
"Mobil hitam itu, di rental oleh seorang wanita muda tuan. Mereka tidak mengenali siapa,yang menyewanya. Penampilan sangat jauh dari Camelia, walaupun postur tubuhnya sangat mirip". Jecky, memperlihatkan rekaman cctv di rental mobil tersebut.
"Apa jangan-jangan pelaku,mengirim video perselingkuhan kepada istrinya tuan Jemmy. Karena di selimuti amarahnya, membunuh suaminya sendiri. Begitu juga Jessica, mendapatkan video panas dan di ancam sang pelaku. Sehingga Jessica, mendatangi kediaman tuan Jemmy. Karena tuan Jemmy, tidak bisa di hubungi sudah meninggal dunia. Sang pelaku sudah datang lebih awal dari, Jessica". Kata Jhonny, menebak-nebak saja.
"Bisa jadi tuan,karena istri tuan Jemmy dari kalangan keluarga ternama dengan ketegasannya. Tak segan-segan membasmi,siapa pengkhianat. Asa mula tuan Jemmy,bukan apa-apa sebelum menikah dengan nyonya Sarah Sechan". Kata Jecky, memperlihatkan rekaman cctv di kafe.
"Lihatlah Camelia, sudah lama sekali masuk kedalam toilet dan tidak keluar-keluar. Malah yang keluar adalah wanita ini,sama dengan menyewa mobil dan pergi kediaman tuan Jemmy. Kesimpulan memang benar, Camelia pelakunya dan membuat skenario. Tidak salah lagi, Jecky". Jhonny,menghela nafas panjang.
"Jika benar nona Camelia, membuat skenario Jessica masuk kedalam penjara. Untuk apa nona Camelia, melakukan hal ini? Apakah ada motif lainnya, sedangkan Jessica menyebut nama Katrina". Jecky, kebingungan.
"Aku juga bingung sekali,kenapa Camelia melakukan hal ini? Lalu,mengatas namakan Katrina. Apa jangan-jangan Katrina,di bunuh oleh keluarga Rendy. Setelah itu,Camelia membantu balas dendam Katrina. Tidak mungkin Jecky, sedekat apa Camelia dan Katrina?". Jhonny, menggaruk tengkuknya.
Jecky, mengangkat kedua bahunya. "Sejauh ini, kita tidak bisa sepenuhnya menuduh nona Camelia yang melakukannya. Kita kekurangan bukti tuan,".
"Untuk sementara diamkan saja, beritahu seseorang untuk mengikuti Vanya. Aku takutnya Vanya,target selanjutnya.Memang benar,kita kekurangan bukti. Namun masuk akal Jecky,pertama kali mendapatkan masalah besar di keluarga Rendy. Ketika Camelia, berkunjung kediaman Sean. Lalu,di rumah sakit anaknya meninggal. Itupun Camelia,bersama mamah Sandra di rumah sakit. Kata mamah, Camelia minta izin ke taman menunggu di luar. Setelah cek cctv,memang benar Camelia masuk kedalam rumah sakit dan setelahnya entah kemana dia? Sungguh membingungkan sekali, Camelia memang hebat". Jhonny, menggeleng kepalanya dan tak habis pikir dengan sikap sang Keponakannya.
"Pak Wisnu,baru saja menghubungi saya tuan. Rendy,datang ke sini dan berada di ruang tamu. Pak Rendy, ingin bertemu dengan anda". Kata Jecky, langsung di angguki Jhonny.
"Bawa di ke sini,". Perintah Jhonny,duduk di sofa sambil menahan dagunya. Apa ada sesuatu yang tersembunyi, antara Camelia dan Katrina. Tapi,apa coba? Ini sangat membingungkan sekali cuman Camelia yang mengetahui semuanya.
Jecky, berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut. Dia turun kebawah menemui Rendy, sudah pasti meminta bantuan kepada Tuan Jhonny.
Beberapa saat kemudian, Jecky dan Rendy datang. Jhonny, menatap intens ke arah Rendy berpenampilan acak-acakan.
Rendy, merasa senang karena Jhonny menerima kedatangannya dan tidak sia-sia ke sini. Baguslah tuan Jhonny,mau menemui ku tanpa beralasan apapun. Berharap tuan Jhonny,bisa membantuku.Batinnya Rendy, tersenyum kecil.
"Katakan apa kedatangan mu,uang, pekerjaan, atau apa?" kata Jhonny dengan lantangnya.
"Begini tuan Jhonny,adik saya di fitnah membunuh Tuan Jemmy. Memang benar, semua bukti-bukti ke arah Jessica. Satu pintu saya,tolong bebaskan Jessica dari penjara". Pinta Rendy, menundukkan kepalanya.
