
Bagus sekali, Clara sudah menikah dengan Jordan. Setelah itu,aku akan menyebarkan video panas paman Doni dan ibu mertua tersayang Lena. Astaga! Aku tidak sabar menunggu reaksi bibi Linda, mengetahui perselingkuhan suaminya.Batin Katrina, senyum-senyum sendiri
"Aku permisi mau ke bendara,ada urusan penting. Pah, beritahu Clara berisap-siap untuk pergi ke mansion Allen. Aku tidak bisa menunggunya,sopir akan mengantarkan Clara". Pamit Jordan,baru selangkah sudah di hentikan Doni.
"Nak Jordan,kalian baru menikah. Kenapa langsung pergi, tidak bisakah kamu membujuk Clara?". Kata Doni, tersenyum kecil. Loh, kenapa sikap Jordan seperti berubah yah? Apa dia beralasan saja, tidak mau bersama Clara pergi.
"Iya,nak Jordan kamu pahamilah kondisi Clara. Pasti Clara, mendengar bujukan mu". Sambung Linda, mendekati Jordan. Kenapa seperti ini,nak Jordan seakan-akan tidak perduli dengan Clara? Duhhh...Kenapa juga, Clara segala wajahnya hancur.
"E"emmm...Kami permisi dulu,". Kata Jhonny,menarik tangan Camelia. Tidak betah rasanya, lama-lama di sini. Hawanya panas sekali,mual melihat wajah Ryan memandang ke arah keponakan ku.
"Jordan, pergilah dan tinggalkan saja. Biar mamah,mengurus semua ini". Kata Sandra, langsung di angguki Jordan.
Sontak membuat Doni dan Linda, merasa tidak senang melihat menantunya pergi.
Sedangkan Vanya dan sang ibu, cekikikan tertawa karena Jordan tidak mau membujuk Clara.
Hahahaha...Mana mau, seorang Jordan pergi bersama istri yang buruk rupa. Mendingan dia pergi,atau cari wanita lain. Ini kesempatan untuk ku, mendekati Jordan.Batin Vanya, mengibas-ngibas rambutnya ke belakang.
"Paman Jordan,mau menjemput siapa?". Bisik Camelia, mencubit lengan Jhonny. Mau pergi ke bandara,atau beralasan saja? Penasaran sekali,kasian banget Clara. Jordan,acuh tak acuh kepadanya. Rasakanlah Clara, nikmatilah sakit hati mu.
"Hussssttttt...Kamu akan tau di mansion,ini pertunjukan sangat menarik". Kedip mata Jhonny, merangkul pundak keponakannya dan mengajak pulang. Camelia,aku tau kamu selalu ingin tau. Sepertinya kamu senang sekali, melihat Clara di cueki Jordan.
"Besan, Jordan menjemput seseorang di bandara. Aku pamit pulang dulu, menyambut kedatangan tamu Jordan. Silakan Jeng Linda, beritahu menantuku siap-siap ke mansion Allen. Aku permisi dulu". Kata Sandra, langsung di angguki besannya. Ck,aku tidak sudi memiliki besan seperti kalian. Bagaimana lagi, menuruti kemauan anakku.
Doni, terduduk lemas karena merasa sesuatu yang tidak beres. Kenapa sikap mereka,terasa dingin. "Beritahu Clara, untuk bersiap pergi ke mansion. Katakan kepadanya,jangan membuat masalah di sana. Kepala ku sudah pusing memikirkan masalah ini,". Doni, memijit pelipisnya.
Tanpa sepatah katapun, Linda langsung pergi ke kamar anaknya. Walaupun dengan perasaan dongkol,karena tak sesuai yang di harapkan.
Lena, duduk di sofa dan tersenyum. Matanya melirik ke arah Linda, sudah hilang dari pandangannya. "Aku senang sekali, melihat anakmu buruk rupa. Aku lihat-lihat keluarga Allen,terasa dingin sikapnya terhadap mu. Apakah ada sesuatu yang terjadi,atau terpaksa besanan dengan kalian? Mulai detik ini, hubungan kita berakhir". Lena, sekedar mengancam saja.
"Lena,jaga ucapanmu itu. Aku sangat mencintaimu, tidak mau kehilanganmu lagi. Sudahlah,jangan memikirkan hal ini. Kepala ku sudah pusing,jangan menambah beban lagi". Doni, tidak mau memutuskan hubungan dengan Lena. Karena dia, sangat mencintainya dulu sampai sekarang.
