SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Sifat Yang Aneh


Pagi-pagi buta Camelia, sudah menghebohkan kediaman suaminya itu. Meminta para koki memasakkan makanan untuknya, dengan menu berbeda-beda.


Bukan dirinya yang memakan yang di masak sang koki, melainkan meminta anak buah suami dan para pelayan lainnya untuk menghabiskan makanan di meja.


Bu Minah, menggeleng kepala melihat sikap Camelia aneh sekali. Bahkan Camelia,memijit kaki Vika yang tengah hamil.


Sebenarnya Vika,merasa tidak nyaman di pijit Camelia merupakan istri sang bos besar. Namun, Camelia malah memaksa terus-terusan.


"Nona Camelia, tidak apa-apa?". Tanya Vika, melihat Camelia memijit kepalanya.


"Hanya pusing kok, pagi-pagi enaknya makan apa yah?". Camelia, nampak memikirkan sesuatu.


Kenapa dengan nona Camelia? Dia seperti aneh sekali,duh.. Jadi horor banget deh. Batin Vika, menoleh ke ibunya yang berdiri di samping.


"Bu mau ikan asin tapi masak asam manis yah? Aku pengen buat sarapan pagi,jangan lupa airnya jus jeruk". Pinta Camelia,masih memijit kaki Vika.


 "Iya, aku meminta koki memasaknya". Jawab bu Minah, segera menuju ke dapur untuk memberitahu kepada koki.


"Non,sudah jangan memijit lagi takutnya kecapean". Kata Vika, menahan tangan Camelia.


"Hussssttttt....Kamu diam saja,sama seperti ku dulu. Kau terus-terusan memijit kakiku setiap hari, katanya bagus buat kehamilan". Camelia, mengibas-ngibas tangannya.


"Jadi nona Camelia,mau balas dendam ceritanya?". Tanya Vika, langsung di angguki Camelia dan tersenyum manis.


Vika, akhirnya pasrah menuruti kemauan Camelia. Setelah memijit bagian kakinya,dia di ajak berkeliling taman dan di awasi juga.


Camelia, cekikikan menahan tawanya melihat raut wajah Vika yang cemberut gara-gara dia. Terus-menerus mengajak senam hamil,yang harus di ikuti Vika.


Setelah selesai, barulah Camelia membuatkan susu hamil untuk Vika.


"Non,jangan mengurusku yang aneh-aneh. Aku bisa melakukan sendiri, jangan seperti ini". Cicitnya Vika,jujur dirinya merasa tidak nyaman sekali.


Bu Minah, tergesa-gesa menghampiri Camelia untuk memberitahu makanan sudah tersedia diatas meja.


Mendengar ucapan bu Minah, Camelia langsung menuju ke dapur.


"Hmmmm...Aroma asam manis ikan asinnya, sungguh menggoyangkan lidahku". Kata Camelia, langsung menyantap dengan nasinya.


"Pelan-pelan non, tidak ada yang mengambil makanannya kok". Kekehnya bu Minah, meletakkan jus jeruk di samping Camelia.


"Hmmmm... Enak banget bu,bilang ke baby sitter untuk memandikan si kembar. Hari ini,aku malas mau ngapain apa lagi ke kantor. Satu lagi, katakan kepada pak Sum menghubungi Bunga untuk membawa berkas kantor ke sini". Ucap Camelia,sambil menyantap makanannya.


Bu Minah, langsung mengacungkan jempolnya dan segera memberitahu kepada kepala pelayan di sini.


"Bu nona Camelia, kesambet apa yah?". Bisik Vika, khawatir dengan keadaan Camelia.


"Hussssttttt...Kaya gak wajar aja, bukankah nona Camelia memang berubah-ubah sikapnya?". Bu Minah, memukul lembut di lengan anaknya.


Vika, cengengesan mendengar ucapan sang ibunya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Wangi sekali anak mommy, sudah selesai mandi. Setelah ini, sarapan pagi yah? Jangan harus nurut apa kata aunty-aunty cantik, mommy mau mandi dulu". Kata Camelia, mencium pipi anaknya silih berganti.


"Oke,mom". Jawab si kembar, segera keluar dari kamar yang diikuti baby sitter nya.


Camelia, masuk kedalam kamar mandi untuk melakukan ritual menyegarkan tubuhnya. Tak lupa menghidupkan lilin aroma terapi, merilekskan pikiran sejenak.


