
Camelia, menggeleng kepalanya karena mansion teman-teman arisannya Maryam. Di tambah lagi, beberapa pelayan dan koki di dapur.
Marni dan anak-anaknya bersantai gembira, menikmati hidangan yang di masak oleh koki. Sudah menduga bahwa Maryam,yang mencari pelayan dan koki agar tidak malu dengan teman-temannya.
Bagi Camelia,bodo amat dan tidak memperdulikan mereka. Sebab,bukan dia yang mengeluarkan uang untuk membayar pelayan dan koki handal itu.
Camelia, melongos melewati mereka semua dan meminta anak buahnya membawa masuk kedalam kamar semua makanan yang di beli tadi.
Maryam, berlaga sombong sekali kepada teman-temannya. Pamer sana sini,karena sudah tinggal di mansion mewah.
Hahahaha....Aku tidak sia-sia menyewa jasa mereka meskipun mahal, tetapi aku di puji-puji teman-teman ku.Batin Maryam, tersenyum merekah.
"Maryam,aku boleh minta satu guci antik di dalam lemari ini. Pasti harganya mahal kan? Mau satu dong, kamu gak keberatan kan" Ucap temannya, mendekati sebuah lemari kaca anti peluru. Kunci lemari tersebut,berada di tangan Camelia dan di simpan.
Maryam,panik melihat temannya yang aneh-aneh saja. "Waduh...Itu guci antik dan susah di beli. Maaf,sku tidak bisa memberikannya" Alibi Maryam,karena tidak bisa membuka lemari tersebut.
"Yah... Boleh pegang gak,mau foto-foto gitu. Bukain dong, pengen nyentuh juga". Rengek temannya yang lain, memasang wajah sedih.
"Maaf, aku tidak bisa melakukan itu. Takutnya kenapa-kenapa guci antik ini,gak maukan kalian ganti rugi" kekehnya Maryam, mencoba menggoda temannya. Sialan,aku juga pengen pegang guci antik itu. Pasti harganya mahal sekali, sayang aku tidak bisa membuka pintu lemari. Pasti Camelia, menyembunyikan kuncinya.
"Pasti ada ruangan gym di sini,kita bisa gym setiap hari dan gratis. Iyakan,maryam?" Tanya yang lainnya.
"Iya, tapi ruangannya masih di renovasi kok. Kapan-kapan saja yah, hari makanlah makanan ini. Koki handal yang memasaknya, pasti rasanya enak" Maryam,sebisa mungkin mengalihkan pembicaraan mereka.
"Maryam, kolamnya besarkan? Kita berenang yuk, pasti enak banget nih"
"Ja-jangan ke kolam renang, maksudnya kolam lagi renovasi juga. Biasalah aku mau mengganti suasana baru, kalau sudah selesai nanti aku kabarin" Sahut Maryam, begitu cepat dan wajahnya pucat pias.
Mana mungkin dia membawa teman-temannya ke kolam renang kering sekali,pipa tempat mengisi airnya di rusak Camelia. Maryam, sudah yakin dialah pelakunya
Camelia,puas melihat Maryam serba salah karena tidak bisa menikmati fasilitas kemewahan mansion ini. Teman-teman arisannya nampak kecewa mendengar jawaban, Maryam. Alasannya begitu banyak, mereka cuman makan dan duduk santai saja.
Hari semakin sore, barulah teman-teman arisannya pada pulang satu persatu. Terpaksalah Maryam, membuat janji dengan teman-temannya jika berkumpul lagi. Semua fasilitas mansion bisa di gunakan, sepuasnya melakukan apapun.
Maryam, langsung mendekati Camelia tengah bersantai di balkon atas.Menikmati suasana sore hari,angin sepoi-sepoi dan menikmati cemilan keripiknya.
"Camelia, kali ini aku bisa beralasan dengan teman-teman ku. Kalau besok-besok aku tidak bisa berbohong,mana kunci ruangan di mandi ini? Serahkan semuanya kepadaku, Camelia!" Bentak Maryam, dadanya kembang kempes menahan diri.
Camelia, tersenyum smrik dan menatap wajah Maryam. "Memangnya anda siapa? Aku adalah pemilik mansion inu,jadi suka-suka aku lah" Jawabnya begitu enteng.
