SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Rencana Licik


Camelia, tersenyum sumringah melihat Zara mendekatinya dan mengintip ke bawah. Suasana di bawah sangat berantakan sekali, tidak ada hiasan pernikahan yang ada seperti kapal pecah di bawah.


Zara, terduduk lemas karena acara pernikahan anaknya menjadi pertumpahan darah. Bagaimana keadaan anak kedua dan menantunya itu, berharap mereka baik-baik saja.


"Nona Camelia, apa yang kamu lakukan?kenapa semua ini terjadi,hiks...Hiks...Hiks...Hari ini adalah kebahagiaan anakku menikah dengan seorang wanita yang di cintainya,tapi semuanya sudah berantakan. Pasti suamiku akan marah besar,karena sumpah istri keduanya yang tidak menyetujui pernikahan ini. Hiks...Hiks...Mr.Down, kecewa berat dengan ku. Bantulah aku nona Camelia, pasti kamu memiliki ide yang bisa meluluhkan suamiku". Zara, menahan dua pundak Camelia memohon minta bantuannya.


"Nona Camelia, bantulah aku agar suamiku lebih mempercayai di bandingkan istri mudanya. Memang benar,kami bagaikan keluarga harmonis. Mr.Down, selalu berbuat adil terhadap istrinya. Tapi,jika melakukan kesalahan maka dia akan murka". Zara, menghapus air matanya yang luruh.


Camelia, tersenyum smrik menyingkirkan pelakor mudah baginya. "Nyonya Zara, aku terpaksa mengacaukan segalanya. Melihat suamimu di tahan oleh musuhnya, bahkan anakmu juga dan mereka. Cuman ini, satu-satunya menolong agar musuh Mr.Down tak bisa berbuat apa-apa. Nyonya Zara, katakan bahwa kamu yang mengarahkan petasan kembang api ke arah mereka. Mengalihkan perhatian musuh Mr.Down, pasti suamimu nyonya salut atas keberanian anda. Aku yakin sekali, istri mudanya bak cacing kepanasan mendengar nyonya menyelamatkan nyawa mr.Down". Ucap Camelia, menjelaskan semuanya pasti berhasil dengan idenya ini.


 Zara, sedikit ragu mendengar rencana Camelia takut jika suaminya tidak percaya. "Tapi, kalau gagal bagaimana? Pasti aku akan di abaikan suamiku, istri mudanya tertawa melihat ku sakit hati".


Camelia, menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Nyonya, percaya dengan ucapan ku jangan meragukan kemampuan ku. Don,akan berpihak kepada kita pasti itu. Kita temui mereka di bawah,jangan lupa bawa pistol ini dan tembak musuhnya Mr.Down di depannya sendiri". Camelia, meletakkan pistol di tangan Zara.


Mendengar ucapan Camelia, Zara tersenyum dan mempercayai ucapannya. "Baik,aku ambil rencana ini".


Camelia dan Zara, turun dari menara dan menemui mereka di bawah masih dalam keadaan waspada. Takutnya petasan kembang api,masih di arah ke bawah.


Zara, berlarian mendekati suaminya yang sedikit terluka. "Suamiku,kamu tidak apa-apa? Maafkan aku yang berani melakukan ini, aku terpaksa mengarahkan petasan kembang api ke bawah demi menyelamatkan mu sayang". Zara, berusaha berakting sebaik mungkin.


JJ Abrams, Ardan, Morgan, dan Markus. Mereka menganga lebar karena istri Mr.Down yang melakukan,bukan Camelia.


"Benarkah? Kamu yang melakukannya sayang,bukan nona Camelia?". Down, menggenggam jemari tangan istri pertamanya.


"Mr.Down,aku adalah saksinya. Nyonya Zara, sangat marah karena pernikahan ini hancur berantakan. Melihat anda terluka, semakin murka lah nyonya Zara". Sahut Camelia, untuk meyakinkan lagi.


 Deg!


Zara,melirik ke arah Camelia karena takut mendapatkan amukan sang suami. Melihat kode Camelia, dengan menganggukkan kepala.


"Be-benar suamiku,aku tidak sanggup melihatmu di ancam oleh musuh-musuhmu itu. Aku sakit hati sekali, melihat pernikahan anakku hancur berantakan seperti ini. Sebagai seorang ibu, hatinya memanas akan melakukan balas dendam yang sudah merusak kebahagiaan anaknya...Hiks...Hiks...Hiks...". Zara,semakin menjadi-jadi berakting agar suaminya percaya.


Camelia, tersenyum sumringah ke arah 4 serangkai itu. JJ Abrams, Ardan, Morgan dan Markus karena rencananya berjalan dengan mulus.


