
Camelia dan Li Yun,saling berpegangan tangan. Mereka berdua tertawa bersama, teriak bersama di dalam rumah hantu. Ada juga adegan terkejut, melihat sesosok menyeramkan yang tiba-tiba muncul.
Li Yun, merasa senang bersama Camelia yang manis. Bahkan dia enggan melepas genggaman tangan mereka berdua, membiarkan Camelia menariknya ke sana kemari.
Tuhan, bisakah waktu berhenti sesuai keinginan ku. Aku ingin seperti ini,bersama dengan seorang perempuan yang bisa membuat ku bahagia.Apakah aku sudah jatuh cinta, dengan kekasih JJ Abrams?.Batin Li Yun, menyentuh dadanya yang berdebar kencang.
Tiba waktunya mereka berdua, bertemu dengan Rika dan Leo. Wajah Rika,pucat pias karena ketakutan.
Li Yun, menatap telapak tangannya yang tak lagi menggenggam jemari tangan Camelia. Ada rasa sesak di dadanya, sedari tadi Leo memperhatikannya.
Camelia, tertawa lepas melihat keadaan Rika yang terisak menangis. Dia memeluk sahabatnya itu, membujuknya agar tidak menangis lagi.
Mereka semua keluar dari rumah hantu,bukan hanya itu saja. Li Yun, membawa semuanya mencicipi aneka makanan di sana. Pandangannya masih menatap ke wajah Camelia, begitu menggemaskan baginya.
Malam semakin larut, Camelia pamit pulang dulu. Sebelum pulang ke mansion,dia mengantar kedua temannya. Tak henti-hentinya Cika dan Rika, bercerita tentang tadi. Mereka merasa senang karena bisa bergabung dan saling kenal geng motor DRX.
Setelah selesai mengantar Cika dan Rika,dia pulang ke mansion. Di tengah perjalanan, Camelia di jaga sebuah mobil mewah dan beberapa mobil di belakangnya.
Seorang pria bertubuh besar, keluar dari mobil ada senyuman manis di sudut bibirnya. Dari kejauhan JJ, sudah merentangkan kedua tangannya.
Camelia, menepuk keningnya dan turun dari mobil. Membiarkan JJ, berjalan menemuinya."Yang benar saja,aku bertemu dengannya di tengah jalan". Gumam Camelia.
"Seorang kekasih pergi jalan-jalan bersama temannya,lalu bersenang-senang tanpa izin dariku". JJ, menyelipkan rambut Camelia ke telinganya. Wajah mereka sangat dekat, hembusan nafas JJ terasa di kulit wajahnya Camelia.
"Terus, ngapain menjaga jalanku pulang?". Camelia, melipat kedua tangannya ke depan. "Ini sudah jam berapa? Ngantuk nih".
"Kangen, sayangku". Bisik JJ, menarik pinggang ramping Camelia."Aku sangat iri dengan mereka,bisa menyaksikan senyum dan tawa mu". Membenamkan wajahnya di leher, Camelia.
Nah,mulai lagi jadi bayi besar. Astaga, malam-malam begini dan di saksikan oleh anak buahnya. Ayolah,kenapa sikapmu semanja ini.Batin Camelia, membiarkan JJ. "Ini sudah malam,aku mau pulang loh. Besok mau sekolah,". Sedikit mendorong tubuh JJ cuman bergerak sedikit.
"10 menit, cuman itu. Biarkanlah aku seperti ini, untuk mengobati rasa rindu kepadamu. Kau tau,aku iri dengan mereka selalu di dekat mu sayang. Kapan menginap di tempat ku, merasakan tidur sambil memeluk tubuh mu ini". Kata JJ,masih posisi sama."Aroma tubuh mu sangat wangi, ingin terus-menerus menempel seperti ini".
Camelia,menghela nafas beratnya.
"JJ, badan mu sangat berat loh. Ini namanya bersandar tau,gak kuat menahan bobot tubuh mu". Gerutu Camelia, tubuhnya mentok di mobil. Tubuh mungil Camelia, terlindung di pelukan JJ.
"Hmmmm...Masih kangen sayang,satu kecupan manis di sini". JJ, menunjukkan jarinya tepat di bibir.
Camelia, membulatkan matanya sempurna. Lalu, menggeleng pelan. Nah, minta aneh-aneh kan
Dari arah lain, sebuah mobil yang di kenali Camelia. Siapa lagi Jhonny,yang tengah khawatir dan mencarinya.