"Kenapa akhir-akhir ini,aku seringkali pusing yah. Ini juga tumben sekali lilinnya berbau gak enak, biasanya aku suka bau lavender. Huuuff...Bikin gak mood". Gerutu Camelia, langsung mematikan lilin terapinya.


Merendamkan tubuhnya di bathtub penuh dengan busa,sambil memijit wajahnya dengan lembut.


Cukup lama berendam di bathtub, waktunya mengguyurkan air seluruh tubuhnya di bawah shower. Tiba-tiba rasa kantuknya datang,tak sabar menyelesaikan mandinya.


*********************


"Hiks...Hiks...Hiks...". Camelia,menangis kesegukan ketika bangun tidur dan langsung menelpon suaminya itu.


JJ Abrams, langsung panik mendengar tangisan sang istri yang jauh darinya. Ada rasa lega mendengar sang istri,jika menangis karena merindukannya.


"Aku mau menyusul kamu ke sana,aku kangen sekali. Hiks...Hiks..Hiks". Camelia,terus merengek-rengek ingin menyusul suaminya di daerah Goa melewati dua kota sekaligus.


(Istriku sayang,lusa akan aku usahakan pulang yah. Aku di sini kerja loh, takutnya kamu bete berurusan dengan pekerjaan ku. Sayang, maafkan aku yah)


JJ Abrams, berusaha membujuk istrinya meskipun dirinya sangat merindukan sosok Camelia.


"Gak mau! Pokoknya menyusul mu ke sana, gak mau tau. Jangan membuatku menaruh rasa curiga, JJ Abrams. Apa jangan-jangan ada wanita lain,yang membuatmu betah di sana dan memintaku jangan pergi menyusul mu. Oh,kamu mulai macam-macam dengan ku ha!". Teriak Camelia, melalui panggilan telponnya.


JJ Abrams, menggaruk-garuk kepalanya mendengar tuduhan sang istri. (Sayangku, aku di sini untuk bekerja loh. Kemarin-kemarin aku ajak gak mau, sekarang merengek-rengek meminta ke sini. Ya sudah,kalau tidak sibuk dengan pekerjaan mu. Baiklah, aku akan memberitahu Jon untuk membawamu ke sini sayang. Aku tidak suka loh,di curigai macam-macam karena aku setia sama kamu).


Mendengar persetujuan sang suami, Camelia langsung berhenti menangis segera menyeka air matanya.


"Terimakasih, suamiku sayang. Istri mana sih,gak khawatir sama suami idaman jauh di mata. Takutnya ada ulat bulu keket mencoba merayunya mu,lalu kamu tergoda sayang". Ucap Camelia, dengan raut wajah masamnya.


JJ Abrams, cekikikan geli mendengar kata istrinya. Tidak seperti biasanya, mengkhawatirkan dirinya jauh dari pandangannya. Biasanya Camelia, bodo amat kemana perginya dirinya. (Sayangku, cuman kamu satu-satunya yang aku cintai. Kamu adalah belahan jiwa ku, tidak akan pernah menggantikan posisi mu di hatiku).


Camelia, senyum-senyum mendengar rayuan sang suami. "Iihh... Suamiku pandai sekali merayu,apa jangan-jangan menutupi sesuatu dariku? Awas kamu JJ Abrams,aku akan memohon anaconda mu jika selingkuh!". Teriaknya keras.


JJ Abrams, sampai menjauhkan ponselnya dari telinga. (Astaga! Jangan berteriak-teriak keras sayangku. Aku berkata apa adanya, bukankah aku seringkali mengatakan hal seperti ini. Sayangku, aku mana berani macam-macam di belakang. Apa lagi selingkuh, aku takut sekali).


"Awas kalau berbohong kepadaku, JJ Abrams.Aku tidak main-main dengan ucapan ku,ingat itu!". Ancam Camelia, langsung memutuskan panggilan


Sedangkan JJ Abrams, menggeleng pelan memikirkan istrinya yang sikapnya berubah-ubah sesuai keinginan itu.


"Tuan JJ Abrams, sepertinya istri anda sangat posesif sekali. Apakah betah memiliki istri seperti itu?". Tanya seorang pria, sambil merokok.


Akan tetapi, JJ Abrams tersenyum kecil dan meneguk segelas air di tangannya. "Trevino,ini adalah pertama kalinya merengek-rengek ingin bertemu dengan ku dan takut dekat dengan wanita lain. Terkadang sifatnya aneh, bahkan membuatku geram dan semakin merindukannya. Jangan sampai jatuh cinta pada pandangan pertama, dengan istriku". Kedip JJ Abrams, sontak membuat yang lainya gelak tertawa.