
"Aaaaaaaaa....!". Morgan, berteriak histeris dan menjauhkan diri. Dia menyelimuti tubuhnya,cuman mengenakan boxer saja.
"Hai....!". Camellia, melambaikan tangan dan mengerjapkan bola matanya. Saat ini,di atas ranjang membangunkan Morgan.
"Kau! Kenapa, bisa di atas ranjang ku nona? Jadi kamu meniup-niup wajahku tadi, sial cuman mimpi indah saja". Gerutu Morgan,dia tengah bermimpi dengan para wanita meniup wajahnya dengan lembut. Rupanya Camelia,meniup wajahnya di dunia nyata.
"Ngapain kamu di atas ranjang ku,mau aku terkam?". Morgan, tidak sadar di belakang ada JJ Abrams tengah memperhatikannya.
Bukannya ketakutan mendengar ucapan Morgan, Camelia malah senyum-senyum tengkurap berhadapan dengannya.
"E'ehmmm...". JJ Abrams,berdehem membuat Morgan langsung membalikkan badannya.
"Ee... Tuan JJ Abrams,ada juga rupanya". Morgan, langsung cengengesan menoleh ke arah Camelia malah berbaring santai di ranjangnya.
"Bangun! Kenakan pakaian mu itu, tidak perlu memperlihatkan postur tubuh yang jelek ini. Istriku tidak doyan,cepat!". Perintah JJ Abrams, melipat kedua tangannya di depan.
"Benar sekali, tidak ada duanya dari suamiku". Sahut Camelia,duduk santai di atas ranjang.
"Jam berapa sekarang? Astaga,jam dinding menunjukkan pukul 3 pagi. Apakah jam dinding ku eror?". Morgan,masih menatap ke arah JJ Abrams. Bau-bau tidak sedap ini, pasti ada sesuatu yang tidak beres. lebih baik ada Tuan JJ Abrams, daripada berduaan dengan nona Camelia. Iiihh...Serem, nyawaku bisa di gantung di tiang bendera.
Sreeeett...
JJ Abrams,membuka gorden kamar Morgan.
"Lihatlah,masih gelap gulita. Bangun! Ngapain bengong lagi,ha?". Geram dengan sikap Morgan, JJ Abrams malah menarik selimutnya.
Sontak membuat Morgan, menutupi benda berharga dan membelakangi Camelia."kalian ngapain sepagi ini,ke tempat ku dan membangunkan ku?".
"Ck,kami tidak melakukan apapun. Lagipula dagingmu alot sekali, sudah karatan,berjamur,tua bangka lagi". Sahut JJ Abrams,duduk santai di sofa.
"Sialan,aku masih muda tau. Kita selisih 3 tahun,kau yang karatan". Morgan, bergegas mengenakan pakaiannya. Gila! Memangnya kalian mau memanggang daging ku ini.
"Karatan, berjamur, tua bangka,cocok dengan gelaran mu". Kekehnya Camelia, duduk di pangkuan suaminya.
"Ck, kira-kira dong. Kalau mau bermesraan di pagi hari,jangan di depan jomblo seperti ku. Kalian ini, benar-benar cocok tidak punya hati". Ucap Morgan, rambutnya masih acak-acakan.
JJ Abrams, melempar bantal ke arah Morgan yang menggerutu sendiri. "Lamban sekali mengenakan pakaian, makanya kalau tidur jangan mengenakan boxer saja. Ujung-ujungnya nyusahin, lamban kaya siput".
Morgan, menatap intens ke arah dua pasutri yang bermesraan di depannya.
"Ngapain kamu malah tiduran,aku lapar! Ucap JJ Abrams, dengan suara menggelegar.
"Astaga, Tuan JJ Abrams di sini bukan hutan. Kalian tamu ku,jadi aku Tuan rumah yang berkuasa. Kalau lapar tinggal makan,pesan atau masak kek". Kata Morgan, mengedipkan kedua bahunya.
JJ Abrams, mendekati Morgan dan menarik kerah bajunya. "Ikut dengan ku". Tegasnya dengan sorotan mata tajam.
"Tuan JJ Abrams,aku tadi cuman bercanda saja. Nona Camelia,tolong Aku! Suamimu akan menggantung ku hidup-hidup, tujuan ku masih belum tercapai. Aku belum menikah, memiliki istri,anak dan cucu-cucu. Nona,tolong aku!". Morgan, terus-terusan meminta tolong kepada Camelia yang mengikuti langkah mereka dari belakang.
JJ Abrams,terus menyeret paksa Morgan menuju ke arah dapur.
"Tidak!Tidak, Tuan jangan penggal kepala ku ini. Aaaaa....Aku masih mau hidup,ampunilah aku!". Rengeknya Morgan.
"Diam! Aku tidak memenggal kepala mu itu,ck". JJ Abrams, melepas cengkraman dan duduk di kursi.
