SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
4 Serangkai Ngerumpi


Mendengar kabar Down,jatuh dari atas ke bawah lautan lepas. 3 serangkai tertawa terbahak-bahak, rupanya mendapatkan kesialan sudah mengganggu kesenangan Camelia bersama suaminya.


"Astaga, bagaimana bisa Mr.Down jatuh ke laut lepas?". Ardan, geleng-geleng kepala mendengar cerita JJ Abrams.


"Tidak tau. Terakhir dia ingin menyebrangi jembatan papan itu, terlihat kesakitan bagian kakinya dan oleng jatuh deh". Kata JJ Abrams, mengedipkan bahunya.


"Apa jangan-jangan karena nona Camelia,yah? Cuman nona Camelia, yang bisa melakukannya tanpa di ketahui oleh seseorang". Sahut Morgan, mendapatkan pukulan di bahunya.


"Enak saja, sembarangan menuduh istriku. Memang punya bukti kamu? Sedangkan aku di sampingnya, tidak melihat apapun". Bantah JJ Abrams, dengan suara kerasnya.


"Iya,siapa tau aja. Mana mungkin tiba-tiba Mr.Down kesakitan di bagian kakinya dan jatuh. Ini adalah kejanggalan loh,bukan kebetulan semata". Ardan, mencoba mencari solusinya.


"Hmmmm... Sedangkan Tuan JJ Abrams,di samping nona Camelia tidak melihat yang aneh. Apa lagi kita, pasti kaya orang bodoh calingukan gak jelas. Yang penting yah,aku tidak mau mendapatkan kesialan dari nona Camelia. Terus, apa yang kamu lakukan kepada Mr.Down?". Tanya Markus,yakin sekali bahwa JJ Abrams tidak akan melepaskan orang yang terang-terangan menguji kesabarannya.


"Hmmm....Mana mungkin Tuan JJ Abrams,diam saja". Sahut Ardan, tersenyum smrik. Rupanya Mr.Down benar-benar nekad untuk memiliki nona Camelia. Masalahnya yah,ini nona Camelia bukan wanita sembarangan. Aku merasa sesuatu yang tidak beres,apa jangan-jangan Mr.Down sebagai target tumbal nona?.


"Untuk saat ini,aku tidak melakukan apapun. Sampai waktunya Camelia,yang maju duluan. Aku memerintahkan seseorang untuk mengawasi Mr.Down". Jawab JJ Abrams,kali ini tidak gegabah melakukan apapun.


"Eee...Kenapa tidak mengawasi nona Camelia?". Tanya Morgan, penasaran karena sasaran Down bukan istrinya.


"Emang bisa mengawasi istriku? Silahkan kamu mengawasi Camelia, dengan senang hati". JJ Abrams, tersenyum smrik dan mengangkat satu alisnya.


Morgan, secepatnya menggeleng kepala takut menjadi sasaran empuk Camelia. "Gak. Aku tidak mau, terimakasih".


"Sama aku tidak mau". Sambung Markus, mengangkat kedua tangannya.


"Aku juga,banyak pekerjaan mengurus yang lainnya". Sambung Ardan,juga.


"Camelia, mengetahui segalanya jika mengikuti dirinya diam-diam. Aku pernah melakukannya sendiri,kami tersesat karena bukan mobil Camelia. Melainkan mobil orang lain, bahkan anak buahku seringkali mengawasi tidak ada kejanggalan aneh. Akan tetapi,ada saja kejutan yang aneh seperti kematian Zara dan Carlen. Lalu, di iringi kematian Muna, Daira dan Ling Zhi. Kasus kematiannya sama karena keracunan,akan tetapi korban menyalahkan istriku. Sedangkan kita tidak mendapatkan bukti apapun,aneh bukan?". Ucap JJ Abrams, menjelaskan semuanya dan mereka manggut-manggut mendengarnya.


"kalian kan suami-istri,kenapa tidak tanyakan kepada Camelia? Pasti dia akan berkata jujur, bukankah kalian saling mempercayai satu sama lain?" Tanya Ardan, bingung dengan rumah tangga JJ Abrams dan istrinya.


"Hmm....Kami tidak saling percaya,aku memang mempercayai istriku. Tapi, istriku mana mungkin percaya kan". Jawab JJ Abrams.


"Aneh,kalian menjalani rumah tangga tapi tidak saling percaya". Gumam Markus, menggeleng kepala.


"Namanya juga menikah dengan nona Camelia,resiko". Sahut Morgan, cengengesan.


"Tanyakan kepada Ardan, apakah istri-istrinya mempercayainya?". Kata JJ Abrams, mendelik ke arah Ardan.


