SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Sebelumnya


 Flashback.


[Hai, apa kabar Rika?]


Rika, mengerut keningnya membaca sebuah pesan what's dari nomor tidak dikenal.


[Baik.Tapi,siapa yah?]


Rika, langsung membalas pesan dari nomor yang tidak dikenalnya. Dia sangat penasaran,siapa tau cowok ganteng batinnya.


[Kaizam, kakaknya Leo.]


Deg!


"Ha! Masa sih,tapi kenapa kak Kaizam menghubungi ku? Astaga, jantungku berdegup kencang". Gumamnya pelan, dari sinilah Rika dan Kaizam seringkali bertukar pesan.


Hampir dua bulan, Rika semakin jatuh cinta dengan perhatian Kaizam. Pada akhirnya Cika, mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Kamu gila yah, Rika! Sudah tau, Camelia bermusuhan dengan keluarga Leo. Tapi,kamu malah saling berhubungan dengan kak kaizam". Cika, tidak percaya dengan jalan pikiran sahabatnya ini.


"Maaf,aku tidak bisa memilih Cika. Aku sudah lama jatuh cinta sama kak Kaizam,mana mungkin menyia-nyiakan kesempatan ini. Lihatlah,kak Kaizam mengatakan cintanya sama aku. Berarti selama ini, cintaku tak bertepuk sebelah tangan". Rika,bersikeras tidak memperdulikan perasaan Camelia nanti.


"Gila,yah! Terus, bagaimana dengan Camelia? Bakalan menjadi masalah besar loh,kalau dia tau". Cika, mencekram lengan Rika yang egois.


"Cukup! Camelia,paham dengan perasaan sahabatnya.Toh,dia pernah merasakan jatuh cinta sama dengan aku. Apa salahnya Cika,aku menjalin hubungan dengan kak Kaizam. Camelia, tidak berhak mengatur kehidupan ku". Rika, menghempaskan tangan Cika dan beranjak pergi.


 Namun, tidak hanya di situs saja. Ketika Cika,di ajak jalan-jalan oleh seorang pria kekasih barunya.


Semakin terkejut lagi,jika kekasihnya berteman dengan Kaizam dan Leo.


Ketika Cika,di bawa ke pantai dan sudah di tunggu temannya rupanya mereka.


Mau tak mau, Cika menuruti Rika yang diam-diam menusuk di belakang Camelia. Mana mungkin juga,dia memutuskan hubungan dengan sang kekasih karena sudah terlanjur sayang.


"Aku takut Rika,kalau Camelia marah besar dengan kita. Aku sudah terlanjur cinta dengan Arjun,gilanya mereka berteman. Setahuku yah, mereka bakalan satu kampus sama kita. Lalu, sampai kapan kita diam-diam seperti ini?". Gerutu Cika,delima dengan pilihannya.


"Yah... Sebelum kita memberitahu sebenarnya,kepada Camelia. Sementara diam-diam dulu,jangan sampai ketahuan Camelia. Aku juga tidak siap loh, kehilangan Camelia selamanya". Rika,menunduk sedih.


"Walaupun Arjun dan kak Kaizam, tidak masalah kita nasih bersahabat dengan Camelia. Di sisi lainnya, Camelia mau bersahabat dengan kita lagi. Sedangkan kita, sudah mengkhianati dan berbohong". Cika,menatap sedih ke arah Rika yang gelisah gusar.


Tiba waktunya, mereka lulus sekolah SMA dan kuliah. Diam-diam bertemu tanpa sepengetahuan Camelia,yang tengah sibuk juga. Sedikit demi sedikit, Arjun dan Kaizam mempengaruhi pikiran mereka.


Kaizam,memulai rencananya dengan memberikan kertas kepada Rika. Ketika mereka berselisih di kantin, berharap Camelia melihatnya.


Benar dugaannya Kaizam dan Arjun, rencananya berjalan dengan lancar. Camelia, sudah memakan umpan mereka.


Sebenarnya Kaizam tau,jika Camelia pagi-pagi sudah mengintip dirinya tengah bermesraan dengan Rika.


"Hahahaha...Aku tidak sabar, melihat Camelia tersakiti atas kehilangan kedua sahabatnya". Kaizam, tersenyum smrik.


"Benar sekali,ini adalah balasan kita". Sahut Leo, menepuk pundak kakaknya.


"Aku tidak menyangka jika Camelia,dulu ingin mencelakakan diri ku. Terimakasih,kamu sudah memberitahu semuanya Leo". Ryan, tersenyum ingin membalas dendam kepada Camelia.


Leo dan Kaizam,saling pandang karena ingin menghancurkan kehidupan Camelia. Masih tidak terima dengan perlakuan Jhonny,lalu melampiaskan amarahnya kepada Camelia.


Sebenarnya Kaizam, tidak mau mengikuti balas dendam yang di rencanakan oleh sang adik. Tapi, Dwi sang mommy meminta demi dirinya.


