SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Bakso


"Gak perlu kenalan segala,udah tau nama masing-masing". Kata Leo,ketika sang kakak ingin mengulurkan tangannya ke arah Camelia.


Camelia, mengangguk dan tersenyum manis. Matanya indah sempat, mencuri perhatian Kaizam.


"Gak papa kali,kenapa sewot?". Kekehnya Kaizam,sedari tadi tak mengalihkan pandangannya ke wajah cantik Camelia. "Duduk yuk, ngapain berdiri gak jelas". Ajaknya Kaizam, langsung di angguki Camelia dan di ikuti Leo. Aku tidak percaya,jika Leo tidak memiliki rasa kepada Camelia. Aku yang dulu,liat fotonya di sosmed sudah jatuh hati. Apa lagi berhadapan seperti ini, jantung ku berdegup kencang.


"Kapan ujian, lulus SMP mau melanjutkan sekolah mana?". Tanya Kaizam,mencari pembicaraan.


"Kalau aku sih, SMA tempat kak Kaizam. Gak terlalu jauh,dan ada kakak kelas sudah kenal". Jawab Camelia, dengan santainya. Astaga! Gihi gingsul kak Kaizam, benar-benar manis. pasti banyaklah, perempuan di sekolah maupun di luar yang tergila-gila dengannya.


"Baguslah,kalau ada yang macam-macam dengan mu. Jangan khawatir Camelia,aku akan memberikan pelajaran kepada orang yang sudah menjahili mu". Kata Kaizam, tersenyum kecil. Hmmmm... Camelia,asyik juga orangnya. Enak di ajak bicara,gak kaya perempuan lain banyak bengong nya.


"Wahh... Makasih banyak yah, kak. Jadi gak enak akunya,hehehe...! Ngomong-ngomong nih, Leo mau sekolah mana?". Tanya Camelia, menoleh ke arah Leo yang diam saja


Leo,menghela nafas. "Dimana lagi,kalau sama dengan kak Kaizam. Bakalan marah besar mommy, jika sekolah lain".


"Oh, bakalan satu sekolah lagi kita. Termasuk Anya, pastinya". Sahut Camelia, tersenyum.


"Malam nanti ke kafe Flower yah, siapa tau pengen liat aku nyanyi". Kedip mata Kaizam, cengengesan langsung.


"Sebenarnya sih,aku sama teman-teman sudah berencana mau ke kafe Flower. Apa lagi,kalau gak liat kak Kaizam nyanyi. Aku sama teman-teman,fans berat sama kakak. Pas nyanyi,suara kak Kaizam bagus dan merdu". Kata Camelia, tangannya meremas ujung bajunya dan merasa tak nyaman dengan tatapan Leo dan Kaizam.


"Eee...Jadi ge'er nih, di puji-puji sama kalian". Kaizam,jadi salah tingkah.


Membuat Leo, mendengus dingin karena kakaknya caper terhadap Camelia.


Tiba waktunya Camelia,pamit pulang dulu. Dia sudah lama berasa di kediaman orangtuanya, Leo.


Mommy Dwi,membujuk dirinya untuk bermalam di sini. Namun, Camelia menolaknya secara halus.


************


Di perjalanan menuju mansion, Camelia bertemu dengan seorang wanita di halte bus.


"Wahhh.... Kebetulan sekali,aku bertemu dengan ibu mertua". Gumam Katrina,menepi dan keluar dari mobil.


Dia mendekati Lena,tengah duduk menunggu bus kota lewat.


"E'ehmmm... Lagi menunggu bus yah,bu Lena". Camelia, sempat canggung memanggil Lena."Gak masalah kan, Camelia manggil dengan sebutan bu. Hehehehe...".


"Hehehehe... Kebetulan lewat saja, Camelia melihat bu Lena nunggu bus. Bagaimana kalau, Camelia yang antar pulang?". Camelia, menawarkan tumpangan kepada Lena. Lihat-lihat dari ujung rambut hingga ujung kaki, tidak ada perubahan sama sekali. Hmmm...Apa ibu mertua ku ini, menggunakan uang anaknya untuk perawatan. Apa tidak memikirkan, bagaimana kedepannya nanti?.