Ardan, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Eleh..Mana mungkin istri-istrinya mempercayai ucapannya itu. Buktinya saja menikah sampai 4x, untungnya akur dalam satu atap". Sahut Markus, menyunggingkan senyumnya.


"Itulah keuntungan ku memiliki istri banyak, asalkan berbuat adil". Kekehnya Ardan, tersenyum sumringah.


3 serangkai cuman menggeleng kepala mendengar ucapan, Ardan.


"Sepertinya Morgan, kesusahan mencari istri karena dia pensiun Casanova". Sahut JJ Abrams, tersenyum mengejek.


"Meskipun aku pensiun Casanova, pastilah mendapatkan wanita idaman yang selama ini aku cari. Yah...Memang benar seringkali celap-celup sana-sini, itukan dulu wanita yang tidak perawan lagi. Kalau perawan aku setubuhi, jelaslah bertanggung jawab dan mencari informasi tentang dirinya. Aku tidak sembarangan mencari istri,kalau bisa seperti nona Camelia". Kekehnya Morgan, ujung-ujungnya pasti ke istri JJ Abrams.


"Tidak ada lagi, seperti istriku dan sudah punah". Sahut JJ Abrams, langsung."Gimana dengan mu Markus,ada yang kau rencanakan?". Kali ini, JJ Abrams yang bertanya.


 "Tidak ada,tapi aku minta saran dari seseorang. Tapi,gak sekarang kapan-kapan saja". Jawab Markus, sudah memikirkan kemana bertanya kepada seseorang yang tepat.


"Oh, pasti mau cari mak jombal yah? Wah... Ikutan dong". Kata Ardan, penuh semangat.


JJ Abrams, langsung mengusap wajah Ardan karena rakus ingin memiliki istri lagi. "Kapan insyaf menjadi suami yang baik, pikirannya nikah mulu gak ada yang lain apa? Terus, anakmu berapa coba hitung hampir selusin".


"Banyak anak banyak rezeki, Tuan JJ Abrams. Lagipula aku bisa menyanggupi permintaan istri-istriku, tapi atas izin dari mereka jika aku ingin menikah lagi". Ardan, menepis tangan JJ Abrams ingin mengusap wajahnya lagi.


"Yakin,kau harus berhadapan dengan istriku". JJ Abrams, menyunggingkan senyumnya karena Ardan pasti kalah lagi.


Ardan,mendengus dingin mendengarnya. Sudah pasti istri-istrinya meminta bantuan kepada, Camelia..


*********************


Sedangkan Camelia,tengah bekerja di dalam kamar, sambil mengawasi sang buah hatinya. Sudah 2 bulan lebih, dirinya tak menginjak kaki di perusahaan.


Ting....


Sebuah pesan masuk di ponselnya, tertera nama Bunga mengirim laporan ada beberapa anak kuliah magang di perusahaannya.


Camelia, menyunggingkan senyumnya melihat nama-nama tersebut. Ada nama Ryan, Kaizam dan Leo. Dia langsung menyetujui permintaan dari pihak kampus,tinggal hitung beberapa bulan lagi dirinya juga wisuda dan masih mengerjakan skripsi. JJ Abrams, tidak membiarkan dirinya pergi ke kampus dan mengerjakan secara online saja.


"Hoaaamm....Pegel banget leherku, JJ Abrams kemana yah? Enaknya di spa ini,pijit-pijit manja lah". Gumam Camelia, melirik ke arah anak-anaknya masih terlelap tidur.


Camelia,keluar dari kamar dan menemui baby sitter tengah bersantai di ruang yang disediakannya. Meminta mereka menjaga si kembar, dirinya ingin pergi spa dan merawat diri dulu.


******************


Sesampai di tempat, Camelia di sambut hangat oleh pelayan dengan hati-hati jangan sampai menyinggung perasaannya itu.


"Hai, Camelia alias ibu muda". Ucap seseorang di sampingnya."Pelayan di sini sangat lengkap dan bagus, rupanya kamu ke sini juga".


Camelia, tersenyum kecil melihat Dwi perawatan di sini juga. "Ee..Tante Dwi,". kekehnya.


"Kebetulan sekali yah,kita barengan ke sini. Kita bisa banyak ngobrol kayanya, apa lagi di ruangan VIP yang sama". Ucap Dwi, tersenyum sumringah. Mengikuti langkah kaki Camelia, masuk kedalam ruangan yang di pesannya.


Camelia, tidak merasa risih atas kehadiran Dwi. Asalkan tidak mengusik ketenangannya saja,atau banyak tanya yang tak masuk akal.