SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Menolak Membantu


 "Bahkan JJ Abrams, ikutan cek kesuburan pria. Aku memintanya untuk cek,takut ada masalah dan untungnya tidak ada apa-apa". Kata Camelia, tersenyum manis.


"Benar, tidak ada salahnya cek kesuburan Kaizam. Jangan sampai Evelyn,semakin terluka mendengar ucapan orang lain. Apa kamu tidak lelah, mendengar ocehan mommy mu? Setiap datang ke sini, selalu menanyakan soal cucu". Sahut Elani, menggeleng pelan.


"Hmmm... Besok aku cek". Jawab Kaizam, akhirnya pasrah menuruti kemauan ibu mertuanya itu. Huuu... Menyebalkan sekali kamu Camelia, sudah membuat masalah baru. Aku yakin sekali bahwa kesuburan ku, tidak di ragukan lagi. Palingan Evelyn,ada kesalahan dan menutupinya.


"Nona Camelia, bagaimana bisa menaklukkan hati Tuan JJ Abrams? Siapa tahu,aku bisa berguru kepada nona". Kekehnya Eka, mendapatkan cubitan kecil dari kakaknya.


"Sebenarnya,bukan aku yang mendekati JJ Abrams. Dia lebih dulu mengajakku untuk menjalin hubungan, penuh dengan drama". Jawab Camelia, menyatakan kebenarannya.


"Masa sih? Tuan JJ Abrams,yang mengejar nona Camelia?". Tanya Evelyn, menggeleng pelan.


"Evelyn,apa sih yang tidak mungkin. Nona Camelia, wanita yang sempurna di mata Tuan JJ Abrams. Sudah sepatutnya Tuan JJ Abrams,berjuang mendapatkan hatinya nona Camelia". Sahut Elani, tersenyum sumringah.


 "Aku dengar-dengar nona Camelia,siang tadi mengadakan rapat di perusahaan Don. Apakah Kaizam, melakukan kesalahan nona?". Tanya pak Karyo, sebenarnya ragu menantu yang menghandel perusahaannya itu.


"Pak Karyo,kami meeting tadi berjalan dengan lancar. Tidak ada masalah apapun, bahkan suaminya Evelyn tidak ada masalah apapun" Jawab Camelia, melirik sekilas ke arah Kaizam yang terlihat gelisah gusar.


"Baguslah, sebenarnya aku masih ragu dengan kinerja kaizam. Apa lagi,menghandel perusahaan besar ini. Aku sangat takut sekali,jika melakukan kesalahan tanpa sepengetahuan ku". Pak Karyo, menoleh ke arah Kaizam.


"Ayah, jangan meragukan kemampuan suamiku. Dia bisa menghandel perusahaan milik ayah,tanpa masalah apapun. Percayalah sepenuhnya kepada Kaizam, jangan membuat dirinya merasa tidak nyaman". Evelyn, lagi-lagi membela suaminya itu.


Oh... Rupanya Evelyn,bucin dengan Kaizam dan terus membela suaminya itu. Baguslah,jika Evelyn tidak membela kedua orangtuanya. Dari raut wajahnya Kaizam, nampak kesal karena mertuanya meragukan kemampuannya itu. Batin Camelia,puas melihat raut wajah Kaizam mertuanya masih ragu dengan kepercayaan itu.


"Evelyn,ayah memang wajar meragukan kemampuan Kaizam. Lihatlah,belum apa-apa sudah mendapatkan masalah besar kemarin. Nona Camelia, bisakah aku meminta bantuan kepada mu?". Kata pak Karyo, menoleh ke arah Camelia.


Camelia, memandang lekat wajah Kaizam mencari sesuatu yang terjadi. "Meminta bantuan apa,pak Karyo? Lalu,apa yang di lakukan oleh pak Kaizam sehingga mendapatkan masalah besar?" Tanyanya dengan penasaran sekali,dalam hatinya senang karena Kaizam tidak akur dengan mertuanya itu.


"Dia kehilangan proposal usaha baru yang di kembangkan, bersama pak Sanju. Sekarang pak Sanju, tidak mau bekerjasama dengan ku lagi. Semua itu, kecerobohan Kaizam sendiri. Nona, bisakah membujuk pak Sanju untuk menjalin hubungan kerjasama dengan ku lagi. Aku yakin sekali,pak Sanju akan mau karena nona yang membujuknya". Pinta pak Karyo,penuh dengan tatapan memohon.


"Bolehkah aku bersuara,pak Sanju tidak suka plin-plan dengan pekerjaan. Pak Sanju, seseorang yang disiplin dalam pekerjaannya. Nona Camelia, tidak bisa membantu takut mempengaruhi bisnis lainnya. Ini adalah masalah pak Karyo, selesaikan secara sendiri". Bunga, langsung angkat bicara.


