
Doni dan Rendy, memandang uang hasil penjualan perusahaan tertinggal 5 milyar saja. Itupun sisa-sisa bayar hutang perusahaan dan gajih karyawan serta pesangon.
Mereka membagi dengan rata,uang segitu tidak cukup bagi mereka.
"Kediaman Sean,apa perlu di jual juga?". Tanya Linda, memandang ke arah suaminya.
"Tidak bisa,apa kata orang-orang lain. Sedangkan kita, sudah menjual perusahaan Sean. Ini sisa uangnya, perusahaan Sean banyak hutang dan membayar gajih karyawan serta pesangon juga". Doni, menyerahkan uang kepada istrinya.
"Sekarang perusahaan Sean, sudah jatuh ke tangan Tuan Jhonny. Pasti perusahaan itu,akan berkembang pesat nantinya. Aku akan membicarakan tentang ini,agar kak Rendy menjadi pemimpin di sana". Sahut Jessica, tersenyum sumringah dan melirik ke keluarga Doni.
"Benar sekali, Jessica. Aku bisa leluasa melakukan apapun, tidak memikirkan perusahaan terlalu berlebihan". Kata Rendy, tersenyum kecil. Inilah yang aku tunggu-tunggu, perusahaan Sean jatuh ke tangan Tuan Jhonny. Aku harus mendapat jabatan kembali, menjadi pemimpin perusahaan itu.
"Papah,aku akan menikah beberapa hari lagi. Apapun caranya aku akan membujuk Jordan, suamiku nanti. Agar papah, menjadi pemimpin di perusahaan itu. Kalian jangan besar kepala dulu,". Ucap Clara, membuat Jessica kesal.
"Ckckck... Jangan sombong kamu, mentang-mentang menikah dengan keluarga Allen. Lalu, menindas kami ha?". Bentak Lena, langsung.
"Bu Lena, wajarlah suamiku menjadi pemimpin baru di perusahaan itu. Karena suamiku,ayah mertuanya Jordan. Apa hubungannya dengan anakmu, Rendy?Ngaca dong". Sahut Linda, tersenyum manis dan membuat jengkel Lena.
"Pak Doni,kau jangan mentang-mentang akan menjadi ayah mertuanya Tuan Jordan. Ingatlah,kita masih memiliki rahasia besar. Jika aku tidak bisa menjadi pemimpin di perusahaan itu, setidaknya beri aku jabatan bagus". Ancam Rendy, membuat Doni dan keluarganya tidak berkutik lagi. Hahahaha.... Kalian semua, ingin melupakan ku ha? Tidak bisa pak tua,rahasia kita masih sama dan berhati-hatilah.
"Ck, kurang ajar sekali kamu. Berani mengancam masalah itu, bukankah kita tidak ada urusan apapun lagi!". Bentak Doni, langsung berdiri tegak. Sialan, rupanya Rendy ingin masuk ke perusahaan Allen.
"Pak Tua,aku tidak ingin membiarkan kalian bahagia dan memakan hasil keluarga Allen. Jelaslah,kami harus ikut. Atau aku bongkar rahasia itu,agar kita sama-sama tidak memiliki apapun. Termasuk menghancurkan segalanya, kebahagiaan anakmu Clara". Rendy,puas dengan ancamannya.
"Ck,bukan anakku saja yang hancur. Tetapi, adik-adikmu!". Doni, menunjukkan jarinya ke arah Rendy.
"Kak Rendy, apa yang kamu lakukan? Aku tidak setuju membongkar rahasia itu, kehidupan kami akan hancur. Aku tidak mau kak!". Teriak Jessica,mana mungkin karirnya hancur begitu saja. Dia susah payah, menggapai impiannya.
"Kurang ajar sekali kamu, Rendy! Ingin menghancurkan kebahagiaan ku,asal kamu ingat. Jika kamu yang membunuh Katrina, dengan tanganmu sendiri". Sahut Clara, tersenyum kecil.
"Hahahaha....Benar sekali,kau beberapa kali menembaknya. Kami cuman sebatas mencaci maki, menampar wajahnya saja". Sahut sang ibu, Clara.
"Rendy,jangan macam-macam kamu! Apa ingin melihat keluarga kita hancur,ha? Ibu tidak setuju dengan ide mu,paham!". Lena, langsung menggoyangkan lengan anaknya.
"Asal kalian tau,aku tidak bisa tenang. Beberapa waktu yang lalu,aku di teror sebuah tulisan dikamar. Mengatas namakan, Katrina! Lihatlah mah,apa yang terjadi menimpa di keluarga kita? Itu semua karena arwah penasaran, Katrina!". Rendy, terlihat frustasi dan mengacak-acak rambutnya.
