
"Kita selesaikan masalah pekerjaan masing-masing,aku tidak mengganggumu dan kamu tidak menggangguku. Aku keluar negeri karena pekerjaan,sama seperti mu pergi karena pekerjaan. Aku tidak bisa terus-terusan meminta bantuan kepada seseorang,ada waktunya aku turun tangga sendiri. Kau paham kan,aku pergi karena pekerjaan bukan meninggalkan mu". Camelia, tersenyum menangkup wajah JJ Abrams.
"Ck,sok sibuk". Kata Ling Zhi,tapi masih terdengar oleh Camelia dan JJ Abrams.
JJ Abrams, membenamkan wajahnya di leher Camelia. "Aku tak sanggup jauh darimu, aku melihat tatapan mu ada sesuatu yang di sembunyikan. Kau ingin meninggalkan ku kan,maaf aku sudah bersalah". JJ Abrams,menaruh tangannya ke telinga seperti anak kecil yang meminta ampun atas kesalahannya.
"Aku sudah memaafkan mu,aku paham dengan keadaan mu saat ini. JJ ku yang manis,aku harus pergi sekarang juga. Tidak enak dengan pak Sanju,dia sudah menunggu lama sedari tadi. Begini,aku akan kembali dan hubungan kita baik-baik saja. Oke, kau percaya dengan ku?". Tanya Camelia, berusaha membujuk JJ Abrams agar melepaskan dirinya.
"Tuan JJ Abrams, kita harus pergi sekarang juga. Perjalanan kita masih jauh,ini jauh lebih penting daripada yang lain". Kata Ling Zhi,tak jauh dari mereka.
Cup...
"Aku pergi dulu, semangat untuk menyelesaikan pekerjaan mu. Hati-hati sayang,jangan sampai dirimu terluka sekalipun". Camelia, tersenyum pelukan JJ Abrams sudah melonggar.
"Janji tidak akan meninggalkan ku". JJ Abrams, langsung menunjukkan jari kelingkingnya.
"Jecky,aku titip bos kalian yang manja ini. Dah...Kau jangan sedih bayi besar ku,aku akan pulang nanti. Aku janji tidak akan meninggalkan mu, percayalah". Kedip mata Camelia, ingin masuk kedalam mobil dan mendapatkan bisikkan.
"Kali ini,aku membiarkanmu pergi karena pekerjaan. Jika dalam satu minggu tidak pulang, pahamilah perkataan ku ini". Bisik JJ Abrams, menuntun Camelia masuk kedalam dan tatapan tajam ke arah Sanju.
"Pak Sanju, maaf mengganggu perjalanan mu. Selamat malam,aku titip calon istri ku ini". Kedip mata JJ Abrams,tapi membuat Sanju bergidik ngeri.
"JJ,kau membuat rekan ku takut". Bisik Camelia, repleks mendapatkan cubitan manis.
Mobil yang di tumpangi Camelia, melesat pergi jauh dari pandangan JJ Abrams. Dia mendekati Ling Zhi, dengan tatapan tajam.
Tanpa ba-bi-bu lagi, JJ Abrams langsung mencekik leher Ling Zhi menggunakan sebelah tangan. Tubuh Ling Zhi, sedikit terangkat dan kakinya tak menyentuh jalan.
"Jangan pernah lancang terhadap ku, Ling Zhi. Apa lagi,sok tahu dalam masalah pekerjaanku. Kau adalah anak buahku jangan berharap lebih dari itu,aku yang membuat dirimu memiliki apapun yang kau inginkan. Tetapi, aku bisa membuat dirimu menjadi debu tak berarti". JJ Abrams, langsung menghempas Ling Zhi ke tanah.
"Uhukk.... Uhukk... Uhukk...". Ling Zhi, merasakan lehernya sangat sakit. Begitu kuat JJ Abrams,mencekik lehernya hampir nyawanya melayang.
"Rendahkan nada suaramu kepada Camelia, sedangkan aku tak pernah meninggikan suaraku. Jangan pernah membahas soal masalah pekerjaan ku di depan nya,aku tidak mau menjadi beban pikirannya nanti.kau sudah lancang akhir-akhir ini,dan banyak tanya". Sambung JJ Abrams, melewati Ling Zhi tanpa menatap ke arahnya.
Ling Zhi,masih ketakutan sekali dengan bos besarnya itu. Baru kali ini,dia menyinggung perasaan JJ Abrams.
"Aku belum pernah mendapatkan amarah dari Tuan JJ Abrams,aku sudah menyinggung perasaan Tuan". Ling Zhi, berusaha berdiri merasakan tubuhnya sakit di hempas JJ Abrams.
Anak buah yang lainnya, sudah meninggal Ling Zhi seorang diri. Mereka tak berani menolongnya,takut di marahi JJ Abrams.
