
"Aaarghhh.... Le-leher ku,sakit sekali. Ka-kau apakan,aku". Baru beberapa langkah saja, Zara merasakan tenggorokannya terasa sakit sekali. "Ja-jarum apa ini?".
Zara, langsung tersungkur di lantai dan merasakan lehernya seperti terbakar. Sakit sekali,apa yang dilakukan Camelia? Bagaimana bisa,dia melakukan ini dalam sekejap mata.Batinnya, menatap tajam ke arah Camelia.
"Jarum beracun dari racikan ku sendiri,kalian berdua merasakan sakit luar biasa di tenggorokan. Yah... Seperti terbakar,perih,dan sshhhhttt...Sakit sekali". Camelia, tersenyum smrik dan memainkan beberapa jarum kecil di tangannya.
"Kurang ajar,akan aku bunuh kau". Kata Carlen, beberapa kali ambruk karena tak mampu menopang tubuhnya. Aaaarrgghh...Aku kalah dengan seorang wanita,sialan. Dia benar-benar merendahkan harga diri ku seorang mafia, tak akan aku biarkan begitu saja.
"Sebelum kau membalas dendam kepada ku,apa nyawa kalian masih hidup? Ckckck.... Tidak akan pernah selamat dari genggaman tangan ku, sampai musuhku mati dalam kesakitan. Kalian tidak percaya sepenuhnya, jika aku menceritakan semuanya. Tanganku ini, sudah terbiasa membunuh seseorang. Tenang saja, ini adalah giliran kalian kok". Kata Camelia, beranjak dari tempat duduknya.
"Aaaarrgghh... Wanita iblis,kau Camelia. Kau sok polos di mata orang-orang lain, nyatanya wanita beracun!". Teriak Zara, berusaha bangkit namun gagal. Tidaaaaaaakkk...Aku tidak mau mati begitu saja, dalam waktu dekat pasti ada seseorang yang menolong ku.
"Baru tau yah,aku wanita beracun. Tetapi,kalian begitu semangat untuk menyingkirkan ku dan membalas dendam kepada suamiku. Astaga, mentang-mentang aku tidak bisa bela diri dan mengenakan senjata api. Tidak masalah kok, aku bisa melumpuhkan musuhku dalam jentik kan jari saja. Hahahaha...Hahaha...!". Camelia,terus tertawa terbahak-bahak memandang wajah musuhnya tak berdaya.
"Nona Camelia,tolong bantu aku! Aku tidak sanggup merasakan sakit ini, ampunilah aku!". Carlen, berusaha merangkak ke arah Camelia. Di sudut bibirnya mengeluarkan darah segar, tenggorokannya terasa kering kering sekali.
"Tenang saja, aku sudah memaafkan kesalahan kalian dan mengampuninya. Semoga jiwa kalian di terima oleh Tuhan,aku tidak akan menuntut kesalahan yang kalian perbuat kepadaku. Hiks...Hiks...Aku sedih sekali, tapi bo'ong. Hahahaha.... Hahahhaa...!". Camelia, benar-benar puas melihat wajah mereka ketakutan.
"Camelia, suamiku tidak akan pernah melepaskan mu. Melihat kondisi ku seperti ini, antara suamiku dan Tuan JJ Abrams pasti berperang. Begitu tega sekali,kamu menciptakan sebuah permusuhan di antara mereka". Ucap Zara, menyunggingkan senyumnya. Kau salah menduga Camelia,sama saja menciptakan percikkan api antara suami kita. Aku yakin sekali, JJ Abrams akan marah besar terhadap mu.
"Yakin, mereka akan bermusuhan seperti yang kau pikirkan. Bunga, masuklah!". Teriak Camelia, memanggil sekertaris pribadinya itu. Mana mungkin seorang Camelia,akan di salahkan. Aku sudah menyusun rencana ku secara matang-matang,lalu menghilangkan jejak.
Bunga, melangkah kakinya masuk kedalam ruangan dengan tersenyum. Hari ini,tanpa melelehkan bertarung dalam sekejap mampu melumpuhkan lawannya.
"Nona Camelia,aku sudah melumpuhkan anak buahnya Carlen". Kata Bunga, menatap ke arah Carlen dan Zara. Sungguh pemandangan mengerikan sekali, berlumuran darah yang keluar dari leher dan mulut mereka.
"Carlen, panggil anak buahmu yang lain. Berteriak lah meminta tolong lah. Oh,aku lupa Caren karena kau tidak bisa berkata apa-apa lagi. Perlukah aku yang berteriak-teriak memanggil anak buahnya? E'ehmmm... Tolong! Tolong! Tolong! Ada wanita beracun di sini,tolong!". Camelia, terus-menerus meminta pertolongan dan tertawa terbahak-bahak.
