
Camelia,mulai menyusun rencana selanjutnya. Dia mengenal sikap neneknya, pasti menyelidiki siapa kekasihnya itu.
Camelia, menghubungi JJ Abrams melalui telepon dan berharap bisa bekerjasama. Tepat sekali, Li Yun juga menelpon dirinya. Sudah pasti Camelia, mematikan panggilan masuk Li Yun karena kurang tepat.
Selang beberapa detik, panggilan telponnya di angkat. "Halo, apakah kamu sibuk JJ? Aku ingin berbicara sesuatu hal". Tanyanya, mondar-mandir di dalam kamar.
(Tidak sayang, bicaralah sesuka hatimu. Tau saja,jika aku sedang merindukan suaramu. Terimakasih, sudah menelpon lebih dulu dang mengobati rasa kangen ku. Sebagai imbalannya,kau ingin apa sayang? Katakan saja,aku akan mengabulkan permintaan mu itu)
Anak buahnya JJ, menggeleng kepala karena berbohong kepada Camelia yang tidak sibuk. Padahal dirinya tengah melakukan interogasi,salah satu pengkhianat di hadapannya.
"Baguslah kalau kamu tidak sibuk,aku tidak menginginkan apapun darimu.Tetapi,aku ingin kau bekerjasama dengan ku". Kata Camelia, menghembuskan nafas beratnya. Hahahaha....Aku yakin sekali, JJ Abrams tidak akan menolaknya patuh dengan perintah ku. Camelia, menyunggingkan senyumnya.
(Bekerjasama sama? Katakan sayang,ini sangat menarik sekali di dengar). Jawabnya JJ,sengaja menekan tombol pengeras suara di ponselnya dan memberikan kode kepada anak buahnya. (Kalian dengar baik-baik,siapa tau kekasihku memerintahkan sesuatu). Ucap JJ,kepada anak buahnya dan terdengar jelas oleh Camelia.
"JJ, dengarkan aku baik-baik. Begini,aku sudah mengatakan kepada nenek bahwa aku memiliki kekasih. Besok pagi adalah pernikahan paman Jordan, jadi nenek mau kau datang. Tapi, dengarkan perkataan aku yah". Camelia, langsung mencegah JJ menjawab perkataannya. "Jadi,aku tidak siap mempublikasikan hubungan kita. Minta tolong yah,besok jangan datang ke acara pernikahan pamanku. Aku belum siap mendengar ucapan para tamu undangan,aku mohon JJ. Setelah dua hari pernikahan,aku akan membawamu menemui nenek. Kau mau kan, menuruti perkataan ku?". Tanya Camelia, menggigit jarinya.
Awalnya JJ, kecewa dengan perkataan Camelia yang tidak ingin ada orang lain mengetahui hubungan antara mereka. Setelah mendengar penjelasannya, barulah JJ paham dan mengerti keadaan sekarang ini.
(Baik,aku setuju dengan perkataan mu. Aku kira kamu tidak mau, memperkenalkan ku kepada nenekmu. Terimakasih sayang,aku semakin sayang sama kamu). JJ, beberapa kali mencium ponselnya.
Para anak buahnya, bergidik geli melihat sang bos sudah mabuk cinta.
"Oke,aku tidak bermaksud apa-apa loh. Jadi,aku memberitahu kepada nenek jika kamu memiliki gym terbesar di kota ini. Bahkan aku juga berbohong,kalau kamu tinggal di perumahan elit di ujung sana. Aku mohon JJ, kamu bisa menuruti perkataan ku Begini,kamu cari tau siapa pemilik gym terbesar di kota ini dan bekerja sama. Nenek ku akan menyelidiki siapa kamu,mencari tau sampai ke akar-akarnya. Satu lagi,kamu perlu menyewa salah satu perumahan elit juga. Pliss...Aku belum siap memberitahu kau sebenarnya,kepada nenek ku". Pinta Camelia, dengan nada lembut.
Hening tidak ada jawaban dari JJ, membuat Camelia gelisah takut JJ tak mau bekerjasama."JJ, apakah kamu mendengarkan perkataan ku? Apa permintaan ku, terlalu berlebih-lebihan yah".
(Maaf,maaf sayang bukan apa-apa. Itu adalah permintaan sangat kecil,jangan khawatir sayang. Kalian dengarkan permintaan calon istri ku, cepat laksanakan dan jangan lambat!)
