
Jhonny, menepikan mobilnya dan memandang ke arah Camelia terlihat murung.
"Kau mencintainya katrina?".
"Iya,aku mencintainya Jhonny. Kenapa,aku tidak percaya?". Katrina, tersenyum getir tanpa menoleh ke arah Jhonny.
"Aku melepaskan mu Katrina, membiarkanmu bersamanya. Sekarang aku sadar diri,dia lebih pantas memilikimu di bandingkan aku yang pernah mengecewakan perasaan mu. Aku tau,apa yang aku lakukan salah. Aku sudah meminta maaf kepada mamah Sandra, berdamai dengan masa lalu". Kata Jhonny,menghela nafas beratnya.
"Baguslah,kau berdamai dengan masa lalumu. Nenek Sandra, benar-benar menyesali perbuatannya. Dia tulus menyayangi mu Jhonny, meskipun caranya salah. Seandainya beliau benar-benar jahat, mungkin tidak hidup sampai sekarang. Kenapa nenek Sandra, menjatuhkan ahli waris Malik dan Allen kepadaku? Itu cuman sebuah simbol, kau juga memimpin perusahaan Allen. Jordan, memimpin perusahaan Malik. Nenek Sandra, sudah adil terhadapmu. Kau tidak pantas melakukan kejahatan itu,aku bersedia menyerahkan seluruh warisan Malik dan Allen ke tanganmu. Aku seorang wanita,mana mungkin memegang perusahaan besar itu. Kau yang pantas Jhonny,bukan aku". Kata Camelia, memandang wajah Jhonny.
Jhonny,mengusap rambutnya ke belakang. "Aku sudah berpikir panjang Katrina, kematian orangtuanya Camelia di sebabkan aku. Ketika itu,aku melajukan mobil kencang ingin cepat-cepat pulang dan bertanya kepada mamah Sandra. Ayahmu, menyusul ku karena menghentikan semuanya. Ayahmu, tidak tega membuka masalah di masa lalu mamah Sandra. Namun mobilnya oleng, kecelakaan tak bisa di hidari. Aku tidak sempat menyelamatkan nyawa orangtua Camelia,karena aku bodoh dan egois mementingkan balas dendam kepada ibuku. Aku benar-benar minta maaf, mungkin jika Camelia masih ada. Dia sangat membenciku Katrina, sangat membenci ku". Jhonny, menyeka air matanya.
Katrina, mengulum senyumnya dan mengelus lembut punggung Jhonny. Mendapatkan perhatian khusus, Jhonny menangkap tangan Katrina dan membawanya ke pelukan.
"Aku sangat merindukanmu Katrina, seperti ini memelukmu tanpa ada halangan apapun". Bisik Jhonny,dalam isak tangisnya.
"Hussssttttt... Anggap saja,aku Camelia seutuhnya bukan Katrina. Kita harus menyelamatkan Olivia,dia benar-benar mencintai mu dan mengandung anakmu. Jhonny,aku tidak bisa meninggalkan JJ Abrams dan kau juga tidak bisa meninggalkan Olivia beserta anakmu". Kata Katrina, menunjuk jarinya ke dada Jhonny.
"Katrina, terimakasih atas semuanya. Ayo, kita selesaikan semuanya". Jhonny, mengelus lembut pucuk kepala Katrina dan menancapkan gas mobilnya. Satu tujuan mereka adalah menyelamatkan Olivia,di tangan Li Yun.
Camelia, tersenyum kecil melihat ke arah Jhonny. Sekarang dia sudah sadar, berdamai dengan masa lalu adalah tujuan lebih bagus untuk masa depan. Di sudut hatinya,masih ada cinta untuk Jhonny. Mana mungkin dia melupakan cinta pertamanya,masih ingat Jhonny pernah menyelamatkan dirinya dulu.
Jhonny, merasakan hatinya terasa lega karena sudah berdamai dengan keadaan. Sudah cukup mengorbankan segalanya, termasuk cintanya kepada Katrina. Di sisi lainnya, benih-benih cinta diantara Olivia mulai tumbuh meskipun tak sebesar mencintai Katrina. Melepaskan seseorang yang di cintainya,demi kebahagiaannya itu.
Memerlukan 40 menit perjalanan,tiba mereka sampai di sebuah villa. Pelan-pelan mereka masuk, berharap tidak di ketahui oleh Li Yun. Rupanya Li Yun,membawa teman-temannya di sini. Lalu,dimana Li Yun dan Olivia.
Jhonny, sudah gelisah gusar memikirkan keadaan istri dan anaknya. "Camelia,kita berpencar mencari keberadaan Li Yun dan Olivia. Kau ke sebelah sana,aku ke sebelah sini. Tadi aku sudah menghubungi anak buahku, sebentar lagi akan datang". Bisik Jhonny, langsung di angguki Camelia.