"Sialan kau, Camelia! Kau harus membayar sisa koki dan pelayan yang aku sewa,aku cuman bayar dp nya saja. Keluarga mu suka seenaknya memerintahkan koki dan pelayan. Jadi kau harus bayar sisanya,karena satu jam lagi habis waktunya". Kata Maryam, menyunggingkan senyumnya.
Camelia, bangkit dari tempat tidurnya dan mendekati Maryam. "Maaf, aku tidak perduli dengan ucapan mu nenek sihir. Tagih saja uangnya kepada mereka, karena aku tidak menggunakan jasa seseorang yang kau sewa. Jangan harap aku membayar sisanya dan resiko anda sendiri"
Maryam, ingin mendorong cucu dari kakaknya ini. Akan tetapi,dua bodyguard sudah mendekati Camelia dan mengurungkan niatnya.
"Kalau aku membiarkan kalian menikmati segalanya, sampai kapan pun tidak kalian tidak akan pergi dan malah merajalela. Jadi,kalau tidak betah tinggal di sini.Silahkan anda keluar dari mansion,jangan pernah kembali lagi" Camelia, menyunggingkan senyumnya.
Tiba-tiba kepala pelayan mendekati mereka,dalam keadaan panik sekali.
"Nona, nyonya Sandra meninggal dunia dalam perjalanan ke sini"
Deg!
Maryam, langsung menutup mulutnya mendengarnya.
Camelia, bergegas masuk kedalam dan ingin pergi ke rumah sakit. Dia tidak merasa sedih sedikitpun,karena kematian Sandra di inginkannya juga. Ini adalah kesempatan besar untuk menyalahkan Maryam, berniat memindahkan Sandra ke mansion saja.
Maryam, mengejar Camelia untuk meminta uang membayar sisa orang yang di sewanya. Akan tetapi,dia tidak mendapatkan apapun dan ikut ke rumah sakit juga.
Laras dan Jordi,tengah menikmati makanan enak di meja makan. Mereka begitu senang sekali, melihat ada yang memasak di dapur.
"Pak,kami menagih sisa sewa kami kepada nyonya Maryam. Tetapi,nyonya Maryam pergi ke rumah sakit katanya tadi. Pekerjaan kami sudah selesai,tolong bayar sisanya" Ucap salah satu koki di dapur.
Laras dan Jordi, terkejut mendengar ucapan koki tersebut. "Katakan berapa sisanya yang kamu bayar,palingan beberapa juta" kekehnya Jordi, mengeluarkan ponselnya untuk transfer uang.
"80 juta pak,nyonya Maryam dp 20 juta sudah di transfer". Jawab koki tersebut, tersenyum sumringah.
"Apa,80 juta? Yang benar saja,aku membayar jasa koki dan pelayan semahal itu" Jordi, langsung berdiri dan tidak terima dengan perkataannya.
"Kalian ingin memeras kami,ha?" Sambung Laras, matanya melotot sempurna.
7 orang koki,20 pelayan mendekati mereka berdua. Sontak membuat Laras dan Jordi, ketakutan melihat mereka semakin mendekat.
Srengggg....Sreeengg...
Salah satu koki,mengasah pisaunya menggunakan pisau dan menyeringai tajam.
Mau tidak mau Jordi,membayar sisa tersebut dengan jumlah uang yang banyak.
Koki dan pelayan akhirnya meninggalkan mansion Allen. Jordi, terduduk lemas dan memijit pelipisnya.
"Kita harus minta ganti rugi sama, Camelia. 80 juta melayang begitu saja, semua ini gara-gara ibumu" Gerutu Laras, mendapatkan kesialan terus-terusan.
"Benar sekali sayang,mana mungkin aku membiarkan uangku lenyap dan harus di ganti". Jordi, merangkul pinggang istrinya dan tersenyum.
Sedangkan Marni dan anak-anaknya kebingungan karena mansion nampak sepi. "Bu,kemana para pelayan tadi? Koki di dapur juga gak ada, tidak ada makan malam dong". Kata Mutia, terduduk lemas di kursi.
"Pasti ada sesuatu yang tidak beres". Gumam Marni, berdecak kesal. Baru saja mereka menikmati ada seseorang yang melayani, sekarang kembali seperti semula.