
 Camelia, menggenggam jemari tangan Jhonny untuk menguatkan dirinya. Pagi-pagi sekali, mereka menuju rumah sakit mendapatkan kabar yang buruk. Anak dalam kandungan Olivia,tak bisa diselamatkan dan meninggalkan dunia.
Banyak dokter mengatakan, bahwa kandungannya sempat terbentur benda keras.
"Berjanjilah padaku Jhonny,jangan meninggalkan Olivia di saat dia terpuruk seperti ini". Pinta Camelia, semakin erat menggenggam jemari tangan Jhonny.
Sandra, membiarkan Camelia menenangkan pikirannya Jhonny yang tertimpa musibah atas kehilangan anaknya.
"Aku tidak janji". Jawab Jhonny, membuat Camelia mendengus dingin.
Olivia,masih meraung-raung menangis di dalam ruangannya. Dia masih tak percaya anaknya hilang, meskipun keluarganya datang untuk menenangkan dirinya.
Olivia,bukan hanya kehilangan buah hatinya. Melainkan akan kehilangan Jhonny, sesosok pria yang dicintainya. Walaupun cintanya bertepuk sebelah tangan, berharap ada sebuah keajaiban darimana agar hati Jhonny luluh.
"Jhonny,jangan egois cuman memikirkan perasaan mu. Tapi, pikirkan perasaan Olivia. Aku pernah merasakan, bagaimana di posisi Olivia?". Kata Camelia, menatap tajam ke wajah Jhonny."Pikirkan baik-baik Jhonny,jangan egois". Sambungnya lagi, sebelum melangkahkan kakinya menjauhi Jhonny.
Sandra, mendengar ucapan Camelia hatinya merasa lega. Beruntung sekali mendapatkan seorang cucu,tau mana yang benar dan salah. Dia tidak egois cuman memikirkan perasaannya saja, tetapi memikirkan perasaan yang lain juga.
Di sinilah Sandra, mendapatkan pelajaran dari cucunya sendiri. "Terimakasih Vina, sudah memberi cucu sama sifatnya dengan mu". Sandra, langsung menyeka air matanya.
Jordan, merangkul pundak sang ibu dan tersenyum. Dia tau,jika sang ibu terharu dan mengenang kembali menantunya itu.
Camelia, sedikit mengintip ke dalam ruangan inap Olivia. Ingin sekali menemuinya,takut kena amukan Olivia. Bisa jadi, Olivia mengeluarkan unek-uneknya selama ini di pendam.
"Nek, aku pamit dulu mau berangkat sekolah. sudah beberapa hari tidak turun,gak enak juga sama yang lainnya menyiapkan perpisahan sekolah". pamit Camelia, lebih baik menghindarinya. Jam tangan menunjukkan pukul 7 pagi, walaupun telat datang sekolah tidak masalah.
Sandra, mengizinkan Camelia pergi ke sekolah."Hati-hati yah,jangan keluyuran kemana-mana".
Camelia, mengangguk pelan dan tertuju pada Jhonny terlihat murung. Tidak tau, apa yang di pikirkan nya. Berharap Jhonny, tidak meninggalkan Olivia dalam keadaan sekarang ini.
*********************
Braakkkk....
JJ Abrams, menggebrak meja di hadapan Li Yun. Sorotan matanya memerah manahan amarah, keponakannya tak mau jujur kepadanya.
"Ck,aku tidak melakukan kerjasama dengan siapapun. Aku melakukannya sendiri,jika seseorang meminta dan membayar ku mahal". Jawab Li Yun, sekian kalinya.
"Omong kosong belaka! Jangan berbohong kepadaku, Li Yun. Aku memiliki keluarga dekat,tapi tidak pernah menghargai kebaikan ku. Kau memilliki segalanya dan hidup enak,itu semua berkat ku. Termasuk kedua orangtuamu Li Yun,kalau tidak janji kepada ayahku. Mungkin saja,aku menelantarkan hidupmu atau membunuh mu sekaligus.Rupanya kebaikan ku selama ini,tak mampu merubah pikiran mu". Ucap JJ Abrams, sangat kecewa dengan Keponakannya. "Kau ingin menyalahkan ku,atas kematian orang tuamu? Asal kan kamu tau Li Yun, orangtuamu yang salah karena keserakahannya sendiri. Dari kecil hingga dewasa, aku mendidik mu sepenuh jiwa ku. Nyatanya kau lebih memilih nasehat orang lain,lalu menerkam ku dari belakang".
