
"Aku tidak mau pernikahan ini,batal!". Kata Clara, menyeka air matanya.
"Bagaimana dengan kondisi mu, Clara? Fokuslah pada kesembuhan wajahmu ini,baru kita lanjutkan acara pernikahan". Sahut Sandra, entah kenapa dia tidak yakin wajah Clara sembuh.
"Kita bisa mengadakan akad nikah,tanpa resepsi pernikahan dulu. Di hadiri beberapa orang terdekat kita saja,kami setuju acara resepsi pernikahan dibatalkan. Tetapi,akad nikah tetap berlangsung. Setelah mereka berdua menikah,nak Jordan bisa membantu Clara di sampingnya untuk menyembuhkan wajah". Doni, sudah gelabakan mendengar Sandra membatalkan pernikahan anaknya.
Sandra, menghela nafas beratnya."Baiklah,aku ikuti alur yang di pilih Jordan"
"Sayang,kamu tetap melaksanakan akad nikah kita kan? Aku tidak mau sampai batal,takut kehilanganmu Jordan". Clara, berusaha akting untuk mengambil hati Jordan.
Mereka semua di ruangan tertutup, tidak ada orang lain maupun wartawan.
"Apakah paman Jordan mau, sedangkan wajah Tante tak secantik dulu?". Bisik Camelia,kepada Jhonny.
"Jordan,tipe pria gonta-ganti pasangan. Kecuali dia benar-benar mencintai Clara, menerimanya apa adanya". Jawab Jhonny, tersenyum.
Jordan, menghembuskan nafas panjangnya. "Baik,aku tetap menikahi Clara". Itulah keputusan Jordan,entah apa yang di pikirannya.
Doni dan Linda,merasa senang mendengar keputusan calon menantunya. Begitu juga Clara,mulai lega mendengar keputusan sang calon suami.
"Terimakasih,nak Jordan. Kamu memang suami terbaik untuk, Clara. Aku sebagai ayahnya, tidak bisa berkata apa-apa lagi". Doni, langsung menggenggam tangan Jordan. Baguslah, Jordan tetap menikahi Clara. Mana mungkin dia menolaknya,bisa jadi terpenuhi dengan reputasi dalam bisnis.
Sandra,antara senang dan sedih. Senangnya karena Jordan, tetap menikahi Clara. Jika tidak mau,maka nama keluarga Allen tercoreng. Sedihnya adalah mendapatkan menantu,tak secantik dulu lagi. Bisa jadi bahan olok-olok luar sana, ada yang memuji dan ada yang merendahkan.
"Terimakasih,nak Jordan. Maafkan nak Clara, sebagai ibunya benar-benar malu dan bersalah. Clara, tidak salah memilih calon suami sebaik kamu". Linda, sudah mulai tenang karena anaknya tetap menikah. Jika tidak jadi,maka dirinya di olok-olok teman sosialita.
"Besok kita akan menikah Clara,di kediaman Sean. Tidak perlu di hotel segala, itupun di hadiri beberapa orang saja". Tegas Jordan,mendelik ke arah Jhonny.
Jhonny, mengangguk pelan. Membuat Camelia, kebingungan karena mereka saling memberikan kode.
Apa yang mereka rencanakan? Seakan-akan ada sesuatu yang di sembunyikan,tapi apa. Sial,aku penasaran sekali.Batin Katrina, perasaannya campur aduk.
"Masalah sudah terselesaikan dengan baik,saya pamit dulu". Kata Sandra, sudah beranjak berdiri.
"Calon besan,aku benar-benar berterimakasih kepada kalian semua. Sudah menerima anakku, dengan baik. Semoga saja, Clara bisa di sembuhkan secepat mungkin". Kata Linda, tersenyum manis.
"Hmmm...Kami permisi dulu". Sandra, langsung melangkahkan kakinya.
Camelia, langsung di tarik Jhonny. Mulai awal datang, sampai pulang pun. Dia tidak melepaskan genggaman tangannya,kepada sang keponakan. Tidak mengizinkan Camelia, kelayapan atau menemui Ryan.
Walaupun Camelia, merengek-rengek tangannya gerah dan berkeringat. Tetap saja, Jhonny tak mau melepasnya.
Vanya, mendengar kabar jika Jordan tetap menikahi Clara membuat dirinya murka. Dia sudah beranggapan bahwa Jordan, tidak mau menikahi wanita yang buruk rupa. Namun tebakannya salah, sungguh beruntung sekali Clara.