Ucap JJ, suaranya terdengar sangat keras. Camelia, langsung menjauhkan ponselnya. "Benar-benar gila! Kupingku mau pecah saja, mendengar teriakkan nya". Gumamnya pelan
(Sayang,apa lagi yang harus aku lakukan. Tenang saja,aku akan mengirim hadiah spesial untuk pamanmu. Kapan kita bertemu sayang,aku sangat merindukanmu). Kata JJ, senyum-senyum sendiri dan bersandar di sofa. Bahkan memajukan bibirnya,anak buahnya juga ikut-ikutan memajukan bibirnya seakan-akan mau mencium.
Lagi-lagi anak buahnya menggeleng kepala,sikap bos besarnya tak seganas dulu.Cuman bertelepon dengan kekasihnya, berganti tempat dimana-mana.
"Terimakasih, sudah mau bekerjasama dengan berbohong. Kita akan bertemu,tiga hari lagi". Jawab Camelia, mengulum senyumnya.
(Tiga hari, bagaikan 3 bulan sayang. Demi bertemu dengan mu,aku akan menunggu dan bersabar. Camelia,apa maksudnya ini? Kamu mengizinkan nenekmu, ingin bertemu dengan ku. Apa ini adalah tanda-tanda, bahwa hubungan kita semakin serius?).
Degggg...
Camelia, bungkam dibuat JJ karena bingung mau jawab apa. Niatnya untuk mempertemukan JJ dengan neneknya adalah meyakinkan dirinya tidak mengharapkan, Jhonny.
(Yes! Kalian dengarkan,apa yang di katakan calon istri ku? Dia memang serius menjalin hubungan dengan ku, sebentar lagi akan ada pesta pernikahan yang meriah) kata JJ, sambil menunjukkan jarinya ke para anak buah yang tengah duduk sambil menyantap cemilan bos besarnya. (Sayangku,apa kamu baik-baik saja? Jhonny, tidak melakukan kekerasan kan kepadamu. Jujur saja,aku sangat khawatir dengan keadaan mu sayang. Tapi,aku harus mematuhi perintah mu pulang langsung beristirahat dan tidak ngapa-ngapain. Alhasil kami semua bangun jam 12 siang,saking nyenyaknya tidur)
JJ, masih senyum-senyum sendiri dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Tentu saja,para anak buahnya tengah mengejek-ejek bos besarnya. Karena cinta sudah membutakan segalanya, bahkan mengubah apapun.
"Berkat alat yang kamu berikan kepada ku, paman Jhonny tidak bisa berbuat apa-apa. JJ,aku tutup telponnya dulu yah? Soalnya mau ke kamar nenek, untuk memberitahu kau tidak bisa datang besok. JJ, selamat malam yah". Camelia, menyentuh dadanya berdebar kencang. Astaga, kenapa JJ Abrams berlebihan seperti ini?Aku harap anak buahnya, tidak stres melihat bos besar mereka.
(Tunggu, sebelum mengakhiri panggilan telpon ini. Aku minta ciuman, untuk mengobati rasa rindu ku. Jika tidak mau, besok aku akan datang dan menciummu di hadapan orang banyak)
"JJ, bercandaan mu sangat lucu sekali. Baiklah, kau dengar baik-baik yah. Uuummahh...!". Camelia, mencium melalui telponnya. Dia cekikikan menahan tawanya, jangan sampai terdengar JJ.
(Aaaahh... Bagaikan terbang di atas awan,sekali lagi sayang)
Camelia, menggeleng kepalanya dan berbaring di atas ranjang. "Uuummahh.... Uuummahh...". Secepatnya Camelia, mengakhiri panggilan telponnya karena malu sekali.
Jangan di tanyakan lagi, bagaimana keadaan JJ di sana. Dia beberapa kali mencium ponselnya,lalu memeluk erat.
"Apakah dia bos kita?"
"Aku yakin sekali,itu bukan".
"Mungkin bos, sudah dirasuki oleh arwah cinta".
"Lihatlah kelakuannya itu, menggelikan sekali. Dia tidak menyadari ada kita di sini, keterlaluan bos".
"Mungkin bos sudah menganggap kita kayu yang tertata rapi".
"Apakah nona besar Camelia, mencintai bos kita?" Ucap salah satu dari mereka,sontak yang lain langsung memandang ke arahnya.
Mereka semua serentak memandang ke arah JJ Abrams dan berpikiran sama juga.
Glekkkk...
"Jika nona besar Camelia, tidak mencintai bos besar. Habislah kita".
"Aaaaaaaaaaaaaaa....!". Kini anak buah JJ, berteriak sekencang mungkin. Membuat JJ Abrams, melonjak terkejut mendengar teriakkan mereka itu.
"Diiiiiiiiaaaaaaaammmmm...!". Teriak JJ Abrams,mata elangnya menyeringai tajam. Anak buahnya langsung berlutut, meminta ampun atas kesalahan mereka.