SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Darah


"Sepertinya dua orang ini, pengkhianat di belakang kita". Kata Down, berhasil menangkap 2 pelaku. Dimana mandor mandor tempat pertambangan emas milik bersama JJ Abrams dan Down.


"Aku sudah mencurigai adanya penipuan, diam-diam menyembunyikan emas di suatu tempat untuk diri sendiri. Aku sudah mengatakan kepada mr.Down seringkali berkunjung ke pertambangan emas dan memeriksa semuanya. Pertambangan emas ku, baik-baik saja dari dulu sampai sekarang. Bahkan aku seringkali turun tangan ke lapangan,demi mempererat hubungan dengan pekerja di sana". JJ Abrams,duduk santai di kursi.


wajah Down, berubah masam mendengar ucapan JJ Abrams. Memang benar,jika dirinya jarang sekali mengunjungi pertambangan emasnya itu. Terkadang memerintahkan sekertaris pribadinya,atau anak buahnya pergi sekedar melihat di sana.


"Anda jangan terlalu sibuk dengan duniawi saja,Mr.Dow. Bukan anda yang rugikan,tapi kami semua yang sudah menanam saham. Akan tetapi, penghasilan tidak sesuai keinginan". Kata salah satu rekan bisnis Down.


"Kami masih bertahan bekerjasama dengan anda,karena Tuan JJ Abrams. Kalau Tuan JJ Abrams, tidak ada lagi. Maaf,kamu memutuskan kerjasamanya". Sahut yang lainnya.


"Mr.Down jangan terlalu mempercayai seseorang secara berlebihan. Takutnya ada penyesalan dikemudian, seseorang yang sukses banyak orang yang berniat menjatuhkannya". Ucap JJ Abrams, berharap Down memperhatikan pekerjaannya.


"Maaf,lain kali aku akan tegas dan berhati-hati. Masalahnya ini, tidak akan pernah terjadi lagi. Kalian tembak mati pengkhianat ini, sudah berani mempermainkan diriku". Down, menatap tajam ke arah dua pengkhianat itu.


"Hhhmmmpptt.... Hmmmpptt..!". Dua pelaku tak bisa bersuara karena mulutnya di bungkam, memohon-mohon untuk dimaafkan.


Bughhh...


Buughh...


Bughhh...


Down, beberapa menendang dua pengkhianat itu,cukup lama interogasi takut ada seseorang di balik ini semua. Nyatanya mereka mengakui, tidak ada siapapun dan atas keinginan sendiri mengkhianati Down.


Down, sangat marah besar kepada mereka berdua. Bukan hanya malu di depan rekan bisnis,akan tetapi mencoreng kepercayaannya. Beruntung masih ada JJ Abrams, sehingga rekan bisnis lainnya tetap percaya.


Dor!


Dor!


Dor!


Beberapa tembakan bersarang di tubuh pengkhianat,hingga nyawanya melayang. Tidak ada kata maaf,atau kesempatan bagi pengkhianat. Down, seseorang tegas dan tak main-main dengan nyawa seseorang.


"Uueekkk... Ueeekk... Uueekkk..!". JJ Abrams, mual-mual mencium bau anyir darah yang bersimbah di lantai.


Jecky, bergegas menangani bos besarnya itu. "Tuan, sepertinya kumat lagi". Gumamnya pelan.


Down,yang lainnya kebingungan melihat JJ Abrams mual-mual sampai muntah.


"Singkirkan mayatnya itu,iiihh...Bau darahnya anyir sekali, ueeekk.... Uueekkk...!". JJ Abrams, keluar dari ruangan tersebut. Duduk lemas di lantai, keringat membasahi wajahnya.


Jecky, segera mengambilkan air putih untuk bosnya. "Tuan, lebih baik kita pulang saja". Bisiknya, langsung di angguki JJ Abrams.


"Tunggu! Kenapa kamu mual-mual dan muntah JJ Abrams?". Down, mencegah kepergian JJ Abrams.


"Sepertinya bos,gak enak badan Mr. Lihatlah, badannya lemes dan anget kepalanya". Jawab Jecky, menuntun bosnya keluar dari kediaman Down.


Down, masih terdiam membisu di tempatnya. Sejak kapan JJ Abrams,selemah itu? Tadi dia tidak sanggup mencium darah,bau anyir katanya. Aneh, bukankah dulu lebih parah menghabisi musuhnya sampai darah muncrat ke seluruh badannya.Batinnya, bertanya-tanya ada seseorang yang di sembunyikan JJ Abrams.


Camelia,panik melihat kondisi suaminya lemah. Mendengar ucapan Jecky, muntah-muntah mencium darah di kediaman Down.


"Kenapa bisa, JJ Abrams mencium darah? Apa yang kalian lakukan,ha? JJ Abrams,aku sedang hamil loh. Kamu jangan melakukan apapun,apa lagi membunuh seseorang". Camelia, menatap ke arah anak buah suaminya itu.