Keluarga Allen, meninggalkan kediaman sean. Yang sudah sunyi,cuman ada dua keluarga saja. orang lain, maupun wartawan sudah di usir dan di berikan peringatan ringan jika tidak mematuhinya.
"Ck, jangan senang dulu pak tua. Wajarlah Jordan,mau menikahi Clara karena tidak mau mencoreng nama baik keluarga Allen. Belum tentu, Clara di perlakukan baik". Rendy, menyunggingkan senyumnya.
"Rendy, jangan sok belagu kamu. Urus adikmu di dalam penjara,dia jauh lebih parah dari anakku. Lihatlah scandal dia, membuat malu keluarga ini. Untungnya saja nyonya Sandra, tidak melibatkan masalah adikmu dalam keluarga kami". Linda, memang tidak menyukai Rendy dan keluarganya.
"Eee... Linda,jangan mengatai anakku. Mentang-mentang anakmu tidak memiliki scandal apapun, tetapi belum tentu keluarga kalian tetap bahagia terus". Senyum smrik Lena, memandang tajam ke arah Doni.
Doni, mengusap wajahnya dengan kasar. Seakan-akan sebuah ancaman baginya,jangan sampai ada yang tau hubungan gelap dengan Lena. Maka Clara, tidak bisa masuk kedalam keluarga Allen.
"Clara, seharusnya kamu paham dong. Jika Jordan,suka gonta-ganti pasangan. Walaupun sebatas bisnis,". Vanya,mulai memancing reaksi Clara.
"Diam, kamu!Aku tidak terpengaruh dengan ucapan mu itu, Vanya". Clara, menunjukkan jarinya. Tidak! Jordan,masih mencintaiku walaupun wajahku tidak secantik dulu. Aaarghhh...Siapa melakukan ini, tidak mungkin arwah penasaran Katrina.
******************
Camelia dan lainnya, sudah sampai di mansion. Mereka semua duduk di ruang tamu, untuk berdiskusi tentang akad nikah besok.
"Jordan,aku tidak habis pikir dengan pilihanmu. Mau menikahi wanita yang tidak cantik lagi,". Kekehnya Jhonny, memainkan kedua alisnya.
"Seandainya Jordan, tidak menikahi Clara. Lalu,apa tanggapan orang luar sana? Mereka pasti menilai keluarga Allen,buruk dan tidak punya hati nurani". Sahut Sandra,melirik ke arah Jhonny.
"Sepenuhnya tidak salah Jordan,mamah. Mana ada pria yang mau menikahi wanita yang buruk rupa,apa lagi Clara sudah tau sifatnya". kata Jhonny, mencolek dagu Keponakannya.
"Paman Jordan,cinta mati dengan Tante Clara. Apapun keadaannya Tante Clara, pasti di terima paman". Kekehnya Camelia,menepis tangan Jhonny yang mengelus pipinya.
"Aku tidak bisa meninggalkan Clara,kecuali dirinya. Aku tidak mau di cap sebagai pria brengsek, sebenarnya menikahi Clara untuk memberikan dia pelajaran. Jangan harap aku memperlakukan dirinya, sebagai istri yang baik. Dia sama saja, seorang benalu yang hinggap di hidupku ini. Aku bisa mengurus Clara,tenang saja". Ucap Jordan, dengan santainya.
"Rupanya paman Jordan,ada muslihat lain lagi. Kenapa paman,mau menikahi Tante Clara? Paman, ceritakan semuanya kepadaku. Kepo nih, janji tidak menceritakan siapapun". Kata Camelia, mengedipkan mata sebelahnya.
"Boleh, asalkan malam ini tidur dengan paman. Bagaimana, mau gak?". Jordan, memberikan pilihan kepada Camelia.
"Camelia!". Tegur Jhonny,ketika sang keponakan memberikan jawabannya.
"Eee...Paman, aku kepo dengan ceritanya. Nenek,bantu aku". Cicit Camelia, bergelut manja dengan Sandra. Aku penasaran sekali,apa rahasia Clara. Pasti Clara, melakukan sesuatu terhadap Jordan. Batinnya.
Jordan, cekikikan tertawa melihat tingkah laku sang Keponakannya .
"Nenek, pasti tau yah? Ayo, ceritakan semuanya kepada cucu Nenek yang imut ini". Rengeknya lagi, mengedipkan matanya.
"Tanya dengan Jhonny,dia pasti tau semuanya". Jawab Sandra,mengelus pucuk kepala cucunya.
"Menyebalkan sekali, selalu paman Jhonny". Gumam Camelia,pelan. Mendelik ke arah Jhonny,yang tersembunyi smrik.