tersenyum smrik ke arah Keponakannya.


"Kemana Camelia, JJ Abrams? Kau ingkar janji,apa ada sesuatu kepadanya". Jhonny, sedikit mendekati JJ Abrams.


"Kau pura-pura khawatir dengan Camelia, nyatanya ingin mengambil sesuatu darinya. Ayolah,jangan memasang topeng busuk mu itu". JJ Abrams, terkekeh geli.


"Aku yakin sekali,tuan Ardan tidak pernah mengingkari janjinya. JJ Abrams,ini adalah pembalasan dari orangtuaku". Li Yun, tersenyum smrik.


"Li Yun,kau masib muda dalam hal ini. Bagiku kau bukan apa-apa, sekarang mana tuan Ardan? Dia tidak ada muncul,karena Camelia melakukan hal yang tidak terduga". JJ Abrams, menepuk pundak Li Yun.


Li Yun, menahan amarahnya mendengar ucapan sang paman. Dia percaya dengan Ardan, melakukan Camelia tak bisa berbuat apapun. Baginya Ardan, seorang gangster yang di takuti pasti Camelia ketakutan saat ini. Nyatanya Camelia dan lainnya,malah bersenang-senang.


Ardan dan istri-istrinya menari-nari merasa hari ini sangat berbeda. Tepat anak buahnya JJ Abrams, sudah sampai dan ingin pingsan melihat di hadapannya.