"Istriku! Kau benar-benar berani melakukannya,benar sekali sayang kamu sudah menyelamatkan nyawa ku. Terimakasih, istriku atas keberanian ini. Aku benar-benar kagum dengan mu sayang, sungguh aku tak percaya dengan semua ini". Down,memuji istri pertamanya itu. Langsung memeluk tubuh istrinya,penuh dengan cinta.


Zara, merasa senang karena rencana Camelia benar-benar berhasil mendapatkan kepercayaan suaminya itu.


4 serangkai bertepuk tangan kecil, mereka yakin ini adalah rencana licik Camelia demi menyelamatkan dirinya dengan memanfaatkan istrinya Down.


"Astaga! 4 serangkai tengah berkumpul sekarang,kasian sekali yah. Penampilan kalian acak-acakan tak karuan,peris seperti ayam panggang. Wajah kalian hitam-hitam, baju bolong-bolong, rambut bau gosong dan seperti gembel. Hihihihihi...Maaf, bercanda". Camelia, cengengesan tidak memperdulikan tatapan tajam mereka 4.


Down dan istrinya,masih saling berpelukan dengan mesra. Zara, mendapatkan kehangatan dari suaminya lagi. Pasti istri pertamanya semakin meronta-ronta, melihat mereka kembali seperti dulu.


Zara,ingat apa rencananya tadi harus membunuh musuh suaminya tepat di depan untuk menyakinkan lagi. Dia langsung mengambil pistol di selipkan ke pinggang, menarik pelatuk pistol ke arah musuh suaminya itu.


Dor!


Dor!


Dor!


Tiga peluru tepat mengenai dada bidang musuh mr.down. semua orang terkejut melihat aksi istrinya Mr.Down begitu tangguh dan berani.


Down, semakin kagum dengan istri pertamanya itu. Menyaksikan langsung aksi Zara, tidak di ragukan lagi.


Camelia, tersenyum sumringah menyaksikan langsung pasti dirinya mendapat hadiah yang besar.


4 serangkai bertepuk tangan lagi, pasti ada sangkut pautnya dengan Camelia.


Zara,kagum dengan Camelia lebih tau apa yang terjadi ke depannya. "Nona Camelia,kau bisa melihat masa depan? Rencana mu benar-benar berhasil, suamiku Camelia mengatakan jika musuh mu akan datang dan menodongkan pistol. Lalu, Camelia memintaku untuk menembaknya agar kamu yakin dengan aksiku ini".


"Tidak.Tidak,aku cuman meyakinkan saja kepada nyonya Zara. Sebenarnya, nyonya Zara ragu melakukan dan kurang percaya jika berhasil. Tapi,aku membujuknya dan memberikan semangat kepada nyonya". Camelia, langsung mengelak perkataan Zara takut salah paham nantinya.


"Istri ku kau benar-benar berani melakukannya ini, nona Camelia terimakasih sudah menyakinkan istri ku". Down, semakin memeluk istrinya dan memberikan ciuman bertubi-tubi.


4 serangkai tak bisa berkata apa-apa lagi, mereka cuman bertepuk tangan mengetahui apa yang terjadi.


"Tuan JJ Abrams,kau meragukan ucapan kami dulu?" Bisik Morgan, menyenggol pundak Ardan yang pendek itu.


"Iya, dia memang penyihir cantik bahkan tau apa yang terjadi ke depannya. Semakin menarik sekali, itulah calon istri ku". Tegas JJ Abrams, menatap lurus ke depan.


"Iiihhh.... Mengerikan sekali". Markus, bergidik ngeri melihat Camelia yang sok mencari perhatian kepada Down.


"Bereskan mereka semua". Perintah Down,kepada anak buahnya. Down,membawa mereka masuk kedalam untuk beristirahat.


"E'ehmmm... Dari tadi kalian diam saja, sampai menjauhkan diri. Emangnya kenapa?". Tanya Camelia, mendekati mereka berempat.


JJ Abrams, Ardan, Morgan dan Markus. Mereka sama-sama bergeser agar menjauhkan diri dari Camelia.


"JJ Abrams, kau tidak ingin dekat-dekat dengan ku? Mumpung Mr.Downy dan keluarganya tidak ada di sini". Kedip mata Camelia, menarik kerah baju kekasihnya itu.


JJ Abrams, calingukan melihat ke arah 3 serangkai merasa bulu kuduknya berdiri. Ada apa dengan ku? Kenapa takut dengan kekasih ku sendiri, gara-gara mereka menghasut pikiran ku ini.Batinnya, meneguk salivanya menatap wajah Camelia.