Carlen dan Zara, menggeleng kepalanya karena tak bisa bersuara lagi.
Bagaimana bisa terjadi, suaraku hilang? Batin Carlen, air matanya menetes di pipi.
"Tuan Carlen, sepertinya anda menangis? Apakah leher anda itu, sangat menyakitkan sekali?". Tanya Bunga, tersenyum sumringah.
"Bunga,jangan meledek seperti itu. Lihatlah, mereka semakin terharu mendengarnya?" sahut Camelia, cekikikan menahan tawanya.
"Bunga, lakukan tugasmu selanjutnya". Perintah Camelia, memberikan satu gunting ke tangan sekretarisnya itu.
Apa yang di rencanakan Camelia,lagi? Dia benar-benar wanita berbahaya, seharusnya aku tidak melakukan hal ini kepadanya. Tidak ada siapapun yang tau, Bahkan menolong ku juga.Batin Zara, menggeleng kepala deraian air mata terus mengalir deras.
Bunga, semakin mendekati tubuh Zara yang tergelatak di lantai. Tubuhnya tak bisa di gerakan lagi, sangat mudah melancarkan aksinya.
"Aku akan memberitahu maksud dari rencana ku ini,kepada kalian dan jangan syok mendengarnya. Pertama aku tidak menghabisi nyawa kalian dengan tanganku sendiri, melainkan tangan Mr.Downy. kedua, kalian harus bertelanjang bulat seakan-akan melakukan hubungan intim. Ketiga, Mr Downy datang dan menangkap basah istrinya tengah bersama seorang pria lain. Oh, Carlen seorang mafia akan mati di tangan suami nyonya Zara". Ucap Camelia, dengan nada suara berlagu.
Sialan, habislah riwayat hidup ku. Anak buahku sudah tidak ada, bagaimana bisa Bunga melumpuhkan mereka? Aku salah menilai istrinya JJ Abrams, lemah,tak berdaya dan bodoh. Nyatanya dia jauh lebih berbahaya dari JJ Abrams, langsung melayangkan nyawaku. Aaaarrgghh... Tubuhku tak bisa di gerakan lagi, tenggorokan terasa sakit sekali.Batin Carlen,merem melek merasakan tubuhnya terasa terbakar.
Tidak!Tidak! Suamiku jangan tahu soal ini,tapi pakaian ku sudah di gunting sekertarisnya Camelia. Carlen,kau payah sekali tidak bisa melumpuhkan Camelia. Aaaarrgghh....Tidak,aku tidak mau mati.Batin Zara, menjerit-jerit di dalam hatinya.
Camelia, tersenyum sumringah melihat nyonya Zara tidak mengenakan sehelai benang pun
Sungguh mengerikan sekali,nona Camelia. Pantes saja, Tuan JJ Abrams tidak berani melawan perkataannya.Batin Bunga, waktunya menggunting pakaian Carlen dan membuat dirinya telanjang bulat.
"Hmmm...Hmmm...Nyonya Zara, nikmatilah amarah suamimu sendiri. Makanya jangan sok belagu, ingin menyingkirkan ku dan berkata macam-macam. Nona Camelia,kau harus menerima konsekuensinya menjalin hubungan dengan JJ Abrams. Astaga! Itu adalah kata-kata basi sekali,aku bisa menyeimbangi kehidupan ku. Aku tidak sabar, melihat kalian berdua di siksa Mr.Downy". Camelia,menghela nafas lega karena berhasil dengan rencananya itu.
"Nona, semuanya sudah beres. Sekarang apa yang kita lakukan, haruskah membaringkan tubuh mereka di atas ranjang?". Tanya Bunga, langsung di angguki Camelia.
Camelia, sudah mengirim beberapa gambar bugil Zara kepada suaminya. Tak lupa memberikan alamat villa, sudah waktunya pergi dari tempat ini.
Setelah selesai, Camelia dan Bunga meninggal villa tersebut.
"Nona, bisakah aku belajar membuat racun itu? Sekali semprotan saja, mereka langsung kesakitan. Racun itu, benar-benar luar biasa". kata Bunga,namun sayang habis satu botol air yang bercampur racun itu.
"Hmmm... Aku tidak bisa menjelaskannya,Bunga. Suatu hari nanti, mungkin akan aku ajak bagaimana cara membuatnya". kedip mata Camelia, meminta Bunga menepikan mobilnya.
"Sepertinya, Mr Downy langsung sigap ke villa. Pasti nyonya Zara, mengumpat dalam hati karena anda pelaku sebenarnya. Nona,apa benar mereka tidak bisa berbicara? Takutnya mengatakan sebenarnya,aku sangat takut dengan anda". Bunga, khawatir jika terbongkar.
Bunga, nampak kebingungan melihat senyuman bosnya itu.