SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Sixpack Perut


Katrina, mondar-mandir di dalam kamar. Pantesan saja,orang lain tidak mencurigai Rendy dan Bella. Rupanya Rendy, membuat skenario licik semata. Seakan-akan Katrina sang istri membuat surat wasiat terakhir, untuk menikahi Bella berstatus janda anak 1. Karena Bella, keponakan pamannya.


Katrina, benar-benar marah mengetahui hal itu. Setelah kematiannya, mereka berpura-pura menyelenggarakan akad nikah biasa. Nyatanya sudah lama menikah,lalu memiliki anak perempuan. Agar orang tau,jika mereka berdua baru menikah dan menutupi rahasia mereka.


Di sisi lain, Katrina sangat bahagia karena anak mereka sudah tiada. Dia yakin sekali, Rendy dan Bella merasakan kehilangan. sama seperti dia,yang kehilangan anaknya yang masih dalam kandungan.


Selagi mereka sibuk dalam berduka, Katrina membayar seseorang untuk menjual aset-aset berharga Rendy yang di simpannya.


Ada uang urusan pun lancar,satu persatu aset sudah terjual karena harganya murah.


Mungkin saja, Rendy murka dengan keluarga Doni.Ketika nanti baru menyadari aset-aset berharganya lenyap, sudah pasti dia mencurigai cuman mereka dikediaman Sean tanpa seorang pun. Di saat dirinya,tengah berduka atas musibah yang dialami. Di situ mungkin, kesempatan Doni dan keluarganya mencuri aset pribadinya Rendy.


Katrina, mendapatkan flashdisk di map aset pribadinya Rendy. Di situ ada sebuah video tentang kebersamaan, Rendy, istri dan anaknya. Ini adalah bukti kuat, menutupi pernikahan mereka yang sudah lama dan menipu Katrina.


"Aku akan membongkar rahasia ini,agar semua orang tau. Jika Rendy, diam-diam berselingkuh di belakang Katrina. Lalu, keluarga Doni akan merasa malu semalunya. Pasti Clara,kena imbasnya dari keluarga Allen. Hmmm... Tidak sekarang aku sebarkan video ini,tapi nanti ketika Clara sudah memasuki keluarga Allen. Di situlah paman dan bibi ku, mendapatkan karma yang setimpal. Aku tidak sabar, melihat Clara sakit hati bertubi-tubi. Hahahaha...Bibi, bagaimana dengan keponakan mu ini? Sangat pintar bukan, untuk balas dendam. Makanya jangan sok-sokan belagu, sudah enak di pungut oleh ku. Eee...Malah tidak tau diri, setelah anakmu menikah dengan Jordan. Lihatlah,apa yang aku lakukan? Balas dendam ku,akan beraksi". Katrina, menari-nari merasa senang sekali.


Katrina,keluar dari kamar. Seisi mansion nampak ramai,karena malam ini ada acara lamaran Jordan dengan Clara.


Padahal di kediaman Sean,masih dalam keadaan berduka atas meninggalnya Sheila.


Namun keluarga Doni,bodo amat dengan keluarga Rendy. Yang penting acara keluarganya,tetap berjalan dengan lancar tanpa di tunda-tunda.


Katrina, melewati kamar Jordan. Lalu dia,masuk kedalam dan mendekati Jordan yang tengah sibuk dengan laptopnya.


"Tumben sekali,kamu masuk kedalam. Apa ada sesuatu,hemmm? Tanya Jordan, mencubit pipi keponakannya.


"Tidak ada kok,cuman sudah lama tidak masuk kedalam. Ngomong-ngomong soal Tante Clara,kenapa dia kalah dengan Jessica? Apakah paman akan, membantunya dalam dunia hiburan". Camelia, bergelut manja di lengan Jordan. Aduhhh..Aku deg-degan sekali, Katrina sabar dan berusaha tenang.


"Clara,akan menjadi istri paman. Sudah pasti akan membantunya di dunia hiburan, emangnya kenapa?". Jordan, kebingungan dengan sikap keponakannya.


"Jadi, Tante Jessica dan Vanya akan tersingkirkan dong. Tidak bisa menyaingi popularitas Tante Clara, ketika sudah masuk kedalam keluarga Allen. Takutnya dua wanita itu, akan berbuat jahat kepada Tante Clara". Kata Camelia,melirik sekilas ke arah Jordan.