Li Yun, tertunduk kepala mendengar ucapan pamannya. Berharap sang paman membebaskan dirinya dari jeruji besi, mendapatkan pasal berlipat ganda apa yang di lakukannya. "Maaf,satu permintaan ku paman. Bebaskan teman-teman ku, mereka tidak bersalah"
"Ini adalah kesalahan kalian,menculik lalu memutilasi organnya dan di jual secara ilegal. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, kamu tau sendiri siapa aku? Orang lain akan menilai ku buruk, membebaskan kalian yang bersalah. Tanggung sendiri akibatnya,aku sudah menyerah mengurusi mu. Cukup satu kali,aku memberikan kesempatan menjadi lebih baik. Nyatanya kamu abaikan, sekarang meminta lagi karena ketahuan. Ck, coba kalau tidak ketahuan perbuatan mu. Aku yakin sekali,kamu semakin menjadi-jadi". JJ Abrams, masih memasang wajah marahnya.
"Aku akan mencari tau siapa rekan kerja sama mu dan dokter-dokter gadungan menjalin bisnis ini. Tak akan aku biarkan, walaupun berurusan dengan orang penting sekaligus. Asal kamu tau,salah satu temanmu menculik anak dari seorang pekerja tambang emas ku. Aku benar-benar marah kepada mu, Li Yun. Mau taruh dimana wajahku ini, ingin sekali aku memutilasi organ mu ini". Lagi-lagi JJ Abrams, menggebrak meja. "Apa kurang selama ini,aku memberikan uang kepadamu ha? Aku memberikan black card kepadamu, Li Yun. Apapun pasilitas aku berikan, mulai dari harga normal dan mahal. Lebih baik kau menyeludupkan benda haram atau senjata sekalian. Daripada menjual organ tubuh manusia, bahkan anak di bawah umur. Dasar psikopat, melakukan kejahatan terhadap orang tan bersalah".
"Apa bedanya aku sama kamu paman? Kau juga pembunuh,tak segan-segan membunuh beberapa orang". Kata Li Yun, menyunggingkan senyumnya.
"Jelas beda Li Yun,aku membunuh seseorang karena pengkhianat di belakang ku. Seorang penipu, koruptor, mengganggu kehidupan ku karena ingin merebut apa yang aku miliki. Apa kamu pernah mendengar,aku membunuh seorang anak?". Bentak JJ Abrams, memejamkan matanya.
"Bebaskan teman-teman ku,aku yang menanggung semua hukuman ini paman". Inilah senjata jitu, Li Yun dengan suara lemahnya.
"Aku tidak akan melakukan apapun, paham. Ayo,kita pergi dari sini". JJ Abrams, membalikkan badannya tanpa memperdulikan panggilan Li Yun wajahnya sudah babak belur.
"Aku mohon! Bebaskan mereka, paman! Mereka tidak bersalah,aku yang salah!". Teriak Li Yun, ingin menyusul JJ Abrams akan tetapi kakinya di rantai. Meronta-ronta pun percuma,karena JJ Abrams tak mungkin mengubah pikirannya. "Aaaarrgghh...!".
JJ Abrams,melirik sekilas ke arah temannya Li Yun sangat memperihatinkan sekali. Rupanya mereka di hajar habis-habisan, oleh anak buahnya Jhonny. Sama dengan Li Yun, mendapatkan luka tembakan dikedua kakinya.
(Halo, JJ Abrams. Tumben sekali,kamu menghubungi sepagi ini. Apakah ada sesuatu yang tidak beres?). Tanya Ardan,di sebrang sana.
"Apa kamu mendengar berita tentang pembelian organ manusia?". Tanya JJ Abrams, langsung ke intinya.
(Hahahahha... Apakah keponakan mu berulah lagi? Ayolah,kenapa kamu tidak membunuhnya saja. Sudah cukup kesalahan yang dulu,kita melakukan besar-besaran melawan clan Crain. Akan aku tanyakan kepada seseorang, berharap mendapatkan informasi akurat. Kau takut JJ Abrams,ini adalah bahaya untuk Camelia). Kekehnya Ardan,mengejek JJ Abrams.
"Kau bantu aku mencari tau,jangan sampai aku mengubah status istri-istri mu jadi janda. Jangan sampai seperti dulu,karena kesalahan Li Yun mengakibatkan kesalahan besar". Perintah JJ Abrams, langsung di setujui Ardan.
"Bos,ada dua dokter yang kami tangkap dan mendapatkan informasi sedikit masalah". kata anak buahnya, membuat JJ Abrams menjadi cemas apa masalahnya.