SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Tamat


"Tidak! Jangan lakukan itu,Tidak!". Teriak Trevino, ketika anak buahnya JJ Abrams memasuki serbuk ke dalam celananya. Merasakan sesuatu yang aneh di aset pribadinya,serbuk mulai bekerja berlahan-lahan.


Beberapa menit kemudian,serbuk tersebut terasa efek gatal-gatalnya. Camelia,duduk santai di sofa dan menikmati secangkir jus jeruk. Bahkan cekikikan menahan tawanya, melihat dua orang tengah kegatalan di aset pribadinya.


"Rasakan efek gatal dari serbuk itu, bagaimana rasanya hemm? Ingat menggaruk-garuk di bagian sana,tapi tangan kalian terikat. Nikmatilah sensasi siksaan dari aku,yang berbeda dengan lainnya. Menangislah kalian berdua, tidak ada yang bisa menolong karena anak buah kalian masih lama untuk bangun tidur. Hahahaha.... Hahahaha...!".


Yang lainnya bergidik ngeri mendengar gelak tawa, Camelia.


Camelia,menoleh ke arah belakang dengan tatapan tajam. Rupanya JJ Abrams dan anak buahnya, diam-diam keluar dari jeruji besi.


Deg!


JJ Abrams,terdiam mematung dan cengir kuda memandang wajah istrinya itu. Tiba-tiba saja, JJ Abrams dan anak buahnya mengambil langkah kaki seribu untuk kabur dari sang istri.


"JJ Abrams! Kau benar-benar kurang ajar sekali! Meninggikan istri mu sendirian, JJ Abrams!" Teriak Camelia, menatap tajam ke arah suaminya berlarian ke arah luar bangunan tersebut.


Camelia, mengambil pisau dan berjalan menuju ke arah luar meninggalkan dua sejoli masih terikat di kursi.


Pak Xyil, memanggil Camelia agar melepaskan ikatannya itu. Dirinya tak sanggup lagi, menahan rasa gatal di aset pribadinya. Bahkan mereka berdua sampai terkencing di celana,tak sanggup menahan lagi.


Trevino,murka dengan Camelia sudah membuat harga dirinya di injak-injak diperlakukan tidak wajar.


JJ Abrams dan anak buahnya, langsung bergegas masuk kedalam mobil dan menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Camelia,geram dengan suaminya yang kabur meninggalkan dirinya. "JJ Abrams,kau benar-benar kurang ajar! Aku istrimu, JJ! Kenapa kau tinggal aku!". Teriak Camelia, sambil mengarahkan pisau.


JJ Abrams, sampai bergidik melihat istrinya sudah marah dan tak main-main mengarahkan pisau kepadanya.


Ciiittt...


Mobil berhenti seketika,karena JJ Abrams sadar sudah meninggal istrinya itu. Segera keluar dari mobil, bahkan memukul keningnya karena sudah kabur.Susah payah meneguk air liurnya, JJ mendekati istrinya yang bersiap untuk menerkamnya hidup-hidup.


"Oh, sudah berani meninggalkan ku sendiri. Hmmm... Pantaskah kau di sebut seorang suami,hmmm?". Camelia, melempar pisau ke sembarangan arah dan menyelidik ke arah suaminya itu.


"Sayangku,maaf aku repleks terkejut melihat kau begitu marah. Aku takut sekali, kalah kamu kesurupan oleh penghuni bangunan ini". Kekehnya JJ Abrams, berusaha untuk membujuk istrinya agar tenang.


 "Tidak perlu banyak alasan, JJ Abrams. Apa kamu tidak memikirkan perasaan ku,ha? Aku sangat mengkhawatirkan keadaan mu dan anak-anak. Aku tidak tenang,karena memikirkan keadaan kalian tanpa kabar dariku. Tidak bisakah menghubungi sebentar saja, aku takut JJ". Camelia, langsung mencubit perut suaminya itu. Tidak memperdulikan raut wajah JJ Abrams, merasakan kesakitan luar biasa.


"Aaakkhh...Ampun sayang, cubitan mu sangat sakit sekali. Aku minta maaf atas kesalahan ku, lepaskan cubitan kecil mu ini". Pinta JJ Abrams, memeluk erat tubuh istrinya.


Camelia,menghela nafas panjang dan melepaskan cubitannya itu. Namun beralih dengan menjewer telinga suaminya itu,dia benar-benar marah sudah mengaduk-aduk emosinya.


"Aah...Aah...Yang benar saja, sayangku. Kau menjewer telinga ku ini,malu dilihat anak buahku. Sayangku, hentikan jangan seperti ini". Rengeknya JJ Abrams,masih tidak dipedulikan oleh istrinya.


"Ini adalah pelajaran untuk mu, JJ Abrams. Jangan pernah melakukan kesalahan lagi, sudah aku katakan kepadamu jangan membawa anak-anak. Lihatlah, apa yang terjadi ha?". Bentak Camelia, melepaskan jewerannya itu.


Camelia, berjalan melewati JJ Abrams dan tangannya di tarik jauh ke dalam pelukan sang suami.


"Maafkanlah aku sayang, sudah mengkhawatirkan mu. Percayalah kepadaku, anak-anak aman bersamaku. Aku janji kepadamu, mereka berdua tidak akan terluka". JJ Abrams, menangkup wajah istrinya.