Di meja makan tersedia bahan sayur-sayuran dan ikan,cumi, daging. Morgan, kebingungan dan menggaruk kepalanya.
"Kenapa bengong, Morgan? Masakan untuk ku, sekarang juga! Semua bahan tersedia tanpa kekurangan apapun, menu yang harus kamu masak adalah cumi asam manis,stik daging,gurami bakar, sayuran lalapan,jangan lupa sambelnya". Perintah JJ Abrams, berdiri di depan Morgan.
Glek!
JJ Abrams, menggeleng kepalanya. "Aku menginginkan kamu yang memasaknya untuk ku. paham!".
Morgan,menganga lebar mendengar pemaksaan JJ Abrams. Sedangkan Camelia, senyum-senyum saja. "Tapi,aku tidak pandai memasak Tuan".
"Aku tidak perduli,kau harus memasak untukmu sekarang juga! Aku sudah lapar sekali, cepat!". Perintah JJ Abrams, dengan suara kerasnya.
"Aku tidak mau, sekali lagi tidak akan". Ucap Morgan, menggeleng kepalanya juga.
"Morgan! Kau harus memasak makanan untukku sekarang juga!". Perintah JJ Abrams, dadanya naik turun mengontrol dirinya
"Tidak!". Bantah Morgan.
"Harus mau!". Tegas JJ Abrams.
"Tidak!".
"Harus mau!"
"Tidak".
"Harus mau!".
Camellia dan Jecky, menutup telinga masing-masing mendengar teriakkan mereka berdua cukup kencang sekali.
"Hentikaaaan...!". Bukan Camelia, yang berteriak keras. Melainkan Jecky,tak sanggup mendengar suara mereka.
"Tuan JJ,kau kenapa aneh sekali? Memaksa kehendak mu,agar aku memasak seperti orang ngidam". Kata Morgan, terduduk lemas di kursi sepagi ini berdebat dengan JJ Abrams.
"Morgan, suamiku memang mengindam". Sahut Camelia, tersenyum sumringah.
Morgan, langsung terdiam membisu mencerna perkataan Camelia. "Apa tadi, suamimu mengidam? Maksudnya apa ini?".
"Hmmmm... Aku tengah hamil Morgan, JJ Abrams yang merasakan kehamilan seperti wanita pada umumnya. Kau harus menuruti kemauannya, kalau tidak maka dia akan lemas, muntah-muntah,tidak mau makan apapun. Selain makan masakan kamu, ayolah!". Camelia, menjelaskan semuanya.
"Apa! Hahahaha.... Hahahhaa...Jadi kemarin aku mendengar kabar, Tuan JJ Abrams karena morning sickness. Hahahaha.... Rasakan kau Tuan, nikmatilah sensasinya luar biasa". Morgan, langsung menutup mulutnya karena kecoplosan berkata.
JJ Abrams, menggeretakkan leher dan tangannya. Menyeringai tajam ke arah, Morgan.
Morgan, mengundurkan langkahnya karena ketakutan melihat seringai tajam JJ Abrams. "Tuan,aku minta maaf karena berkata yang bukan-bukan. Bukan maksudku mengejek-ejek dirimu,maaf yang tadi. Baiklah,aku memasak makanan untuk mu".
"Bagus, dari tadi kek". JJ Abrams, menepuk pundak Morgan.
"Nona Camelia, selamat atas kehamilannya. Aku senang sekali, dalam waktu dekat duplikat Tuan akan lahir ke dunia ini".
Morgan, yang sudah ketakutan bergegas menuju meja dan mengambil bahan yang di masaknya. Belum juga lahir anak itu, sudah menyusahkan orang lain. Bagaimana nanti,kalau sudah besar? Pasti sifatnya bar-bar sama dengan ibunya, aaarghhh....Aku harus diam saja, jangan memberitahu Markus dan Ardan. Supaya mereka merasakan kesengsaraan ku ini,biar adil dan Mr.Down sekalian.Batin Morgan.
Camelia, mendekati Morgan yang sibuk meracik bumbu masakannya. "Aku tidak percaya sepenuhnya,jika kamu pandai memasak tanpa melihat mbah Google".
"Dia anak Pramuka sayang,pandai memasak apapun. Kamu tinggal request saja,apa yang kamu inginkan". Sahut JJ Abrams, sambil memainkan ponselnya.
"Oh,baru tau kalian cukup dekat yah. Bahkan suami ku tau, jika kamu anak Pramuka". Camelia, menyipitkan bola matanya.
"Hahahaha...Kau percaya dengan omongan kosong suamimu,ck". Morgan, cekikikan tertawa.
Camelia, langsung mendekati suaminya dan memberikan cubitan. JJ Abrams, meringis kesakitan menahan sakit dan Morgan tertawa lepas sambil memasak.