Plakkkk...
Lena, menampar wajah anaknya. Bisa-bisanya dia, berbicara yang tak masuk akal.
Sudah pasti keluarga Doni, cekikikan tertawa dan berpikiran Rendy sudah gila karena merasa bersalah.
"Jangan berlagak seperti ini, Rendy! Apa kamu tidak malu,ha? Mereka mentertawakan mu,persis dengan orang yang tidak waras". Lena, benar-benar marah kepada anaknya. "Ini terakhir kalinya,kita membahas tentang Katrina. Jangan lagi mengungkit-ungkit itu,paham!".
Lena, berlalu pergi meninggalkan mereka semua. Jessica dan Vanya, saling menarik agar meninggalkan ruang tamu.
Keluarga Doni,satu persatu meninggalkan ruang tamu. Menyisakan Rendy, terduduk lemas dan menangis kesegukan.
Rendy, berjalan menuju kamarnya dan menemui sang istri berbaring lemah di ranjang.
"Bella,kenapa kamu seperti ini? Aku tidak sanggup menahan diri,jangan salahkan aku mencari wanita lain". kata Rendy,melepas kemejanya. Dia terkejut mendengar penjelasan dokter,jika sang istri lumpuh permanen.
Bella,masih mendengar ucapan suaminya. Tetapi, tidak bisa berbuat apa-apa. Berbicara pun, tidak bisa. Air matanya mengalir deras,di sudut matanya.
"Aset-aset berharga kita,hilang Bella. Rumah impian,vila, hotel, semuanya hilang. Seseorang yang mencuri di brankas,kata sandi cuman aku dan Katrina yang tau. Apakah benar, Katrina datang dan balas dendam? Haruskah, aku membongkar keburukannya. Untuk saat ini,aku mencurigai keluarga Doni. Jika aku membongkar aset-aset berharga,telah hilang dan di curi. Kita bakalan di habisi oleh pak tua itu, kemungkinan besar kita akan di usir dari sini. Sedangkan aku,aku,aku tidak bisa berkata apa-apa. Susah payah, mengambil keuntungan dari perusahaan dan diam-diam. Namun, seketika hilang begitu saja". Rendy,duduk lemas di lantai dan bersandar.
Semenjak membunuh sang istri, Rendy tidak setenang dulu lagi. Dia di hantui ketakutan, penyesalan,kurang konsentrasi, seakan-akan Katrina mengintai gerak-gerik dirinya. Tidur pun tak nyenyak, selalu memimpikan mendiang istrinya.
*************
Doni, menuangkan secangkir minuman. Dia tersenyum, mengingat Rendy frustasi. "Rendy,aku tau kenapa kamu ketakutan? Karena kamu sudah membunuh Katrina, dasar bodoh". Gumamnya Doni, tersenyum sumringah.
Ting...
Sebuah pesan masuk,dari nomor yang tidak di kenal. Karena penasaran, Doni langsung membuka pesan tersebut. Jantungnya berpacu dengan cepat, tangannya gemeteran. Benda pipih itu,jatuh ke lantai dari tangannya.
[Paman,aku akan balas dendam atas kematian kedua orangtuaku. Termasuk kematianku dan anakku, berhati-hatilah. Katrina].
Tak lupa sebuah video panas,antara Doni dan seorang wanita. Terlihat jelas mereka bercinta,di ruang buku kediaman Sean.
Degggg....
Doni, langsung mengambil ponselnya dan menghapus pesan dan video itu. Keringat membasahi keningnya, meneguk air segelas langsung habis.
[Kenapa di hapus paman,pesan dan video ku. Lihatlah,aku masih banyak menyimpan video panas dan Lena. Ibu kandungnya, Rendy].
Lagi-lagi Katrina, mengirim video panas Doni dan Lena. Mereka diam-diam menjalin hubungan terlarang,tanpa di ketahui siapapun. Jika ada waktu berduaan, mereka langsung menumpahkan rasa rindu.
Doni, mengusap wajahnya dengan kasar. Dia merasa ketakutan,apa yang di katakan Rendy memang benar jika Katrina masih hidup.
"Tidak mungkin, Katrina masih hidup. Besok aku akan bekerjasama dengan Rendy, untuk membongkar pemakamannya. Ini tidak boleh ada yang tau,sialan kau Katrina". Gerutu Doni, sudah ketakutan dan gelisah gusar.
Lena, walaupun usianya sudah tak muda lagi. Namun wajahnya,masih segar dan terlihat muda. sehingga Dono,tergoda dan tidak memikirkan perasaan istrinya. Linda,jauh lebih tua dari Doni. Berselisih 3 tahun , wajahnya tidak semuda Lena.