Tepat sekali, Jhonny datang ketika aku bersama JJ Abrams. Rasakan Jhonny,aku akan membuat mu dan merasakan sakit hati.Batin Camelia, tersenyum manis menatap wajah JJ.
Tidak ada jawaban yang keluar dari bibir mungilnya, berlahan-lahan JJ mendekati bibirnya sampai tersentuh benda kenyal milik Camelia. Awalnya kecupan lembut, JJ yang tak ingin kehilangan kesempatan. Menarik tengkuk leher Camelia, untuk memperdalam ciuman mereka.
Jhonny,marah besar terhadap Camelia dan JJ Abrams. Tepat di hadapannya, mereka berdua berciuman dengan mesra.
"Camelia! Brengsek,kau JJ!". Teriak Jhonny, berlarian menuju mereka berdua. Belum juga sampai,anak buah JJ sudah menghalanginya.
Anak buahnya tidak akan membiarkan seorang pun, mengacaukan kebahagiaan sang bos besar.
"Aaaaaa... lepaskan aku! Camelia, menjauhlah dari JJ Abrams! Camelia, sadar Camelia! Cameliaaaaaaaa...!" Teriak Jhonny,dari kejauhan.
"Terimakasih". Lirih JJ, mencium kening Camelia dan membukakan pintu mobil. "Pulanglah dengan hati-hati,ingat kau adalah kekasih ku. Selamat malam sayang,berharap aku ada di dalam mimpi mu". Kekehnya JJ, mengedipkan matanya.
"Selamat malam juga,aku pergi dulu. JJ, pulang dan beristirahat lah. Demi aku,jangan kemana-mana". Camelia, menyentuh punggung tangan JJ Abrams.
JJ Abrams, bagaikan terhipnotis oleh Camelia. Dia mengangguk patuh,masih senyum-senyum menatap kepergian sang kekasih. "Aaahhh...Malam ini,tidur nyenyak dan harus patuh dengan perintah sayangku. Ini adalah salah satu, perhatiannya kepadaku. Lauren, ayo kita pulang sekarang juga. Kekasihku sudah memberikan peringatan kepada ku, pulang dan beristirahat. Jangan ganggu aku, apapun terjadi". Kata JJ, tersenyum merekah dan meninggalkan Jhonny berteriak-teriak memanggil namanya.
Mendengar ucapan sang bos besar,para anak buahnya bersorak-sorai gembira dan tak henti-hentinya berterimakasih kepada nona besar Camelia.
Sedangkan Jhonny, buru-buru ke mansion untuk memarahi Camelia yang sudah berani melakukan hal itu.
******************
Braakkkk....
Jhonny, membanting pintu kamar Camelia dengan keras. Mencekal lengan Camelia, memberikan tatapan tajam.
"Gila! Kamu sudah berani bermain sejauh mungkin ini, Katrina! Aku kecewa dengan mu, dengan mataku sendiri kalian berciuman dengan mesra". Bentak Jhonny, mengusap rambutnya ke belakang."Aaaarrgghh...!".
"Aku dan JJ, sepasang kekasih. Cuman ciuman kok,gak lebih. Kenapa,kamu marah? Cemburu?sakit hati? kecewa? Apa lagi, Jhonny" Katrina, menatap tajam ke arah Jhonny.
"Kau, manfaatkan keadaan Katrina. Iya,aku yang salah sudah mengecewakan mu. Tetapi, kenapa kamu lakukan ini juga?". Jhonny, menahan kedua pundak Katrina.
"Lepas! Kita sudah berakhir, ketika kamu menikah dan menyentuh dia. Aku tidak mau, menjadi perusak rumah tanggamu. Hubungan kita sudah berakhir Jhonny, meskipun suatu hari nanti. Aku mendapatkan apa yang aku inginkan, terbebas dari jeratan JJ Abrams. Aku tidak akan pernah bersama mu,paham!". Tegas Camelia, sorotan mata tajam menahan marahnya.
"Aku kecewa dengan mu, kau berubah Katrina. Aku tau,kau dekat dengan Leo, Li Yun,siapa lagi? Dari sini aku tau,kau perempuan tidak mempunyai perasaan. Munafik!". Jhonny, mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Aku munafik! Kami cuman teman, sekedar teman biasa. Bukan teman menemani di atas ranjang,kau paham! Jhonny,aku sudah tidak mencintai mu lagi". Kata Katrina, menahan air matanya jangan luruh.
Jhonny, melonjak terkejut mendengar ucapan Katrina. Dia masih tidak percaya sepenuhnya, mencekram dagunya. Dia berniat untuk menghapus jejak JJ,tepat di bibirnya Katrina.