SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Benalu


JJ Abrams, menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Malam-malam begini,sang kekasih datang membawa 15 pelayan mansion serta kokinya.


Camelia, mengerjapkan bola matanya dan tersenyum semanis mungkin.


Astaga! Sekarang apa yang di lakukan, Camelia? Kenapa dia membawa pasukannya ke sini,ada sesuatu yang terjadi kah? Batinnya JJ Abrams, menyambut kedatangan sang kekasihnya membawa duduk di sofa.


JJ Abrams, manggut-manggut mendengar ocehan sang kekasih dan menjelaskan semuanya. Mau bagaimana lagi, dia cuman bisa mengangguk pasrah.


"Sayang, terimakasih sudah mengabulkan keinginan ku. Tidak akan lama kok,cuman beberapa bulan saja. Yaitu, sampai para benalu keluar dari mansion. Aku titip koki dan pelayan ku di sini,mana mungkin aku memecat mereka" Bisik Camelia, sambil bergelut manja di lengan sang kekasih.


JJ Abrams, menghela nafas panjang dan menatap mereka silih berganti. "Baiklah, meskipun tidak tau berapa lama. Jecky,bawa mereka semua ke tempat istirahat. Mereka koki dan pelayan baru di sini, siapkan keperluan merek"


"Baik,bos" Jawab Jecky, mengangguk kepala. Waduh... Bakalan banyak pelayan di kediaman bos, pasti pekerjaan mereka cepat selesai.


"JJ, makasih banyak loh. Masalah gajih mereka semua,aku yang tanggung kok. Kamu tidak perlu memikirkan gajih mereka semua,aku tidak meninggalkan kewajiban ku" kekehnya Rika, mengedipkan matanya. Yah..Kalau di bayarin gajih mereka,gak masalah kok. Lumayanlah hemat dulu, tanpa menggaji pelayan begitu banyak. Mau aku pecat beberapa orang,gak enak dan kasian mereka lelah membersihkan mansion itu.


JJ Abrams,menarik hidung mancung kekasihnya. "Kau kira aku tidak mampu menggaji mereka,selagi mereka berkerja di sini dan aku yang tanggung semuanya"


Mendengar ucapan sang kekasih, Camelia senang dan ingin berteriak keras. "Benarkah!Aku jadi merepotkan mu,tapi aku tidak bisa menolaknya. Terserah kamu saja,berapa banyak untuk menggaji mereka. Sayang,aku harus pulang ke mansion karena ada pekerjaan lagi"


"Yah... Aku kira kau akan bermalam di sini, menemani ku tidur sampai pagi. Bukankah besok hari minggu,kampus dan kantor libur sayang" JJ Abrams, mencium seluruh leher Camelia.


Camelia, langsung mendorong kening JJ Abrams dan mencium pipinya. "Kapan-kapan saja yah,aku ada pekerjaan yang harus selesai malam ini juga"


"Baiklah,tapi aku harus mencium bibir ini sebagai tanda bayaran memenuhi keinginan mu. Sayang,di dunia ini tidak ada yang gratis" Bisik JJ Abrams, hembusan nafasnya terasa di wajah Camelia.


JJ Abrams, langsung mengangkat tubuh Camelia ke dalam kamar. Tidak mau ada yang mengganggu kemesraan mereka,cuman beberapa menit.


*************


Besok paginya, Maryam bersama dua anak dan mantunya. Rupanya memboyong Jordi dan Laras (Clara).Wajah Laras,masih sangat mirip dengan Clara yang dulu.


Camelia, duduk santai di sofa ruang tamu sambil menonton televisi.


"Wahhh... Akhirnya yah,bu. Kita bakalan tinggal di sini juga,gak sabar mau pamer sama teman-teman kelas" Kata Shima,anak Maryam yang nomor 2 dan masih duduk di bangku SMA.


"Memalukan sekali, kampungan" Sahut Camelia, tanpa menoleh ke arah mereka.


"Ee...Ck,dasar sombong" Shima, ingin sekali mendekati Camelia. Akan tetapi, Maryam langsung mencegah anaknya itu.


"Kenapa mansion sepi,Camel?Mana pelayan yang lainnya, harusnya mereka menyambut kedatangan kami dan membawa koper-koper" Maryam, calingukan melihat sekeliling memang sepi sekali.


"Memangnya kalian siapa? Sok-sokan mencari pelayan mansion, emangnya kalian gajih mereka" Camelia, menyunggingkan senyumnya.


"Camelia,kamu jangan kurang ajar sama ibuku" Jordi, langsung angkat bicara.


