SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Tertembak


Degggg...


JJ Abrams,sigap menyambut tubuh sang kekasih terkena tembakan bagian bahu belakangnya. Matanya nyalang tertuju pada Jhonny,di atas tebing sungai. Rupanya dia menembak Camelia,bukan Jordan.


"Jhoooooonnny....!". Teriak JJ Abrams, mengarahkan pistol dan menarik pelatuknya.


Dor!


Dor!


JJ Abrams, menebak ke arah Jhonny di atas sambil memangku tubuh Amarahnya sudah memuncak, ingin sekali mengejar Jhonny. Namun, memikirkan keadaan Camelia.


Jhonny, terkena tembakan di bagian lengannya dan bersembunyi di balik bebatuan. "Sial,aku kena tembak. Secepatnya aku kabur dari sini, jangan sampai tertangkap oleh anak buahnya JJ Abrams. Jordan, bagaimana dengan keadaannya? Aaakkkhh... Semoga saja, Camelia mati beneran". Kata Jhonny, mencari celah untuk melarikan diri.


Anak buahnya JJ Abrams, mengambil alih dan mengejar Jhonny.


"Jangan biarkan Jhonny,kabur! Serahkan dia kepadaku hidup-hidup,akan aku kuliti tubuhnya". Perintah JJ Abrams, mengangkat tubuh Camelia. "Aku mohon sayang, bertahanlah.Maafkan aku terlambat menolong mu, bertahanlah sebentar".


Cika dan Rika, mendapatkan bantuan dari anak buahnya JJ Abrams. Mereka begitu khawatir dengan keadaan Camelia,tak sadarkan diri.


Mobil mewah JJ Abrams,melaju dengan kecepatan tinggi. Sebisa mungkin untuk menghentikan darah yang keluar di bahu, Camelia.


JJ Abrams, semakin panik melihat kondisi kekasihnya yang tak sadarkan diri. Bermacam cara untuk membangunkannya,sambil mengobati luka-lukanya lumayan banyak. Wajah Camelia,pucat darah terus-terusan mengalir.


"JJ". Lirih Camelia pelan, samar-samar melihat wajah JJ Abrams dan tangannya menyentuh pipinya. Terimakasih,kau sangat perduli dengan ku JJ Abrams. Aku bersyukur memiliki mu, mendapatkan cintamu yang tulus dan tak pernah aku balas.Batin Katrina,air matanya luruh sudah.


"Sayang, dengarkan aku baik-baik. Kau harus bertahan sebentar,kita akan sampai di rumah sakit. Kamu kuat Camelia, jangan menyerah seperti ini. Lihatlah aku,jangan memejamkan mata mu". JJ Abrams, menangkup wajah sang kekasih dan memberikan ciuman bertubi-tubi. "Aku janji kepadaku mu sayang,kita akan melakukan balas dendam bersama. Bukankah kamu ingin memberikan pelajaran kepada, Ardan gangster bocil itu". JJ Abrams, mengalihkan perhatiannya.


"JJ, aaaarrgghh.... Sssshhhttt... Maafkan aku,maaf". Lirihnya pelan, Camelia tersenyum manis memandang wajah JJ Abrams. Dulu,ketika aku selesai melakukan balas dendam kepada mereka yang sudah membunuhku dan anakku. Rasanya tak ingin hidup lagi, namun saat ini bisakah aku serakah. Mendapatkan kesempatan satu kali lagi hidup,aku sangat mencintainya.


"Tidak! Aku yang salah sayang, terlambat menolong mu. Maafkan aku, sudah bersalah". Air bening menetes di pipi, JJ Abrams. Tak henti-hentinya mengelus pucuk kepala, Camelia. Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri, gara-gara aku terlambat menolong mu. Kau terluka parah sayang,aku tak sanggup kehilangan mu.


"JJ Abrams,aku ingin bercerita sesuatu kepadamu. Kau tau kan,siapa aku sebenarnya? Aku Katrina,yang pernah menikah dan membina rumah tangga. Pernah mencintai seseorang yang salah, bahkan rela membunuhku dengan anakku. Setelah hidup kembali, aku di pertemukan dengan seorang pria yang aku cintai. Nyatanya dia berkhianat di belakangku,ketika aku dalam terpuruk tentang cinta. Kau tau ,JJ Abrams? Tuhan, menemukan aku dengan sesosok pria yang benar-benar tulus mencintai ku apa adanya. Terimakasih JJ Abrams,aku sangat bahagia bertemu dengan mu. Aku mencintaimu sayang, sampai kapan pun". Camelia, tersenyum manis dan berlahan matanya terpejam.


"Tidak!Tidak! Cameliaaaaaaa....!". Teriak JJ Abrams, sekencang mungkin. "Aaaaaaaaaaaaaa....!". Teriakan terdengar oleh Cika dan Rika, mobil mereka di belakang.


Cika dan Rika, menangis histeris mendengar teriakkan JJ Abrams. Pasti terjadi sesuatu dengan Camelia, apakah mereka kehilangannya.


