SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Melayangkan Panci Presto


"Aku tidak ada waktu meladeni teka-teki mu, nona. Lebih baik aku tebas leher mu,lalu memberikan kepada bos besar ku". Ucap Zhu, menyeringai tajam. Dia berlari ke arah Camelia, sambil melayangkan samurainya.


Buughh...


Zhu, tersungkur di lantai karena Camelia melayangkan panci presto ke arahnya. Terdengar suara cekikikan tawanya Camelia,karena panci presto tepat sasaran empuk di kepala langsung.


"Maaf,aku melayangkan panci presto tidak tau milik siapa. Bukannya kau ahli dalam bela diri, sudah pasti profesional untuk menghindari sasaran. Tetapi,kau tidak akan pernah bisa menghindari senjataku". Kedip mata Camelia, bangkit dari duduknya.


Zhu, mengepalkan kedua tangannya dan segera mendekati Camelia tak lupa melayangkan samurainya itu.


"Aaaaaa...Akan aku tebas leher mu!". Teriak Zhu, samurainya meleset di samping Camelia.


"Ckckck....Kau tidak ahli dalam bidang samurai ini, lebih baik jadi koki di dapur Kediaman suamiku". Ejek Camelia, begitu santainya menghindari serangan Zhu.


"Tidak! Aku sudah menyelidiki siapa kamu sebenarnya,nona. Mana mungkin kau mudah menghindari serangan ku, tidak mungkin!". Geram Zhu, matanya melotot sempurna hampir lepas.


Srettt...


Camelia, melayangkan satu jarum beracun di lehernya Zhu.


Zhu,nampak terkejut merasakan sedikit sakit dan memegang lehernya. "Jarum apa ini?". Memperlihatkan tangannya ada jarum kecil,yang di cabut nya barusan.


Camelia,duduk santai di sofa sambil menyilangkan kakinya. "Jarum yang beracun, tidak ada penawarnya. Kau merasakan kesakitan di seluruh tubuh mu,dalam hitungan detik saraf-saraf mu mulai beraksi dan meronta-ronta kepedihan". Kali ini, Camelia menyeringai tajam dan mendekati Zhu.


"Tidak! Aku tidak mempercayai ucapan mu, nona!" Teriak Zhu, kakinya tiba-tiba lemas dan jatuh di lantai.


"Aaarghhh...Ada apa denganku? Tubuhku terasa panas,kenapa ini?". Zhu, merasakan tenggorokan terasa terbakar dan tubuhnya tak bisa berbuat apa-apa.


"Sudah aku katakan sayang,kau tidak bisa mengalahkan diriku ini. Paham, sekarang tinggal aku yang memainkan samurai milikmu ini". Camelia, tersenyum sumringah sambil mengangkat samurai di tangannya itu.


"Tidak! Aku akan membunuhmu nona!". Teriak Zhu, berusaha bangkit dari tempatnya. Akan tetapi, tersungkur di lantai lagi dan terbatuk-batuk sampai mengeluarkan darah segar.


"Uhukkk.... Uhukk... Darah". Gumam Zhu, melirik tajam ke arah Camelia. "Aaaarrgghh.... Rrrggghhh... Sssshhhttt... Rrrggghhh...Kau! Kau!". Zhu, nampak gemeteran sudah tidak mampu berdiri.


"Zhu, nampaknya kamu tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Bagaimana,jika aku mengantarkan kepalamu kepada seseorang yang menyuruhmu. Hmmm...Aku yakin sekali,bos besar mu terkejut melihat kado spesial untuknya". Ucap JJ, mencekram dagu Zhu dengan kasar.


Zhu, memalingkan membuang muka ke arah lain. Dia masih tersenyum mengejek ke arah, Camelia. "Aku tidak akan menyerah begitu saja,aku pastikan mampu membunuh mu. Jangan sok percaya diri dulu, nona".


Woosshh.....


Benar sekali,ada satu anak panah hampir mengenai kepala Camelia. Beruntung sekali, Camelia cepat menghindar dan bersembunyi di tempat aman.


Rupanya Zhu, tidak sendirian dan ada temannya yang tengah bersembunyi.


Camelia, mengintip mencari keberadaan temannya Zhu. "Dimana orang itu? Huu...Aku harus berhati-hati dengan mereka, menyebalkan sekali. Aku apakan mereka berdua ini, merepotkan segala. Coba saja,aku membunuh mereka tapi mereka sendiri yang menggali kuburannya dan tutup sendiri tanahnya itu". Gerutu Camelia, memejamkan matanya sekilas.


"Pergi! Jangan mendekati aku, beritahu bos besar jika aku terluka! Pergilah! Carilah bantuan untuk membunuh wanita ini,kita tidak boleh sembarangan menyentuhnya!". Teriak Zhu,kepada seseorang kemungkinan teman kerjanya.