"Nyonya Sarah Sechan, sudah menuntut Jessica. saya tidak bisa berbuat apa-apa, sedangkan adikmu memang salah besar. Dia berani sekali, bermain-main api dengan suami sorang. Seharusnya, dia berpikir panjang apa konsekuensi ke depan nanti. Saya tidak mau ikut campur urusan keluarga Sechan,karena Jessica memang salah". Tegas Jhonny,dia memang berniat untuk tidak menolong Jessica.
"Tuan,saya yakin sekali. Jika Jessica,bukan pelaku pembunuh itu. Tolonglah tuan,bantu Jessica". Rendy, memohon lagi.
"Saya mudah saja, membantu Jessica keluar dari penjara. Karena dia sangat menguntungkan bagi saya, tetapi karena memiliki scandal dengan tuan Jemmy. Dia tidak berharga apa-apa untuk saya lagi,yang ada mencoreng nama baik keluarga Allen. Silahkan pergi pak Rendy, urusan kita sudah selesai. Bermohon-mohon kepada nyonya Sarah Sechan, berharap mendapatkan belas kasian. Tetapi,saya sarankan untuk mu pak Rendy. Berhati-hati dengan Nyonya Sarah Sechan,". Kata Jhonny, tersenyum smrik.
"Pak Rendy, silahkan keluar". Perintah Jecky, sudah membukakan pintu.
Rendy, mengangguk kepala dan bingung harus berbuat apa-apa. Usahanya sudah sia-sia, Jessica tidak bisa di ajak berbicara pagi. Bagi Jessica,keluar dari penjara sia-sia aja. Nama baik, ketenarannya sudah hilang semenjak scandal itu tersebar luas.
Camelia dan Rendy,saling berpapasan dan menatap satu sama lain. Dada Camelia, berdegup kencang.
Begitu Rendy, merasakan sesuatu yang aneh. Matanya menatap manik-manik Camelia, sungguh indah sekali.
"Jecky,kenapa pak Rendy ke sini?". Tanya Camelia, langsung.
"Pak Rendy, silahkan keluar dari mansion Allen. Karena tuan Jhonny, tidak akan pernah membantu membebaskan Nona Jessica". Ucap Jecky,melirik ke arah Camelia.
"Terimakasih banyak,tuan Jecky. Saya permisi dulu,nona Camelia saya pamit". Rendy, menundukkan badan dan melangkah pergi.
"Nona, silahkan temui tuan Jhonny ke ruangan kerjanya". Perintah Jecky, langsung di angguki Camelia.
Camelia,naik ke lantai dan masuk ke ruang kerja Jhonny. Matanya tertuju pada Jhonny,duduk santai di sofa.
"Paman,mau boba?". Camelia, berlarian ke arah Jhonny dan duduk di sampingnya.
"Dimana kamu membeli boba ini?"Tanya Jhonny, langsung.
"Lumayanlah jauh,di jalan anggrek nomor 2". Jawab Camelia, dengan santainya.
"Oh, sangat jauh sekali". Jhonny, mencubit pipi keponakannya. Jalan itu, sangat dekat dengan kediaman Sean. Apakah Camelia, melancarkan aksinya lagi. Aku yakin sekali, Vanya targetnya sekarang.
Jhonny, memberikan kode kepada Jecky dengan matanya. Jecky, langsung mengangguk dan paham.
"Kapan perusahaan Sean,di ratakan?". Tanya Jhonny,mengelus lembut pipi Camelia.
"Sabar dulu paman, selesaikan acara pernikahan paman Jordan. Aku sudah menyiapkan kado terindah untuk mereka berdua". Kekehnya Camelia, memalingkan wajahnya ketika Jhonny ingin mencium bibir. Astaga! Ini yang aku malasnya dekat-dekat dengan, Jhonny. Dia suka sekali main nyosor ke bibir ku,duhhh...Gemes akunya tau, batinnya.
"kenapa menghindar? Bukankah kamu menyukainya, Camelia". Jhony, menahan dagu keponakannya.
"Itu,itu mana ada paman. Hehehehe....Apa paman Jhonny, membebaskan Jessica?". Tanya Camelia, berharap Jhonny tidak mengubah pikirannya.
Jika Jessica keluar dari penjara, sia-sia rencana ku ini. Aku tidak akan membiarkan Jhonny, membebaskan musuh-musuhku. Apa lagi membantu Rendy,aku tidak akan tinggal diam.Batinnya Katrina, tersenyum kecil.
Jhonny, tersenyum kecil karena sudah menebak jalan pikiran Camelia. Apapun yang terjadi, pasti keponakannya tidak akan tinggal diam. Jika dirinya membebaskan Jessica,lalu mengklarifikasi scandal Jessica dan mengembalikan nama baik, ketenarannya sekaligus. Dia sangat yakin sekali, Camelia diam-diam marah besar kepadanya.