****************


Satu Minggu kemudian.


Camelia, masih tak sadarkan diri dan masih keadaan koma.


JJ Abrams, sudah menangkap Jhonny, Jordan, Li Yun dan teman-temannya. Dia tak menyerahkan kepada pihak berwajib, mengurungkan mereka di penjara bawah tanah. Dia sudah berjanji kepada Camelia, untuk melakukan balas dendam secara bersamaan.


JJ Abrams, menemui nenek Camelia yang berbaring lemah di ranjang pasien. Akibat benturan keras di dorong Jordan, mengalami stroke.


Sandra, menatap wajah JJ Abrams pernah melihat tapi dimana. Kebingungan dengan kedatangan JJ Abrams,yang tak dikenalnya.


JJ Abrams, duduk lumayan dekat dengan ranjang pasien Sandra. "Kenalkan saya JJ Abrams, kekasihnya Camelia". Memasang wajah datar.


"JJ Abrams? Benarkah cucuku menjalin hubungan dengan anda, tapi bagaimana bisa? Anda bukan sembarang orang,jauh berbeda dengan kami". Sandra, terkejut mendengarnya. "Lalu,dimana cucuku Camelia?".


JJ Abrams, menghela nafas panjang. "Camelia,di rawat di rumah sakit ini. Keadaannya masih koma,selama seminggu".


"Apa! Bagaimana bisa, cucu saya koma? Apa jangan-jangan ada terkaitnya dengan Anda,saya tidak mengizinkan Camelia berhubungan dengan anda lagi. Saya sedikit tau, tentang anda yang berbahaya". Belum apa-apa, Sandra sudah mengambil keputusan sendiri.


"Jangan berlagak sok tidak tau,nyonya Sandra. Anda tau sendiri siapa pelaku sebenarnya,apa jangan-jangan menutupi kebusukan Jordan? Memang benar bahwa Jordan, ingin membunuh Camelia dan gagal. Camelia, mampu melawan Jordan dengan tangannya sendiri. Namun sayang sekali, Jhonny sepemikiran dengan Jordan untuk menghabisi nyawa Camelia.Saya tidak akan melepaskan mereka,yang sudah menyakiti orang yang saya cintai. Cukup sampai disini,anggap saja dua bocah itu sudah meninggal dunia. Satu lagi, Camelia benar-benar kecewa dengan anda". Ucap JJ Abrams, beranjak pergi meninggalkan ruang Sandra.


Sandra, menangis kesegukan meratapi nasib anaknya."Tidak! Aku tidak mau kehilangan anakku, Jordan". Menggeleng kepalanya, ingin sekali pergi dari ruangan ini. "Aaaarrgghh...Aku ingin membunuhmu Camelia,puas melihat anakku tersiksa sekali ini!". Teriak Sandra, mengepalkan kedua tangannya. Langsung mengambil ponsel,lalu menghubungi seseorang.


JJ Abrams, memandang Kekasihnya dari luar melalui kaca. Air matanya menetes, berharap sang kekasih cepat sadar.


"Bunuh nyonya Sandra, secara berlahan". perintah JJ Abrams,geram terhadapnya sudah melakukan kesalahan besar. Rupanya Sandra, menghubungi seseorang untuk membunuh Camelia."Maafkanku Camelia, melakukan ini tanpa persetujuan mu". Gumamnya pelan,duduk di kursi dan mengusap rambutnya ke belakang.


Cika dan Rika, akhirnya sampai di rumah sakit. Mereka ingin menjenguk sahabatnya itu,masih tak sadarkan diri.


JJ Abrams, mempersilahkan mereka masuk dan menemui Camelia.


"Terimakasih,tuan JJ Abrams". Ucap Cika dan Rika, secara bersamaan.


Kebetulan mereka datang, JJ Abrams pamit pulang dulu karena ada urusan penting. Dia memerintahkan anak buahnya, berjaga-jaga di luar.


"Camelia, kapan kamu bangun? Bangunlah, kasian kekasih mu itu". Bisik Cika, menggoyangkan lengan Camelia.


"Hmmmmm...Kamu janji dengan kami loh, bersama-sama kuliah sampai lulus. Masa iya,kamu koma terus-terusan. Ingkar janji loh,gak suka aku". Kata Rika, dengan wajah sedihnya.


"Benar sekali Camelia,sejak kejadian kemarin. Seakan-akan seperti mimpi, menguji keberanian kita. Bagaikan turun di medan perang, terkadang aku masih bermimpi karena trauma". Cika, menghapus air matanya dan melap ingus keluar dari hidung.


"Ck,jorok sekali". Ucap Camelia, bergidik geli.


Cika dan Rika, membulat sempurna karena Camelia tiba-tiba berbicara. Mulut mereka berdua menganga lebar, ingin berteriak histeris.


"Cam... Hhhmmmpptt....Hhhhppptttt...!".


Tetapi, Camelia sigap menyumpal mulut mereka dengan tangannya sendiri dan bantal.