SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Tidak Jadi


Terpaksa Camelia, mengatakan kepada Dwi jika Leo memiliki kekasih. Dia tidak nyaman dengan kekasih Leo,karena seringkali mendapat bekal makanan dari mommy nya. Terkadang anak kelas sebelah, seringkali menyindir Camelia. Walaupun hubungan mereka,masih tak banyak yang tau.


Tidak memperdulikan bagaimana Leo, menghadapi sikap mommy nya yang sudah marah padam. Sedangkan Camelia, langsung pergi begitu saja. Tidak mau ikut campur urusan mereka,cukup antara ibu dan anak saja.


"Paman Jhonny, ceritakan masalah ibuku dan mommy Dwi. Agar aku tau,apa yang sebenarnya terjadi". Pinta Camelia, menghadap Jhonny tersenyum smrik.


"Ada syaratnya". Jhonny,melirik ke arah Camelia.


Sialan, pasti dia memanfaatkan situasi ini. Tidak! Aku tidak mau di bodohi Jhonny,akan aku cari tau tapi bukan dia.Batin Camelia, menghela nafas panjang. "Tidak jadi". Kata Camelia, mengubah posisi duduknya.


"Cuman aku yang tau,jika kamu bertanya kepada bu Dwi pasti di lebih-lebih kannya. Kalau kau bertanya dengan nenek, tidak akan mendapatkan jawaban yang sebenarnya. Karena nenek tidak mengetahui yang sebenernya,atau kau ingin bertanya dengan bu Janeta. Terlambat Camelia,karena bu Janeta haus dengan uang". Ucap Jhonny, sudah menyusun rencananya terlebih dahulu.


"Ck,sok berkuasa kau". Sahut Camelia, dengan perasaan dongkol.


"Aku tau, apa yang kau pikirkan Camelia. Pasti meminta bantuan kepada JJ Abrams,yakin bisa? Aku bisa berbuat apa-apa loh,atas namamu". Jhonny, merangkul pinggang Camelia.


"Lepas! Jangan macam-macam Jhonny,aku bisa melakukan apapun dan mendapatkan apa masalah ibuku dan mommy Dwi". Bentak Camelia, dengan tatapan tajam. Dia melepaskan rangkulan Jhonny, mengubah posisi duduknya. Tak berselang lama,dia sudah sampai di gerbang sekolah. Akhirnya terbebas dari Jhonny,sedari tersenyum sumringah.


Cika dan Rika, melambaikan tangan ke arah Camelia.


Mata Camelia, tertuju kepada Kiki dan temannya. Rupanya mereka berempat,tengah memperhatikan Camelia melewati mereka.


"Pagi-pagi tuh muka sudah kusut amat,ada apa hemm?". Tanya Rika, menyambut kedatangannya dengan pertanyaan.


"Baru nyampe, sudah di beri bertanya gak enak" Gerutu Camelia,mencolek pinggang Rika.


"Seriusan deh, wajah mu kaya kurang vitamin gitu. Vitamin kebahagiaan,kaya banyak masalah banget". Kekehnya Cika, merangkul pundak Camelia.


Tibalah mereka bertiga duduk di bawah pohon, menikmati suasana pagi yang penuh dengan amarah. Camelia, menceritakan apa yang terjadi di pagi ini sebelum sampai ke sekolah.


"Gila! Mommy Leo,kaya gak waras". Bisik Cika, langsung di pukul Camelia dan Rika pangkal pahanya."Aauukk...Sakit tau". Gumamnya,mengelus tempat pukulan mereka berdua tadi.


"Aku meminta paman Jhonny,apa masalah ibuku dan mommy Dwi di masa lalu. Tapi,aku tidak jadi karena Jhonny mengatakan ada syaratnya. Kan gila banget". Kata Camelia, Jhonny terbilang licik juga.


"Jangan mau,gimana kita temui Tante Janeta?". Usul Rika, memainkan kedua alisnya.


"Gak bisa, soalnya paman Jhonny keduluan bertindak. Pasti membungkam mulut Tante Janeta, apa lagi beliau haus dengan uang". Sahut Camelia, memijit pelipisnya.


"Terus,minta bantuan kepada pacarmu". Cika, mencolek dagu Camelia dan matanya berkedip manja.


"Jhonny, sudah bertindak Cika. Apa lagi mengatas namakan ku,gimana ini?". Camelia, kebingungan lagi-lagi masalah baru.


Bel sekolah sudah berbunyi,para murid-murid bergegas masuk kedalam kelas.


Camelia, kebingungan karena Leo tak kunjung datang. Apa yang terjadi sebenarnya,antara dia dan ibunya.