"Jessica dan Vanya, sangat kuat di dunia hiburan. Aktingnya sangat bagus, perannya tidak pernah gagal. Aku akui, Clara masih banyak kekurangan dan banyak belajar lagi. Jessica,dapat dukungan dari Jhonny. Itu yang susahnya menyaingi Jessica, dari artis-artis lain. Clara, sangat jauh sekali dan tidak sanggup menggapai itu semua". Ucap Jordan, sedikit menggeleng kepalanya.


"Lalu,kenapa paman mau menikahi Tante Clara? Kenapa, tidak dengan Tante Jessica? Kalau di lihat-lihat sih, cantikan Tante Jessica dan bohay lagi". Camelia, menahan tawanya.


"Edehhh...Ini urusan dewasa sayang,kamu belum waktunya memahami soal ini. Setelah kamu dewasa,paman minta jangan bercita-cita terjun ke dunia hiburan. Tak selamanya mulus, pasti ada rintangan dan ada cara instan. Satu lagi,jaga dirimu baik-baik dan jangan sampai di sentuh oleh lelaki brengsek". Jordan,merasa gemes terhadap keponakannya dan mencium pipi kanan Camelia.


Sontak Camelia,yang terkejut karena Jordan langsung menciumnya. "Paman, sembarangan menciumi ku. Katanya jangan sampai di sentuh oleh lelaki brengsek,jadi paman Jhonny dan paman Jordan adalah lelaki brengsek dong".


"Astaga, maksudnya lelaki luar sana. Kalau paman, tidak masalah dan kita keluarga loh". Bantah Jordan,yang garuk-garuk kepalanya.


"Elehhh... Setahuku, orangtuanya Camelia dan paman tidak sekandung loh". Delik mata Camelia, menyeringai tajam."Jangankan cium,nikah aja boleh lo". Kekehnya Camelia, membuat Jordan langsung bungkam.


"Sudahlah,jangan membahas tentang itu lagi". Jordan, langsung mengusap wajah Keponakannya.


"Paman,boleh nyentuh sixpack perutnya gak? Pengen banget, nyentuh itu". Cicit Camelia, mengedipkan matanya.


Glekkkk...


Jordan, mengusap wajahnya dengan kasar. Meskipun Camelia, adalah keponakan yang dekat. Sudah tumbuh dewasa,wajah cantik,imut,versi lengkap baginya. Satu sentuhan tangannya lembut, bisa membangunkan anaconda di dalam.


"Tidak! Paman sibuk loh,minta sama paman Jhonny. Oke,". Jordan, langsung menangkap tangan Camelia yang hampir menyentuh perutnya.


"Yeee...Paman mah,pelit sama aku". Gerutu Camelia, beranjak berdiri dan pergi.


Jordan, menggeleng kepalanya dan bersandar lemas di sofa.


******************


Malam harinya Camelia,turun ke bawah dan ikut bergabung dengan lainnya. Matanya tertuju pada Ryan, memberikan kode untuk mengikutinya.


Biarkanlah para yang tua, menyelesaikan acara mereka dan menentukan tanggal pernikahan.


Ryan, mengikuti langkah kaki Camelia dan tiba di belakang halaman mansion. Padahal dirinya sendiri, ingin mencuri bukti-bukti Gladis tentang mencelakai Camelia.


"Aku tau,kamu sangat gelisah gusar dan ingin mengambil bukti kejahatan Gladis. Kamu memang bodoh, Ryan. Demi seorang wanita yang kamu cintai,rela melakukan apapun. Ini resikonya bahaya loh, mansion di jaga ketat. Lalu, bagaimana kamu ketahuan mencuri di ruangan paman Jhonny? Bukan kamu saja yang hancur, tetapi seluruh keluarga mu". Camelia, tersenyum sumringah.


Ryan, mengepalkan tangannya dengan erat. Rupanya Camelia,membaca pikirannya yang bisa menebak apa yang di inginkan.


"Coba kamu liat video ini, pasti kamu sadar. Jika Gladis,menjalin hubungan dengan Arsen. Secara diam-diam tanpa sepengetahuan yang lain, termasuk dirimu Ryan. Astaga,kau sudah di permainan Gladis karena dia tau jika kamu sangat mencintainya". Camelia,mulai mempengaruhi pikiran Ryan. Cinta? Mamam tuh, cinta hahahahha.


"Kurang ajar sekali, mereka berdua. Rupanya aku di manfaatkan saja,awas kamu Arsen. Sialan kamu Gladis, iming-iming dengan cinta. Nyatanya kamu malah mengkhianati aku, aaaarrgghh...". Ryan, menahan diri dan menampar tembok.


Sedangkan Camelia, tersenyum puas dan menyaksikan besok bagaimana jadinya, Gladis tidak mendapatkan yang di inginkan?.