"Nak Camelia,apa aku tidak merepotkan kamu?". Tanya Lena, mengubah ekspresi wajahnya terlihat sedih.


"Tidak masa sekali bu,ayo ke mobil Camelia di sana". Ada senyuman smrik,karena Lena masuk kedalam perangkapnya. Ibu mertua ku sayang,mana mungkin kamu melupakan menantu mu ini. Tenang saja,jangan mengkhawatirkan keadaan mu ibu mertua. Aku cuman melakukan hal yang terbaik, dimana ibu mertua bertemu dengan anak-anak yang sudah meninggal dunia.


Lena, mengikuti langkah Camelia menuju mobilnya. Hatinya bersorak-sorai gembira, karena tak sabar berakting untuk di kasihani.


Camelia, menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan sedang. Matanya sesekali melirik ke arah Lena,lalu tersenyum lagi.


"Bu Lena, sudah makan belom? Kalau belum,kita makan di sana dulu". Tanya Camelia, sekedar basa-basi.


"Belumlah nak,ibu selalu berhemat makan. Terkadang 2x sehari, itupun cuman makanan sederhana. Kamu tau sendiri kan, anak-anak ibu sudah tiada". Jawab bu Lena, sangat memperihatinkan sekali.


"Yang sabar yah,bu. Kita makan dulu,baru pulang". Kata Camelia, membuat Lena tersenyum merekah dalam hatinya.


"Tapi,apa ibu gak merepotkan kamu?". Tanya Lena, langsung di geleng Camelia. Akhirnya aku makan enak, pasti Camelia membawaku ke restoran mewah. Mana mungkin keturunan Allen,makan di warung biasa.


Beberapa menit kemudian, Camelia menepikan mobilnya. Mata Lena, membulat sempurna dan harapan makan di restoran mewah pupus sudah.


Rupanya Camelia, ingin makan bakso langganannya di tepi jalan dan di bawah pohon besar. Suasana sejuk,dingin, dan sedikit ramai.


"Kita makan di sini yah,bu. Bakso sini, enak banget dan murah harganya". Kata Camelia,mulai mendekati penjual bakso. Ck,aku yakin sekali bahwa ibu mertua ku ini. Sudah membayangkan, jika aku membawanya ke restoran mewah.Hahahah...Jangan harap itu terjadi, makanya jangan mengkhayal duluan.


Sialan! Camelia, malah makan di pinggir jalan begini. Menu bakso dan mie ayam doang lagi. Menu makanan orang miskin semua, menyebalkan sekali. Bagaimana aku tolak dulu,terus pura-pura gak suka bakso. Siapa tau, Camelia mau mampir di restoran sana atas kemauan ku. Batin Lena,bangga dengan ide liciknya.


"Camelia,kamu saja yang pesan. Ibu,gak bisa makan bakso atau mie ayam. Gimana nanti,kita mampir di sana dan beli makanan buat ibu? Gak papa di bungkus,makan di rumah aja". Alibi Lena


A, sudah mengincar restoran di ujung persimpangan jalan sana.


Hahahaha... Sejak kapan, ibu mertua ini tak suka bakso dan mie ayam. Apa karena derajat sudah berubah,lalu selera makan juga berubah? Baiklah,jika itu keinginan mu dan aku wujudkan.Batin katrina, menyunggingkan senyumnya.


"Baiklah bu,aku makam dulu. Sudah gak sanggup lagi,sama baksonya yang menggoda lidahku. Gak enak juga,mau membatalkan pesanan sama mamangnya. Gak bilang dari awal sih, kita bisa gak mampir di sini". Kekehnya Camelia, menunggu pesanannya.


"Yah...Ibu,mana tau kamu makan di tempat seperti ini. Kalau tau,ibu yang request tempat yang bagus dan nyaman". Ucap bu Lena, senyum-senyum sendiri. Huuuff... Aneh sekali,kenapa Camelia memilih tempat seperti ini? Dia kaya raya,banyak uang dan apapun yang diinginkan pasti terkabul. Tapi, lidahnya sama dengan rakyat kampungan.


Tibalah pesanan Camelia datang,bakso dengan ukuran jumbo. Aromanya harum sontak membuat Lena, meneguk air liurnya.