Sudah pasti Kaizam,akan melakukan apapun demi sang mommy.


"Jangan terlalu gegabah dalam apapun, biarkanlah Ryan, Cika dan Rika melakukan balas dendam kita. Jangan sampai nih,tangan kita kotor". Bisik Kaizam, langsung di angguki Leo.


Kaizam,tak putus asa dan terus membujuk Rika. Pada akhirnya Rika,menurut dan benar sekali membawa Cika juga.


Leo,merasa senang satu-persatu rencananya berjalan dengan lancar.


Acara ulangtahun Kaizam, berjalan dengan lancar. Tepat sekali, Kaizam mengetahui jika Camelia tengah mengintip di luar.


Tak sabar menunggu esok hari,dimana Camelia membongkar kebohongan Cika dan Rika.


************


Tepat dimana Camelia, membongkar kebohongan mereka berdua. Pelajaran sudah selesai, Cika dan Rika menemui Kaizam, Leo, Arjun dan lainnya.


"Kenapa sayang, wajahmu terlihat sedih?". Kaizam, menggenggam jemari tangan Rika dan memandangi wajahnya.


Begitu juga Arjun, mengelus lembut pipi Cika. Tidak memperdulikan tatapan teman-temannya yang lain, baginya dunia adalah milik mereka berdua.


"Camelia, mengetahui semuanya. Hubungan kita, bahkan hubungan Cika dan Arjun". Kata Rika, mengigit bibir bawahnya.


Leo,tengah bersantai dengan Kiki langsung senang mendengarnya.


"Rencana kita,mulai berhasil". Bisik Kiki, langsung di angguki Leo.


"Terus,apa dia marah atau memberikan pilihan?". Tanya Kaizam, penasaran dengan jawaban sang kekasih.


"Camelia, tidak memberikan pilihan. Bahkan,dia mendukung dengan hubungan kita. Baginya tidak berhak mengatur kehidupan kami,terserah dengan keputusan yang kami ambil". Jawab Rika, berusaha tersenyum.


"Iya,dia nampak biasa saja. Tapi,dari raut wajahnya terlihat kecewa dengan kami. Baguslah,kalau Camelia memahami kami berdua". Sahut Cika, tersenyum ke arah Arjun sang kekasih.


"Oke, semuanya sudah beres. Sekarang kita tidak diam-diam lagi kan,ketika bergabung dan nongrong sama-sama ". Kata Arjun, mencubit pipi Cika.


Mereka serempak pergi ke kantin, memesan makanan masing-masing.


Cika dan Rika, melihat Camelia yang melawan Amisha dan ke-dua temannya. Ingin sekali membantu Camelia,namun Kaizam menahan Rika dan menggeleng pelan.


Tiba dimana, Camelia pergi dari kantin tanpa menoleh ke kedua sahabatnya itu.


Hari demi hari,kaizam dan Arjun semakin menampakkan hubungan mereka di mata Camelia.


Leo dan Kiki, menyaksikan skenario yang mereka rencanakan untuk menyakiti Camelia.


"Cika, Rika,gimana kalian pindah jurusan?". Usul Kiki, menoleh ke arah Leo yang mengedipkan matanya.


"Benar sekali,kita bakalan sama-sama dan saling membantu. Pastinya aku bakalan semangat, untuk turun ke kampus". Bujuk Arjun,kepada kekasihnya Cika.


"Gimana,kamu mau kan? Ayolah, demi cinta kita". Bujuk Kaizam,menarik pinggang ramping Rika.


"Tapi, bagaimana dengan Camelia?". Tanya Rika,tak nyaman meninggalkan satu sahabatnya.


"Alah, ngapain mikirin Camelia. Gak masalah lah, meninggalkan satu teman demi teman yang banyak". Sahut Kiki, tersenyum kecil.


"Benar sekali, bukankah Camelia pernah meninggalkan kalian waktu di bangku SMP? Ini adalah kesempatan kalian berdua untuk balas dendam,bukan salah kalian dong". Sambung Leo, semakin mempengaruhi pikiran Cika dan Rika.


Kaizam dan Arjun, semaksimal mungkin untuk meluluhkan hati kekasihnya masing-masing. Entah di buta kan karena cinta, Cika dan Rika akhirnya mau.


Sudah pasti Kaizam dan Leo kegirangan dalam hati karena misinya berhasil. Ada apa dengan pkiran Cika dan Rika, mau-maunya menuruti perkataan sang kekasih.


Namun mereka sudah salah menilai Camelia, baginya kehilangan teman atau sahabat biasa saja. Tanpa mereka tidak akan mengubahnya hancur berantakan,malau semakin bagus tidak ada beban lagi. "Seandainya aku benar-benar jahat kepada kalian, kemungkinan di penjara waktu itu. Aku akan meninggalkan kalian,demi menyelamatkan nyawaku sendiri. Nyatanya seribu kebaikan,akan di pandang buruk karena satu kesalahan". Kata Camelia, menggeleng kepalanya.


Flashback off.