 "Benar,aku tidak mau mengambil resiko pak Karyo. Pak Sanju, seseorang yang sulit mengambil kepercayaannya. Bukannya aku tidak mau membantu,tapi takut ada masalah baru nanti". Sambung Camelia, sudah pasti pak Karyo kecewa berat dengan Kaizam.


Pak Karyo dan istrinya, menatap tajam ke sang menantu. "Itulah akibat kecerobohan mu, Kaizam. Sudah aku jelaskan semuanya,jangan melakukan kesalahan sedikitpun. Demi kebahagiaan anakku,rela menghandel perusahaan milik ku kepadamu. Tapi, belum apa-apa sudah seenaknya mengatur segalanya".


"E'ehmmm... Sepertinya makan malam sudah selesai,aku pamit pulang. Aku tidak mau ikut campur urusan keluarga ini, maaf". Ucap Camelia, beranjak berdiri dari tempat duduknya.


"Nona Camelia,jangan tersinggung dengan masalah ini.Maaf, sudah menyinggung perasaan mu. Tetapi,kami membutuhkan bantuan nona untuk berbicara dengan pak Sanju". Elani, menahan lengan Camelia dan meminta bantuan kepadanya.


 "Maaf,aku tidak bisa menolong. Permisi dulu". Pamit Camelia,yang di ikuti oleh Bunga. Waktunya aku pergi dari sini,malas meladeni ucapan mereka yang merengek-rengek minta bantuan kepada ku.


Pak Karyo dan istrinya, berusaha keras untuk membujuk Camelia. Namun, hasilnya nihil dan melempiaskn amarahnya kepada Kaizam.


Camelia, tersenyum sumringah meninggalkan kediaman pak Karyo. Sudah pasti Kaizam,di marahi habis-habisan dan malu dengannya juga.


"Cukup! Kita bisa mendapatkan penghasilan banyak,dari kerjasama dengan lain bukan sekedar dengan pak Sanju saja. Apa kalian tidak memiliki perasaan sedikitpun,aku malu di salahkan di depan Camelia. Apa kalian tau, Camelia musuhku sejak dulu". Teriak Kaizam, mengeluarkan unek-uneknya.


"Kau benar-benar bodoh Kaizam, reputasi perusahaan di pandang buruk oleh orang lain. Aku harap kamu tidak melakukan kesalahan, terhadap nona Camelia. Jika sampai berbuat kesalahan lagi,aku tak segan-segan mencabut gelar mu di perusahaan ku. Satu lagi,alu tendang kamu dari sini bersama Evelyn sekalipun. Aku tidak perduli dengan kalian, termasuk kamu Evelyn sesuai kesepakatan dengan ayah!". Tegas pak Karyo, dengan tatapan nyalangnya.


Kaizam, menghela nafas beratnya menatap kepergian kedua mertuanya itu. Melihat sang istri,menangis kesegukan mendengar bentakan ayahnya.


"Puas kamu Zam? Aku berusaha membujuk ayah,demi mengangkat derajat mu di perusahaan itu. Tetapi,kamu malah mengacaukan segalanya dan ayah semakin meragukan mu". Evelyn,menyeka air matanya.


"Hussssttttt...Jangan menyalahkan diri ku, Evelyn. Aku tidak tau apa-apa,setiap manusia pasti melakukan kesalahan yang tidak sengaja. Termasuk aku salah satunya,pak Sanju nya baperan cuman masalah sepele malah di besarkan". Decak Kaizam, mengacak-acak rambutnya.


Evelyn, menggeleng kepalanya mendengar ucapan sang suami. "Sebenarnya,kamu bisa tidak menghandel perusahaan ayahku? Jika tidak bisa jangan sok-sokan,Zam. Jangan sampai ayah semakin benci sama kamu,ingat itu. Bahkan kamu sudah melakukan kerugian cukup besar,pak Sanju meminta ganti rugi kalau tidak kamu masuk penjara".


"Astaga! Aku sudah menebus kesalahanku itu, tapi ayahmu seperti tidak terima kehilangan kerjasama dengan pak Sanju. Lagipula yah,banyak yang lainnya bukan pak Sanju saja". Kaizam, menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Ayah mertuanya begitu sakit hati,karena kehilangan klien terbaiknya.


"Besok jabatan mu akan di turunkan oleh ayah,takut ada kesalahan besar lagi nantinya". Ucap Evelyn, berlalu meninggalkan suaminya yang syok berat mendengar jika jabatan akan di turunkan.


"Apa!". pekik Kaizam,segera menyusul istrinya untuk meminta penjelasan lebih jelas lagi.