"Jangan pedulikan keadaan ku saat ini,yang penting kamu pergi jauh. Sekarang juga, pergi!". Teriak Zhu,sekeras mungkin.


"Aaakkhh....!". Seseorang di balik tembok, mengeluarkan darah segar di sudut bibirnya dan berjalan mendekati Zhu yang tersungkur di lantai.


Zhu, terbalalak melihat teman kerjanya mulai mendekati dan darah bercucuran di bagian perutnya.


"Tidak! Naura! Tidak!". Teriak Zhu,rekan kerjanya mati lebih dulu di tangan Camelia menggunakan samurai Zhu.


"Maafkan ak-aku...Zoy..Zoy-oya...Ak-aku tid-ak tau dia tiba-tiba ber-ada di bela-ka-ng ku".


Zhu, menangis histeris melihat temannya tak berdaya lagi. "Nauraaaaaa....! Naura,bangun! Naura!". Teriaknya sekeras mungkin.


Camelia, tersenyum sumringah dan melirik samurai Zhu. Nampaknya ada sesuatu yang di rencanakan,suara mesin mobil berhenti di halaman villa.


Street....


Camelia,melukai dirinya menggunakan samurai tersebut. "JJ Abrams! JJ Abrams,tolong! Tolong!". Teriaknya sekeras mungkin,darah segar mengalir di tangannya. Tak lupa memecahkan meja kaca,lalu merebahkan tubuhnya di atas pecahan kaca tersebut.


Camelia, seakan-akan tidak berdaya seperti di hajar habis-habisan oleh seseorang.


JJ Abrams, segera berlarian masuk kedalam villa dengan perasaan campur aduk memikirkan keadaan istrinya.


"Cameliaaaaaa...!" Teriak JJ Abrams, segera berlarian menyelamatkan istrinya.


"JJ Abrams, tolong aku!Hiks...Hiks...Hiks...Sakit sekali,sakit!" Isak tangisnya Camelia, sungguh sempurna aktingnya.


Trevino, terkejut melihat sesosok wanita yang di lantai dalam keadaan memprihatinkan sekali. Bahkan ada wanita satu lagi, sudah tidak bernyawa lagi dan perutnya habis di tusuk pisau dapur.


JJ Abrams,panik melihat keadaan istrinya yang berdarah di bagian tangannya. Segera mengangkat tubuh sang istri, meletakkan di sofa secara berlahan.


Anak buahnya JJ Abrams, sudah panik sedari tadi dan ketakutan juga.


Camelia, mengedipkan matanya ke arah Trevino pamer aktingnya sangat menarik sekali. Bahkan mampu membuat JJ Abrams, sangat panik sekali.


Trevino,paham apa yang di kedipkan oleh Camelia dan sadar cuman akal-akalannya saja.


"Huuu...Huuu...Sakit suamiku,perih sekali!". Isak tangisnya Camelia, dengan mimik wajah sesedih mungkin.


JJ Abrams, terus-terusan menenangkan perasaan istrinya itu. "Camelia, tenang yah. Ini cuman luka kecil saja, tidak perlu khawatir dengan lukanya". Menangkup wajah sang istri dan mengecup bibirnya.


Anak buahnya JJ Abrams,terdiam melihat aksi dua pasutri ini.


Luka Camelia, sudah di perban tidak ada darah yang keluar lagi. Namun, Camelia masih terisak dalam pelukan suaminya itu


Apa cuman perasaan ku saja, istrinya JJ Abrams sekedar mencari perhatian semata. Lalu,siapa dua wanita ini?.Batin Trevino, meminta salah satu anak buahnya untuk membangunkan Zhu yang tak sadarkan diri.


"Tuan JJ Abrams, wanita satunya tidak bernyawa lagi. Ada seseorang yang menusuk perutnya dari belakang, menggunakan pisau dapur". Ucap Jecky.


"Suamiku,aku tadi repleks menusuknya dari belakang. Semua itu,demi menyelamatkan nyawa ku dari dia". Sahut Camelia, dengan mimik wajah imutnya.


"Hussssttttt... Tidak apa sayang,aku bangga melihat keberanian mu. Tidak masalah membunuh siapapun, kecuali dia sudah mengusik ketenangan mu dan ingin mencelakai mu. Istriku,jangan lemah dengan musuh yang ingin melakukan sesuatu dengan mu. Sekuat tenaga untuk melawan,mencari cara untuk menyelamatkan diri. Itulah istriku,yang hebat sekali". JJ Abrams,memuji istrinya dan mengecup keningnya juga.


Camelia, cengengesan mendapatkan perhatian khusus dari sang suami.


Trevino, masih tidak percaya dengan mudahnya Camelia membunuh seseorang. Katanya refleks menusuk perut wanita ini,mana mungkin dan aku tidak percaya sepenuhnya.Batinnya Trevino, pikirannya berkecamuk kemana-mana.