Laras, mengepalkan tangannya dengan kuat. "Camelia,aku cuman mengoperasi Wajahku yang buruk lupa dan tidak mengubahnya sama sekali"


"Silahkan,kalian pergi ke ujung sana. Ada 6 kamar kosong pintunya terbuka,itui adalah kamar kalian dan pilih saja. Kebetulan Sekali,ada keluarga dari ibuku yang menginap di sini. Mana mungkin kan,aku tidak adil terhadap keluarga lain" kedip mata Camelia,puas melihat raut wajah Maryam kesal.


"Jangan bilang bibimu dan anak-anaknya ke sini, Camelia maksudnya apa? Cuman kami yang di sini, tidak ada orang lain termasuk keluarga dari ibumu" Maryam, berusaha mengontrol dirinya.


"Apa hak kalian, silahkan keluar dari mansion ini atau usir mereka. Aku tidak mau membuat masalah, mereka ke sini karena kalian jugaa" Camelia, mengedipkan kedua bahunya.


"Aaaarrgghh... Sialan kamu, Camelia!" Bentak Jordi,tak bisa berkutik apapun karena ada bodyguard dan kepala pelayan di sampingnya.


"Satu lagi yah,kalau kalian mau makan,cuci pakaian,atau bersih-bersih kamar. Lakukanlah sendiri yah, karena pelayan di mansion tengah cuti bersama" Ucap Camelia, tersenyum sumringah melihat mereka syok berat mendengarnya.


"Apa! Kamu jangan berbohong Camelia,mana mungkin tidak ada pelayan satupun di sini. Gila kamu, Camel!" Bentak Maryam, ingin mendekat namun di cegah bodyguard.


"Silahkan,ikut saya" kepala pelayan itu, meminta mereka mengikutinya.


"Sialan,mana betah berlama-lama di sini" Gumam Laras, ingin ongkang-ongkang santai di mansion. Nyatanya tidak ada satupun pelayan di sini, lebih buruk dari rumah ibu mertuanya.


Mereka memilih tempat kamar masing-masing, terbilang sangat mewah dan beberapa lemari kosong melompong.


Maryam, bergegas mendekati kepala pelayan itu. "Mana mungkin bisa,di kamar mandi tidak ada sabun atau yang lainnya. Aku mau yah, fasilitas kamar mandi dan lainnya segera ada". Perintah Maryam, memandang ke arah kepala pelayan mansion itu.


"Benar sekali,kamar ma di tidak ada apapun. Aku pengen luluran tau,mau berlama-lama di bathtub". Rengeknya Shima, menghentak-hentakkan kakinya.


"Iya,di kamar mandi tidak ada apapun. Aku mau mandi aja,gak jadi" Sambung Jordi, baru keluar dari kamarnya.


"E'ehmmm... Kepala pelayan, silahkan tinggalkan mereka. Biar aku menjelaskan semuanya,agar mereka paham dengan aturan ku" Camelia, mendekati mereka sambil tersenyum kecil.


Kepala pelayan, langsung mengangguk dan melangkah pergi.


"Memang benar sekali, tidak ada kebutuhan untuk kalian. Kalau mau mandi, tidak ada sabun, shampo atau lainnya. Silahkan beli sendiri deh,jangan mau enak doang. Aku yang bayar air, listrik dan lainnya" Ucap Camelia, lumayan keras.


Mereka terperangah mendengar ucapan Camelia, sengaja melakukan hal ini.


"Camelia,kamu sangat keterlaluan terhadap kami! Aku ini adalah adiknya Sandra,kau tidak boleh seenaknya saja" Bentak Maryam, ingin sekali menampar wajah Camelia.


Akan tetapi,mana mungkin dia melakukan hal itu. Jangan sampai membuat masalah kepadanya,bisa gawat dan akan di tendang dari sini.


"Silahkan,minta sama kakakmu Sandra yang koma itu. Aneh sekali,kalau kenapa-kenapa terhadap nenekku jangan salahkan aku. Penyebabnya adalah bu Maryam, sok-sokan mau ngerawatnya di mansion ini" Camelia, menyunggingkan senyumnya tak akan kalah dengan benalu.


"Lebih baik kita masuk kedalam kamar masing-masing,jangan ada berdebat lagi karena Camelia wanita licik" Jordi, langsung menghentikan pertikaian ini.


Camelia, membalikkan badannya tanpa memperdulikan mereka. Emangnya enak,aku kerjai kalian habis-habisan. Tidak aku biarkan kalian menikmati fasilitas kemewahan di mansion ini,yang ada sengsara.Batinnya Camelia, menunggu tamu lainnya.