******************
"SANJUUUU....!".
Seorang pria melambaikan tangannya ke arah Camelia dan Sanju.
"Hmmmm... Seperti biasa,aku baik-baik saja. Nona Camelia,dia adalah sepupu ku Khaibar seorang militer". Kedip mata Sanju, memperkenalkan sepupunya.
"Hai,salam kenal nama ku Camelia rekan bisnis pak Sanju". Camelia, mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan dengan Khaibar.
"Salam kenal balik,nona Camelia. Aku kira Sanju,membawa calon istri karena nenek tak sabar untuk melihatmu menikah". Kekehnya Khaibar,melirik ke arah Camelia senyum-senyum.
"Husss...Dia milik orang lain,ayo kita pulang. Nona Camelia, ikutlah denganku pulang ke mansion keluarga kami. Tidak perlu menginap ke hotel segala, bagaimana?". Sanju, menggerutu dirinya sendiri. Dia kebingungan karena berkata seperti itu, takut menyinggung perasaan Camelia.
"Benar,di sana banyak orang semua keluarga kami. Kebetulan ada acara syukuran atas kehamilan kakak ipar kami, ikutlah". Kedip mata Khaibar, mengajak Camelia ikut bersama mereka.
"Hmmmm....Apa tidak masalah, jika aku ikut?". Tanya Camelia, sanga ramai sekali di kediaman Sanju.
Sanju dan Khaibar, langsung menggeleng kepalanya. Tanpa ba-bi-bu lagi, Khaibar menarik koper Camelia segera pergi dari sini.
Sanju, menceritakan tentang keluarganya keturunan India. Keluarganya masih mengikuti tradisi india, mengenakan pakaian sari.
Mobil berhenti di depan hotel, Camelia enggan ikut sanju kediamannya. "Kau yakin, ingin menginap di hotel ini dan tidak ikut bersamaku". Tanya Sanju, tersenyum kecil.
"Tidak,aku ingin sendirian tanpa siapapun. Terimakasih, sudah mengantarkan ku ke sini. Pak Sanju, selamat malam dan terimakasih atas kerjasamanya". Kata Camelia, berisap-siap untuk keluar dari mobil.
"Sama-sama,aku senang bekerjasama dengan anda nona". Sanju, mengangguk pelan dan menatap Camelia keluar dari mobil.
Camelia, sedikit membungkukkan badannya dan berjalan masuk kedalam hotel. Begitu juga mobil Sanju, meninggalkan halaman hotel itu.
Ceklekk...
Camelia,masuk kedalam kamar hotel dengan fasilitas VIP. Pergi keluar negeri,tak sepenuhnya masalah pekerjaan melainkan untuk memenangkan pikirannya.
"Sebenarnya, JJ Abrams tidak ada salah sedikitpun. Aku bersyukur memiliki kekasih, tidak mengekang kebebasan ku. Aku seringkali bersama pria lain, tertawa lepas, bercerita,dan lainnya. Lalu,kenapa aku marah kepadanya cuman menolong anak buahnya semata? Tidak mungkin kan, cintaku sangat dalam kepadanya Sialan, bukankah aku dulu ingin lepas dari jeratan JJ Abrams. Nyatanya aku tidak bisa melihat dia bersama wanita lain,apa lagi memutuskan hubungan ini. Jujur saja, aku memang berlebihan dalam hubungan ini. Dia memberiku kebebasan, bertemu dengan siapapun". Ucap Camelia, mengigit bibir bawahnya. Pikirannya berkecamuk kemana-mana, menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. "Uuuhh...Empuk sekali kasur ini". Gumamnya pelan, memejamkan matanya.
************
Sedangkan di tempat lain.
"Sanju, sepertinya dia dalam masalah besar" Kata Khaibar, sambil menyetir mobil.
"Sepertinya, sebelum kami pergi ada seorang pria mencegah kami pergi. Kekasihnya nona Camelia, tetapi banyak sekali anak buahnya. Seakan-akan nona Camelia, memiliki kekasih bukan pria biasa. Aku dengar-dengar namanya JJ Abrams, dari namanya saja sangat bagus dan bukan orang biasa". Ucap Sanju, sepertinya memikirkan Camelia dan kekasihnya.
"Benarkah? Apa jangan-jangan nona Camelia, tertekan dalam hubungannya. Bisa jadi,nona Camelia meminta bantuan ingin lepas dari kekasihnya itu". Khaibar, langsung menaruh rasa curiga.
"Entahlah,aku tidak tau sama sekali. Untuk apa juga,kita membahas hubungan mereka. JJ Abrams,nama yang familiar pernah mendengar nama itu". Sanju,nampak berpikir keras dengan nama JJ Abrams.