Camelia, mengulum senyumnya dan mendekati wajahnya ke wajah sang suami. Mereka berdua berciuman dengan mesra, tidak memperdulikan sekitarnya itu.


Anak buahnya JJ Abrams, membalikkan tubuh mereka tidak menggangu kemesraan bos besar bersama sang istri.


JJ Abrams, semakin memperdalam ciumannya. Tangannya menyusup ke dalam baju, Camelia. Tangannya terhenti sesuatu di tubuh Camelia,lalu melepaskan ciumannya.


"Ada apa?". Tanya Camelia, sudah terbuai dengan sentuhan lembut suaminya itu.


JJ Abrams, langsung mengangkat baju sang istri. Matanya melotot sempurna, melihat luka di bagian samping perut Camelia. "Siapa yang melakukannya? Jangan berbohong kepadaku, Camelia". Ucapnya dengan suara kerasnya.


Camelia, memutar bola matanya dan menutup bagian lukanya itu. "Cuman luka kecil suamiku,aku sudah menjahitnya dan mengobatinya".


"Katakan siapa yang melakukannya? Camelia,jangan menutup apapun dariku". JJ Abrams, semakin erat merangkul pinggang istrinya.


"Albino, tidak perlu melakukan apapun. Kemungkinan besar, dia sudah aku pukul menggunakan kayu di bagian kepalanya. Bisa jadi gegar otak,atau kehilangan ingatan". Jawab Camelia, menyatakan sebenarnya.


"Kenapa tidak di bunuh saja, kurang ajar masih mengincar dirimu sayang. Aku tidak terima dengan ini,dia harus mendapatkan ganjaran setimpal dariku". Raut wajah JJ Abrams, berubah menjadi menyeramkan.


"Hussssttttt...Jangan memikirkan hal itu,aku sudah menanganinya sayang. Aku mencintaimu, suamiku". Camelia, sekilas mengecup bibir JJ Abrams.


"Aku juga, sangat mencintaimu Camelia. Tetaplah bersamaku sekarang dan nanti, apapun yang terjadi kita tetap bersama". Menggenggam jemari tangan istrinya dan menempelkan ke pipinya.


Camelia, tersenyum sumringah hatinya berbunga-bunga dan memeluk erat tubuh JJ Abrams. "Aku janji akan selalu bersama, dalam kondisi apapun. Asalkan jangan pernah menduakan ku,atau menikah lagi". Ancamnya dengan sorotan mata tajam.


"Hehehehe.... Tidak berani istriku,cuman kamu satu-satunya di jiwaku". JJ Abrams, mengelus-elus rambut Camelia.


Sebuah mobil mewah berhenti di depan Camelia dan JJ Abrams. Dua anak kecil,keluar dari mobil tersebut.


"Daddy! Mommy!". Teriak si kembar, begitu kegirangan bertemu dengan kedua orangtuanya.


Camelia dan JJ Abrams, langsung menyambut kedatangan anak-anak mereka. memeluk erat tubuh mereka, memberikan ciuman bertubi-tubi.


"Dady,Dady, Dady,gendong, gendong!". Teriak Artyn, merentangkan kedua tangannya minta ayahnya mengangkat tubuhnya.


"Mommy! Mommy, gendong aku". Cicit Artynon, tidak mau kalah dengan kakaknya itu.


Camelia,merasa senang melihat anak-anaknya tidak terjadi apapun. Begitu JJ Abrams, mengangkat anaknya langsung berputar-putar.


Setelah puas bermain-main, JJ Abrams membawa istri dan anak-anaknya pulang kediamannya itu. "Apa penjahat itu,mengancam kalian? Atau memukul kalian,hmmm?". Tanya Camelia, mengelus lembut pucuk kepala anaknya.


"Tidak. Kami bermain-main di sana, menyenangkan sekali bisa mengerjai penjahat itu. Dady,yang mengajari kami". Jawab Artyn, tersenyum manis.


"Iya, aku tidak sengaja melempar gelas ke kening penjahat itu". Sambung Artynon,yang duduk di pangkuan ayahnya.


Camelia, menggeleng kepalanya mendengar ocehan anak-anaknya. Tersenyum manis, melihat anak-anaknya bermain dengan ayahnya di sepanjang perjalanan.


"JJ Abrams, sepertinya aku hamil". Kata Camelia,ketika anak-anaknya sudah terlelap dalam tidur.


"Oh,hamil". JJ Abrams, seketika tersadar dengan ucapan istrinya. "Apa,hamil!". Teriak JJ Abrams, meneguk air liurnya. Seketika tak sadarkan diri,menyadari istrinya hamil lagi.


Camelia, menepuk keningnya karena sang suami pingsan. "Terimakasih, sudah memberikan segalanya. Aku sangat bahagia saat ini, memiliki suami dan anak-anak yang cerdas". Gumamnya, memandang ke luar jendela mobil. Menikmati suasana perjalanan, melewati pepohonan tinggi dan rumah penduduk.


Suatu keberuntungan mendapatkan kesempatan hidup satu kali,aku bisa membalas orang-orang jahat kepadaku. Seseorang yang jahat,dia yang dulu begitu baik dan kebaikannya di khianati.Batin Katrina, menghirup udara dalam-dalam dan hembuskan lagi.


******************TAMAT*******************