Jecky, menundukkan kepalanya. "Sebenarnya,di kediaman Mr.Down menangkap pengkhianat nona. Terus,Mr.Down menembak mereka. Disitulah Tuan mencium darah,muntah dan lemes seperti ini. Maaf,aku harus jujur bos karena nona hamil".


"Oh,jadi kalau aku tidak hamil seringkali berbohong". Camelia, tersenyum manis dan tangannya mulai memberikan pelajaran kepada sang suami.


"Aduhh...Ampun sayang,aku tidak berbohong lagi. Ampunilah aku, segitu teganya kamu seneng suami. Apa tidak kasian dengan kondisi ku,sayang? Aku tersiksa sekali,kapan berakhirnya". JJ Abrams, bersandar pada istrinya itu.


Camelia, memutar bola malasnya. "Sabar sayang, kemungkinan sampai lahiran nanti". Kekehnya, senang sekali melihat sang suami tersiksa.


"Tidaaaaaaakkk.... Penciuman ku sensitif terhadap apapun,sayang. Kalau gak mual-mual yah, muntah-muntah lah. Aku malu loh, ketika pertemuan atau pesta tengah aku hadiri. Beberapa orang menggunakan parfum yang menyengat selain bajunya, persis kaya bau bangkai hewan. Iiiiiihhh... Aku jadi pusat perhatian orang-orang sekitar, tidak nyaman dengan yang lainnya. Pasti tersinggung mendengar mual ku, ketika mereka menyantap makanan atau apalah". JJ Abrams, mengeluh kesah tentang kondisinya sekarang.


Semenjak kehamilan Camelia, JJ Abrams enggan menghadiri pertemuan maupun pesta. ketika muntah-muntah pasti tubuhnya melemas,pusing kepala,lalu ngantuk berat.


"Sayang,aku mau makan ayam bakar. Tapi, Morgan yang masak". Rengeknya JJ Abrams, memasang wajah sedihnya.


Camelia, menepuk keningnya lagi-lagi menyusahkan Morgan. Sekarang Morgan, menjadi ahli koki JJ Abrams. Sedangkan Ardan, menjadi ahli membuat cemilan JJ Abrams. Biasanya JJ Abrams, meminta Ardan membuatkan puding atau sejenis kue.


Ardan dan Morgan, mencari sasaran empuk JJ Abrams. Mau tidak mau, harus menuruti perintahnya.


Terkadang Ardan, menggerutu dirinya sendiri. Pernah ketika menjalani bisnisnya, tiba-tiba JJ Abrams memintanya pulang dan membuatkan Pudding. Istri-istrinya membela Camelia,tak segan-segan mengancam suaminya itu.


Jecky, langsung menghubungi Morgan segera kediaman JJ Abrams untuk memasak.


*****************


Morgan, mengusap wajahnya dengan kasar. Semenjak kehamilan Camelia,dia lebih sering berhadapan dengan bumbu dapur.


"Cepetan masaknya dong, aku lapar sekali lemes gara-gara tadi". Kata JJ Abrams, duduk di kursi dengan wajah pucat pias.


"Sabar dong,ini lagi membakar ayamnya. Belum lagi, lalapan sama sambel ekstra pedas. Emang aneh yah,kalau merasakan kehamilan seperti wanita. Tuan JJ Abrams,doyan pedas padahal gak tahan pedas bakalan bolak-balik ke toilet". Ucap Morgan, sambil berperang dengan sayuran di tangannya.


"Benar juga,yah. Dulu aku tidak sanggup meskipun lombok di mie instan, sekarang doyan yang pedas-pedas. Untungnya aku yang suka pedas, jangan Camelia takut kenapa-kenapa dengan kehamilannya". JJ Abrams, mengerutkan keningnya sambil memikirkan sesuatu.


"Nona Camelia,enak tanpa merasakan gejala kehamilan. Tapi, Tuan malah menyusahkan orang lain". Gerutu Morgan, melirik sekilas ke arah JJ Abrams.


"Baguslah, setidaknya dia bebas mau makan apapun tanpa tersiksa seperti ku. Semoga kamu menikah,lalu morning sickness seperti ku ini. Hmmm...Betapa nikmatnya menjalani hari-hari,lalu penciuman sangat sensitif terhadap apapun. Morgan, lebih baik carilah wanita baik-baik dan menikahlah". JJ Abrams, menasehati temannya yang casanova ini.


"Hmmm...Aku sudah insyaf menjadi Casanova. Ada untungnya bertemu dengan istri mu,Tuan. Dia mampu mengubah perilaku ini,jadi sayang sama nona". Ucap Morgan, langsung di tatap tajam oleh JJ Abrams.


"E'ehmmm...Jaga mulutmu Morgan,buang pikiran mu yang menyayangi istri ku. Cuman aku yang boleh menyayanginya,kau jangan!". Teriak JJ Abrams, sambil berkacak pinggang.


Iya-iya,nona Camelia cuman milik anda.Batin Morgan. Tidak berani berkata apa-apa, segera mungkin menyelesaikan masakannya itu.