"Hussssttttt...Leo,gak turun sekolah yah. Tumben sekali,kamu tau sesuatu?". Bisik Cika, menyenggol lengan Rika duduk sebelahnya. Tetapi, tidak ada mendapatkan jawaban juga.


Rika, mendorong kuris Camelia yang di depannya.


"Ada apa, Rika?" Tanya Camelia, sibuk dengan soal yang di berikan guru mereka.


"Mana aku tau,memang sih ketika aku meninggalkan mereka berdua. Mommy Dwi,kaya marah padam terhadap Leo". Bisik Camelia, berbalik badan takut di marahi sang guru.


***************


Jam istirahat sekolah tiba, waktunya Camelia dan dua sahabatnya ke kantin. Tiba-tiba saja, Kiki dan tiga temannya sudah duluan mencegah mereka bertiga.


"Pasti ada sesuatu kan,kenapa Leo tidak masuk sekolah bahkan nomornya tidak aktif?". Kiki, mendorong tubuh Camelia.


"Eee..Jangan dorong-dorongan dong,bisakan baik-baik?". Rika,membalas dan mendorong Kiki sampai terundur satu langkah.


"Leo, pacarmu kan? Susul aja kerumahnya,nanya ke Camelia". Sambung Cika, mencibik bibirnya.


"Tau, pacar nya siapa dan nanya ke siapa. Gak jelas banget,". Sambung Camelia,lagi.


"Eee...Aku tau yah,kalau kamu sangat dekat dengan mama nya sudah pasti tau dong". Kata Kiki, sedikit nyaring.


"Kenapa,kamu iri yah? Kasian banget sih,aku bukan pacarnya dekat dengan mommy nya sedangkan kamu tidak". Ejek Camelia,yang di iringi cekikikan tawa Cika dan Rika.


"Awas yah,kalian". Kiki dan temannya, berlalu meninggalkan mereka yang masih tertawa lepas.


Ting....


Sebuah pesan masuk di ponselnya, tertera nama JJ pemaksa. [Sayang aku tidak bisa menemanimu pulang sekolah nanti,ada masalah sangat serius. Maafkan aku sayang, janji besok akan membalas kekecewaan mu ini. Sayang,jangan marah kepada lu yah. Aku mohon sayang,maaf malam tadi tidak menjawab panggilan mu. Uumaaahh...Jangan nakal yah, sayang]


Camelia, menggeleng kepalanya membaca pesan dari JJ Abrams begitu lebay seperti anak ABG. Padahal umurnya hampir kepala 3, tingkat ke bucinannya melewati batas sudah.


Camelia, tidak membalas pesan darinya dan memasukkan ponselnya ke dalam saku.


************************


Sepulang sekolah, Camelia memasuki gudang di belakang mansion. Semoga mendapat sesuatu,di balik tumpukan buku-buku.


"Nona Camelia, sedang apa?". Tanya bi Darla, mendekati Camelia yang berpenampilan acak-acakan sudah.


"Bi Darla, aku ingin mencari sesuatu sejenis buku harian ibuku. Ada sesuatu yang tidak beres, antara ibuku dan mommy Dwi". Kata Camelia,masih mencari-cari sesuatu.


"Dulu,ada nyonya Vina ibumu non. Nyonya memberikan satu buku kepada seseorang wanita, seakan-akan buku tersebut sangatlah penting. Nyonya terlihat memohon-mohon,agar buku tersebut di bawa wanita itu. Kalau gak salah namanya bu Milna istrinya pak Jay Sean,kalau gak salah ada terkait keluarga dengan orangtuanya nona Clara".


Degggg....


Katrina,terkejut mendengar cerita bi Darla. Berarti ibu kandungnya Camelia, berteman dengan ibunya.


"Setau bibi,bu Milna lebih dulu meninggal dunia dari nyonya Vina ibunya non". kata bi Darla, langsung di angguki Camelia.


Astaga!Kenapa serumit ini,dimana bukunya? Pasti ada sesuatu yang penting di dalamnya,aku harus menemukan buku itu. Tapi,dimana yah? Sedangkan kediaman Sean, hangus terbakar.Batin Camelia, sesekali menepuk keningnya.


"Non,apa ada sesuatu yang terjadi?". Bi Darla, menyentuh tangan Camelia.


"Bi, ceritakan yang sejujurnya. Apa yang di ketahui bibi, tentang ibuku dan mommy Dwi? Aku mohon bi,aku ingin tau dan paman Jhonny merahasiakan semuanya". Pinta Camelia, penuh dengan harapan.