"Ck, sudah beberapa kali aku meminta uang. Nyatanya kamu tidak mengirimkan uang kepadaku, menyebalkan". Lena, pura-pura merajuk. Sepenuhnya dia tidak menyukai Doni,cuman memanfaatkan saja. Awas saja, kamu pelit kepadaku Doni. Aku tak segan-segan membongkar rahasia ini,kepada nyonya Sandra. Sudah pasti nyonya Sandra, tidak mau memiliki besan seperti kalian.
"Sayang,kamu yang sabar yah. Ketika aku memimpin perusahaan Sean lagi, apapun yang kamu mau pasti aku kabulkan. Untuk saat ini, Jordan tengah membicarakan soal ini kepada Jhonny. Kamu yang sabar yah,aku janji menempatkan Rendy di posisi yang bagus di perusahaan itu. Sabar oke,cuman sebentar lagi". Doni, membujuk kekasihnya itu. Aaaarrgghh.... Kacau-balau semuanya,ini gara-gara Clara tidak becus jaga diri. Untungnya Jordan,masih mau menikahi Clara. Kalau tidak,bisa hancur semuanya.
Kemesraan mereka berdua, tidak di ketahui oleh siapapun. Apa lagi Linda,di kamar anaknya Clara.
"Clara, kamu berisap-siap untuk pergi ke mansion Allen. Ingatlah bahwa kamu, sudah bagian keluarga itu". Kata Linda,kesal dengan kelakuan anaknya.
Clara, menangis kesegukan meratapi nasibnya. Wajahnya tak secantik dulu, baru sebentar saja. Jerawatan bermunculan,perih dan gatal. "Mana Jordan,mah? Aku mau dia membujukku,". Pinta Clara,jujur saja dia malu keluar. Sudah pasti wartawan tengah mengintai dirinya, mengolok-olok wajahnya yang rusak.
Linda,mengelus lembut pundak anaknya. "Suami mu dan lainnya, sudah pergi nak. Jordan, menjemput seseorang di bandara. Sedangkan ibu mertua mu, pulang mau menyambut kedatangan tamu Jordan". Linda,merasa kasian kepada anak perempuannya. Maafkan mamah nak, tidak bisa berbuat apa-apa. Semoga saja, Jordan tetap mencintaimu dengan tulus.
"Seseorang! Siapa mah,kenapa Jordan tega meninggalkan istrinya?". Air bening mengalir deras lagi, dadanya terasa sesak mendengar Jordan malah pergi. Sialan, Jordan pergi meninggalkan ku. Apa jangan-jangan seorang wanita tamunya,ini tidak boleh di biarkan saja. Aku segera ke sana,awas kamu Jordan.
"Masalah itu,mamah gak tau nak. Di luar sudah ada sopir,yang mengantar mu. Cepatlah bersiap untuk berangkat,jangan sampai merajuk karena Jordan tidak ada. Takutnya papahmu, bertambah murka kepada mu. Ayo,jangan membuat masalah lagi". Bujuk Linda,kepada sang anak.
Mau tak mau, Clara berisap-siap untuk pergi. Tak lupa mengenakan selendang menutup kepala dan wajahnya.
****************
Camelia,tengah bersantai di ruang tamu. Matanya tertuju kedatangan Clara,ada senyuman smrik di sudut bibirnya.
"Bi Ana,bawa Clara kamarnya". Perintah Sandra, melongos melewatinya. Duuhhh...Aku jadi jijik dengan Clara, nafsu makan hilang langsung.
Clara, kebingungan karena sikap ibu mertuanya berubah drastis. Apa karena wajahku yang jijik ini, membuat mamah Sandra tak sehangat dulu .Batinnya Clara,merasa sedih.
Camelia, tersenyum karena di cueki Sandra. Ada sesuatu yang di rencanakan, untuk mengerjai Clara. Hahahaha...Clara, nikmatilah kehidupan mu yang penuh neraka ini.Batinnya Katrina,tak sabar melancarkan aksinya.
"Clara, sebentar lagi Jordan mau sampai dengan seseorang. Kamu jangan mengurung diri, sambut kedatangan suamimu". Perintah Sandra,tanpa menoleh ke arah Clara.
"Iya,mah". Clara, mengangguk pelan. Benar sekali,suara mamah Sandra berubah drastis. Tidak seperti dulu,lemah lembut kepadaku.
"Tante Clara, duduklah dulu. Aku mau membuatkan jus buah, rasanya enak banget". Kekehnya Camelia, tersenyum.
Clara, mengangguk saja. Wajahnya tertutup rapat, terlihat kening dan matanya saja.