Berlahan-lahan Camelia, berjalan lebih pelan. Jangan sampai ketahuan temannya Li Yun, pasti mereka memiliki senjata api. Sedangkan dirinya, tidak memiliki apapun.
"Sialan,aku tidak memiliki senjata". Gumam Camelia,satu persatu mencek pintu di sana. "Huuuff... Beruntung sekali, pintu ini tidak terkunci". Dia berlahan masuk dari jendela,jangan sampai menciptakan bunyi apapun.
Samar-samar mendengar pembicaraan teman Li Yun,ada 9 orang tengah duduk santai dan menikmati kacang kulit.
Jantung Camelia, berdegup kencang harus berhati-hati berjalan melewati mereka di belakang. Seakan-akan Camelia, menahan nafasnya.
"Huuuu...Huuu...Huu...Ya ampun,aku deg-degan sekali". Gumam Camelia, menahan dadanya. "Apa Jhonny, sudah masuk kedalam yah?". Calingukan melihat sekeliling, berjalan mengendap-endap menuju ke belakang.
Mata Camelia, membulat sempurna cepat-cepat bersembunyi dibalik pintu. Dia melihat bayangan seseorang akan datang, segera menutup mulut dan memejamkan matanya. Karena penasaran siapa,melirik di balik celah.
Deggg....
Tiba-tiba Camelia, menemukan sesuatu tak kuasa apa yang di lihatnya.
"Uueekkk.... Uueekkk.... Uueekkk...!". Camelia,tak kuasa menahan apa yang dilihatnya. Rupanya Li Yun, seorang psikopat. Sedikit melirik ke depannya, tidak tau tubuh manusia di mutilasi.Bahkan usus organ dalamnya,di gantung dan diletakan sembarangan saja.
"Uueekk... Uueekkk.... Uueekkk...!". Lagi-lagi Camelia, memuntahkan isi perutnya. Mendengar ada suara seseorang datang,dia secepatnya bersembunyi di balik tirai.
Gila! Aku tidak menyangka Li Yun, berwajah tampan seorang pembunuh. Untuk apa dia organ-organ tubuh itu, apa jangan-jangan tubuh Olivia.Astaga! Bukankah salah satu dari mereka, kekasihnya Cika. Tidak!Aku tidak akan membiarkan Cika,dalam bahaya.Batinnya Camelia, menutup mulutnya.
Benar sekali, Li Yun dan Ron datang kebelakang. Mereka seperti berbincang tentang organ-organ, Camelia ingin tau apa yang mereka bicarakan.
"Bawa box ini,di dalam ada dua organ ginjal. Siap di luncurkan ke alamat ini,ingat jangan ada yang tau". Perintah Li Yun, tersenyum kecil.
"Sip, pasti beres Li Yun. Terus,mana Olivia sepupumu?". Ron, calingukan melihat sekeliling.
"Ada,masih di dalam. Dia tengah hamil tidak tau berapa bulan,aku menghubungi seseorang. Siapa tau aja, janinnya bisa mendapatkan pundi-pundi uang banyak. Kalau lebih berharga,kita akan menculik ibu hamil". Ucap Li Yun,raut wajahnya terlihat bersemangat untuk melakukan kejahatannya.
"Bagus, kapan kita menguasai tambang emas pamanmu? Aku tidak sabar mandi emas batangan setiap hari,behh...". Ron, terlihat jelas bersemangat.
"Besok kita akan ke sana,aku juga ingin mandi emas. Hahahaha....Hahahah...!". Li Yun, tertawa terbahak-bahak dan di ikuti Ron temannya.
Mendengar ucapan Li Ning, tiba-tiba Camelia mengundurkan langkahnya dan menjatuhkan sesuatu.
Pranggg...
"Aaa...!". Pekik Camelia, melonjak terkejut. Dia semakin ketakutan, menutup mulutnya sudah melakukan ceroboh. Astaga! Aku menjatuhkan botol ini,mana pecah lagi. Bagaimana ini?pasti aku ketahuan JJ Abrams, Li Yun akan mengirim kepalaku kepadamu nanti.
"Siapa di sana?". Sontak membuat Li Yun dan Ron, terkejut mendengar benda jatuh tersebut. Sedangkan Camelia, gelabakan apakah dirinya akan di ketahui oleh mereka berdua.
Berlahan-lahan Li Yun mendekati,lalu memberikan kode kepada Ron. Tangannya sudah siap senjata tajam, siapapun di balik tirai akan mendapatkan hukuman setimpal.
Sreeettttt...
Deggg....